Menurunkan berat badan sering kali terasa seperti perjuangan tanpa akhir, terutama dengan berbagai batasan yang ditawarkan diet kalori, salah satunya menghitung kalori setiap hari yang bisa membuat frustasi dan mempersulit proses penurunan berat badan.
Oleh karena itu, ini mungkin saatnya untuk mempertimbangkan intermitten fasting (IF) sebagai solusi yang mungkin lebih cocok bagimu. Intermitten fasting bukanlah diet dalam arti tradisional, melainkan pola makan yang mengatur waktu makan dan puasa.
Dengan pendekatan intermitten fasting ini, kamu hanya perlu fokus pada kapan kamu makan, bukan apa yang kamu makan, dan tubuhmu akan memanfaatkan waktu puasa untuk membakar lemak secara alami. Salah satu metode IF yang bisa kamu coba untuk langsing tanpa ribet adalah IF 4:3. Dilansir dari Health, inilah penjelasan tentang bagaimana metode ini bisa memberikan hasil yang lebih baik daripada diet kalori.
Apa Itu IF 4:3?
|
Ilustrasi/Foto: Freepik/benzoix |
Salah satu pendekatan dalam puasa intermiten adalah metode 4:3, yang bekerja dengan cara membatasi asupan kalori secara signifikan hanya pada 3 hari tertentu dalam seminggu—bukan setiap hari dan tidak pada hari-hari yang berurutan. Pada empat hari sisanya, seseorang diperbolehkan makan secara normal tanpa batasan kalori. Berbeda dengan metode puasa lainnya yang mengatur waktu makan dalam sehari, pendekatan ini fokus pada pola mingguan.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Colorado dan University of Tennessee menemukan bahwa metode ini cukup efektif, bahkan hasilnya mengejutkan para ahli. Krista Varady, seorang pakar nutrisi yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengungkapkan bahwa selama ini berbagai studi menunjukkan puasa intermiten tidak lebih unggul daripada sekadar mengurangi kalori secara konsisten. Namun, penelitian terbaru ini menjadi satu-satunya bukti sejauh ini pada manusia yang menunjukkan hasil berbeda.