Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Keseringan Mengonsumsi Pizza

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Selasa, 21 Jul 2026 18:30 WIB
Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Keseringan Mengonsumsi Pizza
Dampak keseringan makan pizza/Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Seberapa sering Beauties makan pizza dalam seminggu? Makan fast food satu ini kadang bisa bikin kita kalap. Tahu-tahu sudah habis beberapa potong dalam sekali makan.

Di balik kelezatannya, ada hal yang perlu diperhatikan saat menyantap pizza. Beberapa literatur menyebut, mengonsumsi pizza dengan topping tertentu dapat meningkatkan kolesterol LDL dalam darah. Loh, kok bisa?

Berikut ini alasan pizza dapat memengaruhi kadar kolesterol dan segini jumlah kolesterol yang terkandung dalam pizza serta toppingnya.

Alasan Pizza Dapat Memengaruhi Kesehatan

Alasan pizza memengaruhi kolesterol/Foto: Magnific.com/Stockking

Menurut pakar kesehatan dan literatur yang dilansir dari EatingWell dan Eat This, Not That!, berikut alasan mengapa keseringan makan pizza dapat memengaruhi kesehatan terkait kadar kolesterol.

1. Tinggi Lemak Jenuh

Pola makan tinggi lemak jenuh dapat menghambat kemampuan tubuh untuk membersihkan kolesterol LDL dari aliran darah dan dapat meningkatkan produksi kolesterol oleh tubuh, sehingga kadarnya pun naik.

“Pola makan yang tinggi lemak jenuh dikaitkan dengan peningkatan kolesterol LDL pada banyak orang, terutama jika lemak jenuh tersebut berasal dari daging olahan seperti pepperoni dan sosis,” ungkap Morgan Walker, M.S., RD, LDN.

Satu potong pizza keju dapat mengandung sekitar 5 gram lemak jenuh. Menambahkan topping seperti pepperoni, sosis, bacon, dan keju ekstra dapat meningkatkan jumlah lemak jenuh lebih tinggi lagi.

American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh hingga sekitar 6% dari total kalori harian atau setara 12 gram per hari dalam diet 2.000 kalori. Jika sudah makan dua potong pizza, itu artinya Beauties sudah mendekati batas yang disarankan.

2. Mudah Bikin Orang Kalap Makan: Asupan Kalori dan Lemak Jenuh Melonjak

Yap, pizza bisa dengan mudah membuat siapa pun menyantapnya dengan lahap bahkan dalam porsi besar tanpa disadari. Lantaran ‘menagihkan’, tubuh akhirnya mengonsumsi terlalu banyak kalori dan lemak jenuh.

“Mengonsumsi pizza dalam jumlah porsi besar secara rutin, terutama jenis yang banyak mengandung daging olahan dan keju dapat meningkatkan asupan lemak jenuh dan kalori seiring berjalannya waktu. Hal ini dapat memengaruhi kadar kolesterol serta risiko kardiovaskular secara keseluruhan,” jelas Walker.

3. Adonan Pizza Terbuat dari Biji-bijian Olahan, yakni Tepung Terigu Putih yang Rendah Serat

Adonan pizza umumnya dibuat dari tepung terigu yang diperkaya nutrisi dan tidak banyak mengandung serat. Jika Beauties sering mengonsumsinya dan lebih banyak mengonsumsi biji-bijian olahan, maka asupan biji-bijian utuh tidak memenuhi jumlah yang disarankan.

Memenuhi kebutuhan serat dalam pola makan dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, menurunkan risiko kanker usus besar, dan mengurangi kadar kolesterol tinggi.

Jumlah Kolesterol dan Lemak Total dalam Pizza

Kolesterol dalam pizza/Foto: Magnific.com/8photo

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, sebagian pizza mengandung tinggi lemak jenuh dan kolesterol. Berapa sih jumlahnya? Merujuk Medical News Today, U.S Department of Agriculture (USDA) mencatat kandungan kolesterol dalam pizza merek tertentu untuk ukuran 100 gram.

  • Pizza keju, thin crust: 29,7 mg kolesterol dan 12,8 gram lemak total.
  • Pizza keju, regular crust: 17,7 mg kolesterol dan 10,4 gram lemak total.
  • Pizza keju, thick crust: 18,6 mg kolesterol dan 11,3 gram lemak total.
  • Pizza pepperoni, regular crust: 25,8 mg kolesterol dan 12,6 gram lemak total.
  • Pizza pepperoni, thick crust: 23,5 mg kolesterol dan 13,1 gram lemak total.

Sementara perkiraan kandungan kolesterol dan lemak jenuh untuk berbagai topping pizza yang populer di masyarakat per ons-nya sebagai berikut:

  • Mozarella: 3,2 gram lemak jenuh dan 18 mg kolesterol.
  • Pepperoni: 5 gram lemak jenuh dan 27 mg kolesterol.
  • Daging giling: 1,7 gram lemak jenuh dan 25 mg kolesterol. 

Topping berupa buah dan sayuran seperti paprika, jamur, bawang bombay, dan tomat tidak mengandung kolesterol. Hal yang sama juga berlaku untuk alternatif daging nabati.

Jadi, Haruskah Kita Menghindari Pizza?

Dampak konsumsi pizza pada tubuh/Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Ahli gizi Chris Mohr, Ph.D., RD mengatakan sama sekali tidak. “Seperti halnya makanan atau bahan apa pun, masalahnya bukan pada makanan itu sendiri, melainkan konsistensi asupan dan apa lagi yang ada di piring,” jelasnya.

Menurut Mohr, menyantap pizza keju stuffed crust ditemani minuman soda setiap malam akan berbeda dengan menyantap satu atau dua potong pizza disertai salad seminggu sekali bagi tubuh.

Demi menjaga kolesterol tetap sehat, pastikan pola makan sehari-hari kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, ikan berlemak, dan lemak tak jenuh. Hal ini membuat Beauties lebih leluasa menikmati satu atau dua potong pizza tanpa rasa khawatir, karena pola makan secara keseluruhan sudah terjaga dengan baik.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE