STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Bukan Cuma Kimchi, Inilah 5 Makanan Fermentasi Korea Selatan yang Patut Dicoba!

Adinda Rizki | Beautynesia
Jumat, 28 Jan 2022 23:00 WIB
Bukan Cuma Kimchi, Inilah 5 Makanan Fermentasi Korea Selatan yang Patut Dicoba!

Lewat K-Pop, Korea Selatan menjadi dikenal oleh seluruh dunia sehingga akhirnya banyak orang yang mulai mempelajari budayanya termasuk mencoba kuliner asli negara tersebut. Sudah banyak makanan asal Korea Selatan yang terkenal, sebut saja kimchi, yang merupakan makanan fermentasi Korea yang khas dan biasa dijadikan lauk.

Banyaknya makanan Korea Selatan yang melewati proses fermentasi dalam pembuatannya, karena masyarakat Korea ingin memunculkan bakteri baik dari bahan-bahan alami pada makanan, selain itu makanan yang melalui proses fermentasi juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Jadi, tak heran jika hampir semua bahan masakan atau makanan di Korea difermentasi.

Beauties tahu nggak nih, kalau ternyata makanan fermentasi di Korea Selatan nggak hanya kimchi saja, lho! Berikut ini ada lima makanan Korea Selatan yang melalui proses fermentasi dalam pembuatannya selain kimchi.

Jeotgal

Makanan fermentasi jeotgal dibuat dari ikan atau hewan laut lain yang direndam dengan garam
Makanan fermentasi jeotgal/ Foto: kimcmarket.com/

Jeotgal merupakan lauk pauk yang dibuat dari bahan hewani mentah seperti ikan yang difermentasi atau diasinkan dengan menggunakan garam dan bumbu. Biasanya, makanan ini akan disajikan bersama makanan pendamping lain atau dihidangkan langsung untuk dimakan bersama nasi.

Menurut Ensiklopedia Kebudayaan Nasional Korea, jeotgal sendiri pertama kali ditemukan di Dinasti Sinmun Samguk Sagi, dan pada Dinasti Joseon pembuatan jeotgal dibagi menjadi empat cara, yaitu diasamkan hanya dalam garam; dicampur dengan garam dan akohol dengan minyak dan cuka; dicampur dengan garam dan ragi; atau dicampur dengan garam, gula-gula, dan beras ketan.

Hongeohoe

Hongoehoe merupakan fermentasi ikan pari yang berasal dari Provinsi Jeolla
Makanan fermentasi hongeohoe/ Foto: wikimedia.org

Makanan feremntasi Korea selanjutnya adalah hongeohoe, yaitu fermentasi ikan pari yang disimpan dalam guci selama sepuluh hari yang berasal dari Provinsi Jeolla. Makanan ini biasanya selalu dihidangkan bersama makgeolli dan kimchi tua yang diberi nama Hongtak Samhap dan dikonsumsi saat hari festival di Provinsi Jeolla.

Cara memakan hongeohoe adalah dengan mencelupkannya ke pasta cabai merah (gochujang) atau bumbu, atau bisa juga membungkusnya dengan kimchi tua. Hongeohoe disajikan dengan cara dipotong tipis-tipis dan dicampur dengan peterseli air dan dibumbui dengan gochujang.

Makanan ini termasuk 'ekstrim' karena bau amonianya yang sangat menyengat sehingga beberapa orang tidak menyukai makanan ini, padahal semakin kuat bau amonianya maka akan semakin lezat rasanya.

Saeujeot

Saeujot merupakan jenis dari jeotgal yang merupakan fermentasi udang dan rasanya asin
Makanan fermentasi saeujeot/ Foto: naver.com

Saat Dinasti Joseon berkuasa, ada banyak udang yang ditangkap, kemudian udang asin ini direndam dan dikonsumsi secara nasional. Makanan Korea Selatan berupa udang asin ini dibuat dari udang kecil yang di Indonesia biasa disebut dengan udang rebon, tapi jenis udang yang digunakan ini tergantung dari daerahnya dan ada juga yang dibuat dari udang air tawar.

Saeujeot memiliki nama lain yang disesuaikan dari waktu pembuatannya, saat direndam di bulan Mei akan disebut dengan nama Ohjeot, jika direndam di bulan Juni bernama Yukjeot, saat direndam di musim gugur bernama Chujeot, dan saat direndam pada musim dingin disebut Dongbaekhajeot.

Yukjeot paling cocok untuk bahan membuat kimchi, sedangkan Ohjeot dan Chujeot lebih bagus untuk disajikan sebagai lauk pendamping. Saeujeot biasanya digunakan untuk membumbui kimchi atau kimchi lobak, rebusan, dan babi Pyeonyuk.

Yangnyeom Gejang

Yangnyeom gejang merupakan alternatif bagi orang yang tidak menyukai ganjang gejang, kepiting marinasi ini rasanya manis dan pedas
Makanan fermentasi yangnyeom gejang/ Foto: koreanbapsang.com/

Bagi orang yang tidak menyukai bau amis dan rasa asin dari ganjang gejang mungkin lebih cocok mengonsumsi makanan fermentasi yang satu ini, yaitu yangnyeom gejang yang memiliki rasa manis dan pedas dari kepiting yang dimarinasi dengan bumbu.

Tidak seperti ganjang gejang yang seluruh kepiting direndam di dalam air kecap asin, kepiting dalam masakan yangnyeom gejang dibuka dan dipotong-potong terlebih dahulu sebelum dimarinasi, agar sausnya bisa melapisi seluruh permukaan kepiting dan meresap ke dalam daging. Karena kepiting dalam yangnyeom gejang sudah dipotong-potong, cara menyantapnya pun dimakan terpisah dengan nasi.

Yangnyeom gejang biasanya disajikan sebagai lauk di restoran-restoran, dan yangnyeom gejang yang dibuat dengan kepiting hitam merupakan salah satu masakan yang paling lezat.

Ganjang Gejang

Ganjang gejang merupakan makanan berupa kepiting yang difermentasi di dalam air kecap asin atau ganjang
Makanan fermentasi ganjang gejang/ Foto: koreanbapsang.com/

Makanan Korea Selatan yang satu ini menjadi salah satu makanan yang paling terkenal, yaitu kepiting yang dimarinasi di dalam kecap asin, biasa disebut dengan nama ganjang gejang. Masakan ini menggunakan kepiting mentah dan tidak melalui proses masak, jadi kepiting benar-benar hanya difermentasi di dalam saus ganjang saja.

Proses fermentasi dalam pembuatan ganjang gejang dilakukan selama 2 sampai 4 hari. Masyarakat Korea Selatan percaya bahwa kepiting betina yang paling cocok untuk dibuat ganjang gejang karena memiliki telur yang menjadi bagian terbaik dari hidangan ini.

Itulah lima makanan fermentasi Korea selain kimchi yang bisa Beauties coba cicipi ketika berkunjung ke Korea Selatan! Dengan proses fermentasi yang dilalui, sudah dapat dipastikan makanan fermentasi tersebut mengandung nutrisi yang tinggi. Dari kelima makanan di atas, mana nih yang ingin Beauties coba?

---------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE