Jangan Disepelekan, Ini 8 Dampak Duduk Terlalu Lama untuk Kesehatan

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Kamis, 08 Jan 2026 18:00 WIB
Jangan Disepelekan, Ini 8 Dampak Duduk Terlalu Lama untuk Kesehatan
Ilustrasi duduk terlalu lama/Freepik: freepik

Di tengah rutinitas harian yang padat, duduk sering kali jadi posisi otomatis tanpa kita sadari. Bekerja di depan laptop, menatap layar ponsel, hingga bersantai sambil menonton serial favorit membuat waktu duduk terus bertambah dari pagi sampai malam.

Sekilas memang terasa aman dan nyaman, tapi kebiasaan ini perlahan bisa membawa dampak besar bagi kesehatan tubuh kamu, Beauties. Tanpa disadari, tubuh manusia sebenarnya tidak dirancang untuk diam terlalu lama. Ketika kamu duduk berjam-jam tanpa banyak bergerak, berbagai fungsi tubuh bisa melambat dan memicu gangguan kesehatan yang serius.

Lalu, apa saja dampak duduk terlalu lama untuk kesehatan? Simak!

1. Atrofi Otot: Otot Kaki dan Bokong Melemah

Ilustrasi otot melemah/Freepik: freepik

Saat kamu duduk terlalu lama, otot kaki dan bokong jarang digunakan. Padahal, kedua bagian ini termasuk otot terbesar yang berperan penting untuk menopang tubuh. Jika otot tidak aktif dalam waktu lama, kekuatannya akan berkurang secara perlahan. Kondisi inilah yang disebut atrofi otot, yaitu penyusutan dan pelemahan otot akibat minimnya gerakan.

Dr. Darryl Leong, peneliti kardiovaskular dari McMaster University menyebutkan bahwa duduk terlalu lama membuat otot bagian bawah “mati suri” karena jarang berkontraksi. Akibatnya, tubuh menjadi lebih lemah, mudah lelah, dan risiko cedera meningkat saat berdiri atau berjalan tiba-tiba.

2. Postur Tubuh Memburuk dan Risiko Osteoporosis

Ilustrasi bungkuk/Frepik: freepik

Kebiasaan duduk lama sering membuat kamu tanpa sadar membungkuk atau mencondongkan tubuh ke depan. Posisi ini memberi tekanan berlebih pada tulang belakang dan membuat postur tubuh berubah secara permanen. Jika dibiarkan, tulang punggung bisa melengkung tidak alami dan menyebabkan rasa tidak nyaman hingga nyeri kronis.

Selain postur, kurangnya aktivitas fisik juga berdampak pada kesehatan tulang. Menurut artikel University of Sydney, tulang membutuhkan tekanan dan gerakan agar tetap kuat. Duduk terlalu lama membuat tulang jarang mendapat rangsangan, sehingga kepadatan tulang bisa menurun dan risiko osteoporosis meningkat.

3. Timbul Nyeri Punggung, Pinggul, dan Bahu

Ilustrasi bungkuk/Frepik: OAA Orthopaedic Specialist

Nyeri punggung, pinggul, dan bahu merupakan keluhan paling umum akibat duduk terlalu lama. Posisi duduk yang statis membuat otot menegang dan sendi bekerja tidak seimbang. Terutama jika kamu duduk tanpa sandaran yang baik atau posisi layar tidak sejajar dengan mata.

Back Fit Pro menjelaskan bahwa tekanan pada tulang belakang justru lebih besar saat duduk lama dibanding berdiri. Tekanan inilah yang lama-kelamaan memicu nyeri, kaku, hingga gangguan pada sendi dan jaringan di sekitarnya.

4. Kualitas Sperma Memburuk pada Pria

Ilustrasi pria konsultasi pada dokter/Freepik: freepik

Dilansir oleh American Society of Andrology, dijelaskan bahwa pada pria, duduk terlalu lama juga dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma. Ketika duduk berjam-jam, suhu di area sekitar organ reproduksi meningkat. Padahal, sperma membutuhkan suhu yang lebih rendah agar bisa diproduksi secara optimal.

Gaya hidup kurang gerak dan terlalu banyak duduk berhubungan dengan peningkatan kerusakan DNA sperma. Hal ini berpotensi memengaruhi kesuburan pria, terutama jika kebiasaan tersebut berlangsung dalam jangka panjang.

5. Saraf Terjepit (HNP)

Ilustrasi saraf terjepit/Freepik: freepik

Duduk lama dengan posisi yang salah dapat memberi tekanan besar pada bantalan tulang belakang. Jika tekanan ini terus terjadi, bantalan bisa bergeser atau menonjol dan menekan saraf di sekitarnya. Kondisi ini dikenal sebagai herniated nucleus pulposus atau saraf kejepit.

Rochester Medical Center menjelaskan bahwa duduk lama meningkatkan tekanan di area pinggang. Jika saraf sudah terjepit, gejalanya bisa berupa nyeri hebat, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan otot di kaki atau tangan.

6. Kaki Bengkak dan Varises

Ilustrasi kaki bengkak/Freepik: freepik

Ketika kamu duduk terlalu lama, aliran darah dari kaki menuju jantung menjadi tidak lancar. Otot kaki yang seharusnya membantu memompa darah tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, cairan dan darah bisa menumpuk di area kaki.

Menurut The Whiteley Clinic, kondisi ini dapat menyebabkan kaki bengkak dan memicu varises. Varises terjadi ketika pembuluh darah vena melebar karena tekanan darah yang terus menumpuk akibat kurangnya pergerakan.

7. Sirkulasi Otak Berkurang

Ilustrasi sirkusi otak berkurang/Freepik: freepik

Duduk terlalu lama juga memengaruhi aliran darah ke otak. Ketika tubuh jarang bergerak, sirkulasi darah melambat, termasuk aliran oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan otak untuk bekerja optimal.

Neurosains Internasional menyebutkan bahwa terlalu lama duduk dapat menurunkan aliran darah ke otak. Dampaknya, kamu bisa lebih cepat merasa lelah, sulit fokus, dan mengalami penurunan konsentrasi saat bekerja atau belajar.

8. Risiko Obesitas, Diabetes Tipe 2, dan Penyakit Jantung

Ilustrasi diabetes/Freepik: xb100

Saat kamu duduk terlalu lama, tubuh jadi jarang bergerak dan kalori yang masuk tidak banyak terbakar. Akibatnya, lemak lebih mudah menumpuk, terutama di area perut. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, berat badan bisa naik tanpa disadari dan berujung pada obesitas. Obesitas sendiri merupakan pintu masuk ke berbagai masalah kesehatan lain yang lebih serius.

Selain berat badan, duduk terlalu lama juga membuat tubuh kesulitan mengatur kadar gula darah. Otot yang jarang bergerak tidak membantu menyerap gula dengan baik, sehingga gula menumpuk di dalam darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2 dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Menurut Dr. James Levine dari Mayo Clinic, tubuh manusia dirancang untuk sering bergerak, sehingga terlalu lama duduk dapat mengganggu kerja jantung dan pembuluh darah secara perlahan.

Beauties, melihat begitu banyak dampak serius dari duduk terlalu lama, penting bagi kita semua untuk tidak lagi menganggap hal ini sepele. Cobalah bangun setiap 30–60 menit, lakukan peregangan ringan atau jalan singkat. Aktivitas kecil ini bisa membantu mencegah efek buruk yang disebutkan di atas, loh!

____

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE