Mengenal Perbedaan Matcha dan Green Tea, Jangan Sampai Salah!

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Senin, 03 Aug 2026 18:30 WIB
Cara Mengonsumsi
Ilustrasi konsumsi matcha/Freepik: magnific

Matcha dan green tea sering dianggap sebagai minuman yang sama karena sama-sama berwarna hijau dan berasal dari tanaman Camellia sinensis. Tak sedikit pula yang mengira matcha hanyalah green tea yang dihaluskan menjadi bubuk.

Padahal, meski berasal dari tanaman yang sama, keduanya memiliki perbedaan mulai dari proses budidaya, cara pengolahan, kandungan nutrisi, hingga cita rasa. Memahami perbedaan tersebut dapat membantumu memilih minuman yang paling sesuai dengan kebutuhan dan selera.

Lantas, apa saja perbedaan matcha dan green tea?

Proses Budidaya dan Pengolahan

Ilustrasi tanaman teh hijau/Freepik: wirestock

Dikutip dari Japanese Tea Association, perbedaan utama antara matcha dan green tea dimulai sejak proses penanamannya. Tanaman yang akan dijadikan matcha biasanya dinaungi menggunakan peneduh selama sekitar 20–30 hari sebelum dipanen. Proses ini bertujuan meningkatkan produksi klorofil dan asam amino L-theanine, sehingga warna daun menjadi lebih hijau dan rasanya lebih umami.  Setelah dikeringkan, daunnya digiling menjadi bubuk yang sangat halus

Sementara itu, green tea umumnya ditanam di bawah sinar matahari tanpa proses peneduhan khusus sebelum dipanen. Setelah dipetik, daunnya langsung dikeringkan atau dikukus, lalu dijual dalam bentuk daun utuh atau celup.

Cara Mengonsumsi

Ilustrasi konsumsi matcha/Freepik: magnific

Melalui Harvard T.H. Chan School of Public Health, dapat diketahui bahwa perbedaan lain terletak pada cara menikmatinya. Saat minum matcha, seluruh bubuk daun teh ikut dikonsumsi karena dilarutkan ke dalam air. Sementara pada green tea, hanya sari daun yang diminum setelah daun teh diseduh, sedangkan ampasnya dibuang.

Karena seluruh daun dikonsumsi, matcha umumnya mengandung konsentrasi senyawa bioaktif yang lebih tinggi per sajian dibandingkan green tea.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat

Ilustrasi teh hijau/Freepik: ededchechine

National Institutes of Health menyebutkan bahwa baik matcha maupun green tea sama-sama mengandung katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang merupakan antioksidan dan berfungsi untuk membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Namun, karena seluruh daun dikonsumsi, matcha umumnya mengandung antioksidan, L-theanine (untuk konsentrasi dan relaksasi), dan kafein (meningkatkan energi) lebih tinggi dibandingkan green tea.

Meski demikian, jumlah kandungan tersebut tetap dapat berbeda tergantung kualitas daun, cara pengolahan, dan metode penyeduhan.

Rasa dan Warna

Ilustrasi bubuk teh hijau/Freepik: magnific

Japanese Tea Association menjelaskan bahwa matcha memiliki warna hijau cerah dengan rasa yang lebih pekat, cerah, creamy, sedikit manis alami, dan gurih Sebaliknya, green tea cenderung berwarna hijau kekuningan dengan rasa yang lebih ringan, segar, dan terkadang sedikit pahit atau sepat tergantung jenisnya. Perbedaan cita rasa ini dipengaruhi oleh proses budidaya dan kandungan L-theanine pada daun matcha.

Beauties, itu dia perbedaan matcha dan green tea. Kalau kamu lebih suka yang mana nih?

__


Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE