Mengintip Takjil Unik Khas dari Berbagai Negara, Mana yang Paling Menggoda?
Berbuka puasa merupakan momen yang sangat dinantikan umat Islam di seluruh dunia selama bulan Ramadan. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, waktu berbuka menjadi saat untuk mengisi kembali energi dan merayakan kebersamaan dengan keluarga serta komunitas. Tradisi ini tidak hanya sekadar mengonsumsi hidangan pembuka puasa, tetapi juga sarat dengan nilai spiritual dan sosial yang mendalam.
Menariknya, meskipun esensi berbuka puasa serupa, bentuk dan jenis takjil khas berbagai negara sangat beragam. Variasi takjil populer di berbagai negara ini mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi masing-masing negara, di mana setiap komunitas memiliki cara unik dalam merayakan momen berbuka. Dilansir dari Tasting Table, inilah berbagai takjil unik dari berbagai negara yang menemani waktu berbuka puasa.
Ramazan Pidesi, Turki
Pada masa Kekaisaran Ottoman, sistem kuliner sangat terstruktur untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Toko roti khusus didirikan untuk melayani berbagai kelompok, seperti militer, masyarakat umum, kedutaan asing, dan kegiatan amal. Meskipun toko-toko roti khusus tersebut sudah tidak ada lagi, warisan kuliner ini tetap hidup di Istanbul, di mana toko roti masih menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Selama bulan suci Ramadan, tradisi mengantre untuk mendapatkan Ramazan pidesi yang baru dipanggang menjadi pemandangan umum. Roti ini dikenal karena teksturnya yang lembut dan bentuknya yang khas, dengan lekukan di permukaannya serta taburan biji wijen dan jintan hitam.
Ramazan pidesi biasanya disajikan saat sahur bersama dengan hidangan seperti kopi Turki, berbagai jenis keju, labneh (yoghurt kental), dan selai. Untuk iftar, makanan berbuka puasa saat matahari terbenam, pidesi sering disajikan dengan çılbır, hidangan tradisional Turki berupa telur rebus yang disajikan dengan saus yoghurt dan mentega berbumbu sehingga menciptakan kombinasi yang lezat dan memuaskan.
Qatayef, Mesir
Qatayef/Foto: Knafeh Cafe
Qatayef adalah hidangan penutup tradisional yang sangat populer selama bulan Ramadan di berbagai negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Kehadirannya di toko-toko menandakan dimulainya bulan suci tersebut. Qatayef terdiri dari pancake kecil yang dibuat dari campuran tepung, semolina, dan ragi, yang uniknya hanya dimasak di satu sisi sehingga bagian lainnya tetap lembut dan lengket untuk memudahkan penutupan setelah diisi.
Ada dua variasi utama qatayef. Variasi pertama diisi dengan ashta, sejenis krim kental manis, kemudian ditaburi kacang seperti pistachio atau kenari, dan disiram dengan madu sehingga menghasilkan rasa yang kaya dan tekstur lembut. Variasi kedua diisi dengan campuran kacang atau keju, kemudian ditutup rapat, digoreng hingga renyah, dan direndam dalam sirup gula, memberikan sensasi rasa manis dan tekstur yang renyah.
Tradisi membuat qatayef sering kali melibatkan pembelian pancake yang sudah jadi dari pasar kemudian mengisi dan menyajikannya segar di rumah bersama keluarga. Praktik ini menambah nuansa kebersamaan dan kegembiraan selama Ramadan, menjadikan qatayef lebih dari sekadar hidangan penutup, tetapi juga simbol semangat perayaan dan kebersamaan dalam budaya setempat.
Arroz Caldo, Filipina
Ilustrasi/Foto: pexels/Fariz Albar
Arroz caldo, hidangan tradisional Filipina, disebut sebagai contoh sempurna dari makanan yang menenangkan dan sehat untuk berbuka puasa (Iftar). Hidangan ini terdiri dari kombinasi ayam, jahe, dan bawang putih dalam kaldu yang kaya rasa, dicampur dengan nasi yang dimasak hingga lembut, dan disajikan dengan taburan bawang putih goreng, daun bawang, dan perasa jeruk nipis untuk menambah kesegaran.
Penambahan telur rebus setengah matang tidak hanya menambah kandungan protein, tetapi juga memberikan rasa yang lebih kaya ketika kuning telur yang lembut diaduk ke dalam bubur yang kental. Secara keseluruhan, arroz caldo digambarkan sebagai hidangan yang lezat dan memuaskan, cocok untuk dinikmati saat berbuka puasa.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!