Ladies, yuk Mulai Peduli Tentang Keputihan di Daerah Kewanitaanmu

Riska Br | Beautynesia
Kamis, 24 Jan 2019 08:30 WIB
Ladies, yuk Mulai Peduli Tentang Keputihan di Daerah Kewanitaanmu
https://d3t543lkaz1xy.cloudfront.net/photo/temporary/22b4c1de3711a5a1efd8e7653d59efbd.jpeg
Keputihan biasa dianggap sepele oleh banyak wanita karena dirasa wajar, namun jika hal tersebut terjadi dalam jumlah yang banyak, hal tersebut ternyata bisa membahayakan lho. Yuk mulai cari tahu tentang masalah keputihan pada wanita.

Ciri Keputihan yang Berbahaya
Keputihan berubah warna menjadi kekuning-kuningan atau bahkan menjadi coklat
        
  • Keputihan yang dialami disertai dengan rasa sakit dan nyeri di sekitar panggul dan jadwal menstruasi kamu mulai tidak teratur
  •     
  • Saat keputihan terjadi, disertai dengan rasa gatal dan merah di area vagina
  •     
  • Keputihan normalnya tidak berbusa. Jika cairan keputihan tersebut menjadi berbusa, hal itu mungkin tanda-tanda keputihan yang berbahaya


Penyebab Keputihan di Daerah Kewanitaan



Foto: Istimewa

Bakteri Vaginosis
Bakteri vaginosis ini merupakan infeksi bakteri yang paling umum terjadi pada vagina. Keputihan akibat bakteri vaginosis ini biasanya ditandai dengan keputihan berbau amis sangat kuat dan tidak sedap dan putih semi abu-abu. Beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko terjangkit bakteri vaginosis di antaranya adalah sering berganti-ganti pasangan seksual dan sering mendapatkan oral sex dari pasangan

Trikomoniasis
Penyebab keputihan pada wanita yang lainnya adalah karena adanya organisme bersel satu yang menyebabkan infeksi, yang disebut trikomoniasis. Keputihan karena bakteri trokomoniasis ini ditandai dengan keputihan berbau busuk, teksturnya menjadi kental bahkan seperti busa, warnanya bisa berubah menjadi kekuning-kuningan disertai rasa gatal disekitar bagian kewanitaan. Penyebab bisa terkena infeksi trikomoniasis dapat terjadi melalui pertukaran baju renang dan penggunaan handuk atau pakaian dalam.

Keputihan Akibat Kanker
Sebagian besar kanker tidak berpengaruh pada cairan keputihan. Bahkan kanker yang terjadi di area vagina dan sistem reproduksi wanita pun seringnya tidak akan menampakkan gejala apa-apa pada keputihan.

Namun, kanker tuba falopi yang tergolong langka, biasanya ditandai dengan peningkatan volume keputihan yang teksturnya cair seperti air. Sekali lagi, jenis kanker ini sangat langka, tapi kalau kamu menemukan perubahan pada cairan keputihan dari vagina, ada baiknya segera periksakan ke dokter untuk mendeteksi penyebabnya.



Cara Mengatasi Keputihan



Foto: Istimewa

Keputihan yang berbahaya dapat diatasi dengan pengobatan-pengobatan alami, tradisional dan cepat pada wanita

        
  • Minum air perasan kunyit yang telah diparut secara rutin setiap harinya. Jika ingin menambah rasa dari kunyit tersebut, kamu juga bisa tambahkan sedikit madu.
  •     
  • Rendam 1 sdm biji funegreek dalam air hangat seharian penuh, saring kemudian minum air yang sudah disaring tersebut. Air ini berguna untuk meningkatkan jumlah pH pada miss V kamu
  •     
  • Konsumsi bawang putih dengan cara apapun. Lakukan secara rutin yaitu 2 kali sehari. Lakukan setiap hari.
  •     
  • Rebus beberapa lembar daun sirih dalam 2 gelas air. Setelah mendidih dan dirasa sudah cukup lama, dinginkan dan minum air rebusan daun sirih tersebut dengan rutin setiap hari.

(arm2/arm2)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE