Duh, Keseringan Makan Gorengan Bisa Picu 4 Penyakit Berbahaya Ini! Apa Saja?

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Kamis, 21 Dec 2023 18:45 WIB
1. Penyakit Jantung
Semakin banyak mengonsumsi gorengan, semakin besar risiko terkena penyakit jantung/foto: freepik.com/jcomp

Siapa sih yang nggak doyan gorengan? Apalagi kalau menyantapnya saat masih hangat, bisa lebih dari 2 nggak sih? Eits tapi, pernahkah kalian berpikir, apa bahayanya kalau keseringan makan gorengan? Apa yang penting enak, urusan bahaya belakangan? 

Dokter Spesialis Gizi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Elfina Rachmi, MGizi, SpGK mengatakan, tidak ada larangan mengonsumsi makanan yang digoreng hanya saja perlu diminimalisir dalam menu makanan sehari-hari. Jangan memilih gorengan sebagai menu pokok harian dan saat mengonsumsinya pun harus diimbangi dengan nutrisi lainnya seperti sayur.

Makanan yang dilapisi tepung lalu digoreng seringkali tinggi kalori. Beberapa penelitian juga tidak menyangkal bahwa gorengan memang memberikan rasa yang enak sehingga menggoda banyak orang untuk mengonsumsinya lebih banyak.

Setelah ditelusuri lebih jauh, keseringan makan gorengan ternyata mampu meningkatkan beberapa risiko penyakit serius. Lantas, penyakit apa saja yang bisa disebabkan karena keseringan mengonsumsi gorengan?

1. Penyakit Jantung

Semakin banyak mengonsumsi gorengan, semakin besar risiko terkena penyakit jantung/foto: freepik.com/jcomp

Menurut Kemenkes RI, makanan bertepung yang digoreng dengan suhu tinggi banyak mengandung zat akrilamida. Zat akrilamida adalah zat yang mampu meningkatkan risiko kanker seperti kanker ovarium. Tak hanya itu, lemak trans yang terkandung di dalam gorengan juga dapat meningkatkan jumlah senyawa penyebab peradangan tubuh.

Studi dari The American Journal of Clinical Nutrition memaparkan bahwa semakin sering orang makan gorengan, maka semakin besar risiko mereka terkena penyakit jantung. 

Disamping itu, jurnal Heart mengatakan orang yang paling banyak makan gorengan setiap minggunya memiliki risiko 28 persen lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular, 22 persen lebih tinggi risiko penyakit jantung koroner, dan 37 persen lebih tinggi risiko gagal jantung.

Setiap tambahan porsi mingguan makanan yang digoreng (114 gram atau 4 ons) meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke sebesar 3 persen, penyakit jantung sebesar 2 persen, dan gagal jantung sebesar 12 persen. Sebagai gambaran, satu porsi kentang goreng McDonald’s ukuran sedang sekitar 117 gram.

2. Obesitas

Salah satu penyebab obesitas adalah terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak/foto: pexels.com/SHVETS production

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng sudah dipercaya mampu menaikkan berat badan hingga berujung obesitas. Kok bisa? Makanan yang digoreng akan kehilangan air dan menyerap lemak, yang selanjutnya meningkatkan kandungan kalori dalam gorengan.

Makanan yang digoreng memiliki kandungan lemak dan kalori yang jauh lebih tinggi dibandingkan makanan yang tidak digoreng. Lalu, berapa sih kalori dalam 1 gorengan? Sebenarnya kalori dalam gorengan berbeda-beda tergantung bahan dan porsi setiap penyajian. 

Sebagai contoh, dalam satu porsi kentang goreng (138 gram) sudah mengandung 431 kalori dan 20 gram lemak. Sementara kentang yang dipanggang dengan porsi serupa hanya mengandung 128 kalori dan 0,18 gram lemak. 

Contoh lainnya seperti bakwan. Cemilan yang kerap disajikan dengan cabe rawit ini mengandung 137 kkal. Kebayangkan, berapa kalori yang diserap tubuh ketika mengonsumsi 3 buah bakwan dalam sehari?  

Mengutip International Journal of Obesity, makanan yang digoreng tercatat mengandung lemak trans yang berpotensi memainkan peranan penting dalam penambahan berat badan. Pasalnya, lemak trans dapat meningkatkan nafsu makan dan penyimpanan lemak.

Semakin banyak kalori yang diserap oleh tubuh maka akan semakin tinggi risiko seseorang mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas. Apalagi jika kalori yang masuk lebih banyak dari kalori yang dikeluarkan oleh tubuh.

3. Depresi dan Kecemasan

Orang yang menyantap lebih dari satu porsi gorengan per hari berisiko 7 persen terkena depresi/foto: pexels.com/andrea piacquadio

Keseringan makan gorengan bisa memicu rasa cemas berlebih hingga depresi? Seperti hasil penelitian Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) 2023, menyantap makanan gorengan berpotensi meningkatkan risiko kecemasan dan depresi.

Orang yang menyantap gorengan lebih dari satu porsi per hari memiliki risiko kecemasan 12 persen lebih tinggi dan risiko depresi 7 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang menyantap gorengan. Kedua risiko itu bisa disebabkan oleh kandungan akrilamida yang ada pada makanan yang dimasak dalam suhu tinggi seperti digoreng. 

Namun hingga saat ini, masih sedikit penelitian yang mengkaji lebih lanjut terkait bagaimana akrilamida dapat mempengaruhi tingkat kecemasan dan depresi seseorang.

4. Diabetes Mellitus 2

Mengonsumsi 4-6 gorengan per minggu dapat picu diabetes tipe 2 sebesar 39 persen/foto: pexels.com/nataliya vaitkevich

Sudah banyak penelitian yang memaparkan bahwa terdapat relasi antara mengonsumsi gorengan dalam jumlah banyak dengan penyakit diabetes tipe 2.

Hubungan itu pun dijelaskan dalam The American Journal of Clinical Nutrition. Dalam jurnal tersebut dikatakan bahwa orang yang menyantap 4-6 gorengan per minggu berisiko 39 persen lebih tinggi terkena diabetes mellitus 2.

Sementara jika menyantap gorengan lebih dari 7 porsi per minggu memiliki potensi terkena diabetes mellitus 2 sebesar 55 persen jika dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu porsi per minggu.

Itulah 4 penyakit yang bisa menyerang tubuh ketika kebanyakan menyantap gorengan. Mengonsumsi gorengan itu boleh, tapi tetap perhatikan porsinya dan imbangi dengan nutrisi lainnya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE