sign up SIGN UP

Kenalan dengan Emotional Detachment Disorder, Ketika Seseorang Sulit Terikat dengan Diri Sendiri atau Orang Lain

Salsabila Rimawan | Beautynesia
Sabtu, 15 Jan 2022 23:00 WIB
Kenalan dengan Emotional Detachment Disorder, Ketika Seseorang Sulit Terikat dengan Diri Sendiri atau Orang Lain
caption
Jakarta -

Beauties, apakah kamu pernah mendengar istilah emotional detachment disorder? Emotional detachment disorder atau disingkat EDD singkatnya adalah ketika seseorang tidak bisa atau enggan terlibat dalam perasaan sendiri atau orang lain. 

Banyak orang yang memang tidak mau “mencampuri” urusan orang lain karena ingin melindungi diri dari stres, sakit hati dan kecemasan. Tapi sikap EDD ini dapat mengganggu kesejahteraan psikologis, sosial dan emosional seseorang. Yuk, kenalan lebih jauh dengan emotional detachment disorder!

Orang dengan EDD Nggak Bisa Berempati?

Emotional Detachment Disorder, Ketika Seseorang Tak Bisa Mengenali Suatu Perasaan
EDD Gejala/Foto: pexels.com/Kindel Media

Salah satu gelaja dari emotional detachment disorder ini adalah tidak bisa berempati dengan orang lain. Selain itu, masih banyak gejala lain yang menunjukkan kalau seseorang enggan terlibat dengan hubungan emosional orang lain, seperti:

  • Menghindari orang lain, situasi, atau aktivitas tertentu
  • Kesulitan membuka diri kepada orang lain
  • Merasa terputus dari orang lain
  • Kehilangan minat pada orang dan aktivitas
  • Kehilangan kontak dengan orang-orang
  • Tidak memperhatikan orang lain
  • Keterampilan mendengarkan yang buruk
  • Lebih suka menyendiri
  • Bermasalah dalam membentuk dan mempertahankan hubungan
  • Kesulitan mengekspresikan emosi
  • Berjuang untuk merasakan emosi positif

Penyebab Emotional Detachment Disorder

Emotional Detachment Disorder, Ketika Seseorang Tak Bisa Mengenali Suatu Perasaan
Penyebab EDD/Foto: pexels.com/ Mart Productions

Emotional Detachment Disorder memiliki banyak penyebab yang berbeda, termasuk mencakup pengalaman masa lalu dan kondisi psikologis seseorang. Contohnya seperti anak-anak yang tumbuh dalam situasi yang abusive dapat menggunakan “ketidaklibatan atau ketidaklekatan” ini sebagai cara untuk mengatasinya.

Kondisi mental seseorang juga dapat memengaruhi emotional detachment disorder, seperti bipolar, depresi, gangguan kepribadian serta gangguan stres pascatrauma. Di sisi lain, emotional detachment disorder juga bisa disebabkan karena obat-obatan, termasuk antidepresan seperti Selective Serotonin Re-uptake Inhibitor (SSRI).

Apakah Emotional Detachment Disorder Punya Dampak Positif?

Emotional Detachment Disorder, Ketika Seseorang Tak Bisa Mengenali Suatu Perasaan
Positif EDD/Foto: pexels.com/Anna Shvets

Lantas, apakah emotional detachment disorder memiliki dampak positif? Sebenarnya, tergantung. Jika emotional detachment disorder disebabkan oleh kondisi kesehatan mental, atau jika itu mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mempertahankan hubungan atau aspek lain dari kehidupan sehari-hari mereka, maka seseorang harus mencari pengobatan.

Namun, emotional detachment disorder dapat bermanfaat bagi seseorang untuk menjauhkan diri secara emosional dalam beberapa profesi. Misalnya, bagi mereka yang bekerja di profesi perawatan kesehatan, mengatur emosi mereka dapat bermanfaat untuk mencegah kelelahan dan membantu menjaga kesehatan mental.

Cara Mengatasi Emotional Detachment Disorder

Emotional Detachment Disorder, Ketika Seseorang Tak Bisa Mengenali Suatu Perasaan
Pengobatan EDD/Foto: pexels.com/Evelina Zhu

Jika emotional detachment disorder menunjukkan gejala terkait dengan kondisi kesehatan mental seperti depresi, post traumatic stress disorder (PTSD), atau gangguan kepribadian, dokter kemungkinan akan merekomendasikan perawatan kondisi tersebut untuk membantu meringankan gejala.

Tapi, jika seseorang mengalami emotional detachment disorder yang menyebabkan masalah dalam hidup dan hubungan sosialnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengintegrasikan kembali hubungan emosional. Contohnya seperti menerapkan mindfulness, mencoba bersosialisasi kembali, dan menemukan cara untuk menjadi “mudah” secara emosional untuk bersimpati kepada orang lain.

Cara-cara tersebut dapat membuat seseorang mempelajari bagaimana cara membuka diri secara emosional, berusaha mengelilingi diri dengan orang-orang yang memahami kebutuhan, dan berusaha meluangkan waktu akan dirinya. Dengan cara itu, seseorang dengan emotional detachment disorder secara bertahap dapat meningkatkan pengalaman dan ekspresi emosionalnya.

***

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id