sign up SIGN UP

Duh, Manusia Terancam Kehilangan Waktu Tidur hingga 58 Jam dalam Setahun! Apa Alasannya?

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 03 Jun 2022 22:00 WIB
Duh, Manusia Terancam Kehilangan Waktu Tidur hingga 58 Jam dalam Setahun! Apa Alasannya?
caption
Jakarta -

Menurut sebuah studi terbaru, diperkirakan manusia di seluruh dunia akan kehilangan waktu tidur sekitar 50 hingga 58 dalam setahun pada tahun 2099. Alasannya adalah karena adanya krisis iklim yang mengkhawatirkan.

Dalam jurnal One Earth yang dikutip dari CNN, para peneliti menggunakan gelang dengan akselerometer internal untuk mengukur durasi tidur dan waktu tidur di lebih dari 47 ribu orang dewasa di 68 negara selama rata-rata enam bulan.

Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa membutuhkan durasi tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam. Namun menurut studi tersebut, kemungkinan tidur kurang dari tujuh jam meningkat 3,5 persen jika suhu minimum di luar malam hari melebihi 25 derajat Celcius dibandingkan dengan suhu dasar 5 hingga 10 derajat Celcius.

"Kurang tidur 3,5 persen pada awalnya mungkin terlihat seperti angka kecil, tetapi bertambah," kata Alex Agostini, dosen di departemen kehakiman dan masyarakat di University of South Australia di Adelaide. Dirinya tidak terlibat dalam penelitian.

Ilustrasi posisi tidur menyamping/Foto: Freepik/JcompIlustrasi tidur/Foto: Freepik/Jcomp

Menurut Agostini, ketika seseorang tidak memiliki jumlah tidur yang disarankan, kemungkinan besar mereka akan memiliki masalah untuk berkonsentrasi. Jika dilihat efek jangka panjangnya, maka dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti kardiovaskular dan gastrointestinal.

"Banyak dari kita yang begadang pada tahap tertentu dalam hidup kita, bayangkan melakukan ini delapan kali. Bagaimana perasaan Anda?" kata Agostini.

Orang tua kehilangan dua kali jumlah tidur per derajat pemanasan dibandingkan dengan orang dewasa muda atau setengah baya. Terlebih lagi, kurang tidur tiga kali lebih besar menyerang manula di daerah berpenghasilan rendah dibandingkan dengan daerah berpenghasilan tinggi. Bagi perempuan, sekitar 25 persen lebih terpengaruh oleh kenaikan suhu daripada pria.

Tidur yang cukup di usia 40anIlustrasi tidur/Foto: Freepik.com/Freepik

Para peneliti juga menemukan bukti bahwa orang yang tinggal di iklim yang lebih hangat cenderung kehilangan lebih banyak waktu tidur dibandingkan dengan mereka yang berada di iklim yang lebih dingin.

Menurut penulis studi Kelton Minor, manusia lebih mudah beradaptasi di iklim yang lebih dingin daripada yang lebih panas. Kurangnya jam tidur yang lebih besar di tempat yang lebih hangat ini menunjukkan bahwa orang tidak dapat dengan mudah beradaptasi dengan suhu yang lebih hangat.

Karena suhu terus meningkat karena pemanasan global, Minor memproyeksikan bahwa kurang tidur akan meningkat lebih cepat di daerah yang sudah menghadapi iklim panas dibandingkan dengan yang tidak.

"Banyak dari kita sudah tidak cukup tidur, dan kontribusi masalah tidur yang relevan dengan pemanasan global dapat memiliki konsekuensi nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan kita," kata Agostini.

Ilustrasi pendingin ruanganIlustrasi pendingin ruangan/ Foto: Freepik/Freepik

Ketika manusia mulai tidur, suhu inti tubuh mereka turun. Ketika suhu di sekitarnya lebih hangat, maka dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk tertidur. Mungkin pendingin ruangan atau AC bisa menjadi solusi, namun ini tidak bisa diandalkan untuk jangka panjang.

Selain itu, orang-orang yang tinggal di negara berpenghasilan rendah akan kesulitan untuk membeli AC. Hal ini, menurut Minor, dapat memperlebar kesenjangan kesetaraan.

Di sisi lain, AC juga melepaskan emisi gas rumah kaca, yang secara alami meningkatkan pemanasan global.

"Solusi yang lebih besar dan lebih baik untuk masalah ini adalah penggunaan perencanaan bangunan yang ramah lingkungan dan menerapkan perubahan lain untuk memperbaiki masalah pemanasan global," katanya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id