Menurut Ahli, Ini 5 Makanan Terburuk untuk Kesehatan Jantung

Belinda Safitri | Beautynesia
Senin, 26 Oct 2026 12:00 WIB
Menurut Ahli, Ini 5 Makanan Terburuk untuk Kesehatan Jantung
Makanan terburuk untuk kesehatan jantung/ Foto: Magnific.com/msgrowth

Menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal rutin berolahraga atau menghindari kebiasaan merokok. Apa yang Beauties konsumsi setiap hari juga ikut menentukan kondisi organ vital ini. Karena itu, memperhatikan asupan makanan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga jantung tetap sehat.  

Melansir Eating Well, ahli gizi Serena Pratt, MS, RDN, dan dokter spesialis kedokteran keluarga Catherine Nguyen-Ward, DO, mengungkap beberapa jenis makanan perlu dibatasi karena kandungannya dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan jantung, terutama jika dikonsumsi berlebihan.

Penasaran? Yuk, langsung simak sejumlah makanan terburuk untuk kesehatan jantung menurut para ahli!  

1. Daging Olahan

Daging olahan/ Foto: Magnific.com/bearphotos

Sosis, bacon, hot dog, dan irisan daging olahan untuk isian roti memang praktis disajikan, terutama ketika Beauties membutuhkan makanan cepat. Namun, produk-produk ini umumnya mengandung natrium dalam jumlah tinggi, sementara sebagian jenisnya juga kaya lemak jenuh. 

Kedua kandungan tersebut dapat menurunkan kesehatan jantung seiring waktu. Secara khusus, natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan lemak jenuh dapat menaikkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

Jika kadar kolesterol LDL terus tinggi, penumpukan plak di dinding arteri dapat meningkat dan membuat pembuluh darah menyempit. Tekanan darah tinggi juga membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. 

Tak heran, penelitian mengaitkan konsumsi daging olahan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Sebagai pencegahan, kamu bisa lebih sering memilih ikan, ayam segar, telur, tahu, atau tempe sebagai sumber protein sehari-hari. 

2. Minuman Manis

Minuman manis/ Foto: Magnific.com/rawpixel.com

Soda, teh manis, kopi dengan sirup, minuman energi, dan minuman kemasan berpemanis tentu mengandung gula dalam jumlah yang cukup besar. Karena berbentuk cair, gula di dalamnya relatif mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak tanpa memberikan rasa kenyang seperti makanan padat. 

American Heart Association menyarankan pembatasan gula tambahan hingga sekitar 25 gram per hari bagi perempuan dewasa dan 36 gram per hari bagi laki-laki dewasa. Kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori, mendorong penambahan berat badan, dan memperburuk pengendalian gula darah. 

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan gangguan metabolisme yang berkaitan dengan penyakit jantung. Konsumsi gula tambahan yang tinggi juga dapat meningkatkan kadar trigliserida pada sebagian orang. 

Untuk mengurangi risikonya, Beauties bisa mulai mengganti minuman manis dengan air putih, teh tanpa gula, atau kopi dengan sedikit atau tanpa pemanis sama sekali. Jika masih ingin menikmati minuman favorit, pilih ukuran lebih kecil dan jangan menjadikannya kebiasaan setiap hari.

3. Burger Cepat Saji

Burger cepat saji/ Foto: Magnific.com/Muhammad Abdullah

Burger dengan daging sapi berlemak, keju, roti putih, saus, dan tambahan daging olahan dapat menyumbang beberapa zat yang perlu dibatasi sekaligus. Daging dan keju dapat meningkatkan asupan lemak jenuh, sedangkan saus, keju olahan, serta bahan tambahan lainnya bisa menambah natrium. 

Roti dari tepung olahan juga umumnya mengandung lebih sedikit serat dibandingkan roti gandum utuh. Ketika satu menu dilengkapi kentang goreng dan minuman manis, total kalorinya bisa semakin tinggi.

Jika kamu sering menerapkan pola makan seperti ini, asupan kalori akan melebihi kebutuhan tubuh sehingga berat badan dan lemak visceral dapat meningkat. Kelebihan lemak visceral berkaitan dengan resistensi insulin, peradangan metabolik, dan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi. 

Meski begitu, makan burger sesekali bukan berarti Beauties langsung berisiko mengalami penyakit jantung, ya. Hal yang lebih penting adalah pola makan secara keseluruhan. Jika ingin menikmati burger, kamu bisa memilih daging yang tidak terlalu berlemak, membatasi saus tinggi natrium, menambahkan sayuran, dan mengganti minuman manis pelengkapnya dengan air putih.

4. Kue Manis

Kue manis/ Foto: Magnific.com/Azerbaijan_stockers

Donat, bolu, pastry, dan roti manis memang cocok dijadikan teman minum teh atau kopi. Namun, banyak dari produk tersebut dibuat menggunakan tepung olahan yang rendah serat, gula tambahan, serta mentega atau bahan lain yang mengandung lemak jenuh. 

Kombinasi ini membuat makanan mudah menyumbang kalori dalam jumlah besar, tetapi tidak selalu memberikan rasa kenyang yang bertahan lama. Konsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh secara berlebihan dapat mendorong kenaikan berat badan dan meningkatkan kadar kolesterol LDL, terutama jika sering menjadi pengganti makanan yang lebih bergizi. 

Sebagai bentuk antisipasi, kamu perlu memeriksa kandungan gula, lemak jenuh, dan ukuran porsi saat membeli kue manis kemasan. Jika ingin ngemil, kamu bisa memilih buah segar, oat, atau camilan berbahan biji-bijian utuh, sambil tetap menikmati kue favorit sesekali dalam porsi wajar.

5. Mi Instan

Mi instan/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Makanan berbahaya untuk kesehatan jantung yang berikutnya adalah mi instan karena kandungan natriumnya. Jumlahnya memang berbeda-beda menurut merek dan varian, tetapi satu kemasan tertentu dapat mengandung hingga sekitar 1.860 miligram natrium. 

Angka tersebut setara dengan sekitar 81 persen batas harian 2.300 miligram yang digunakan sebagai acuan umum bagi orang dewasa. Jika Beauties juga mengonsumsi makanan asin lainnya pada hari yang sama, asupan natrium dapat dengan mudah melampaui batas tersebut. 

Natrium berlebih membuat tubuh menahan lebih banyak cairan dan dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga jantung harus bekerja lebih keras. Selain bumbu, mi instan umumnya terbuat dari tepung olahan yang relatif rendah serat. Jika tetap ingin menikmatinya sesekali, sebaiknya tambahkan telur atau ayam, serta masukkan sayuran seperti pakcoy, wortel, jamur, dan brokoli. Cara ini setidaknya membantu meningkatkan kualitas hidangan. 

Jadi, itulah beberapa makanan terburuk untuk kesehatan jantung menurut ahli. Menjaga kesehatan jantung bukan berarti Beauties harus langsung menghapus semua makanan favorit dari menu sehari-hari. Agar lebih realistis, kamu bisa mulai mengurangi frekuensi makanan tinggi natrium, gula tambahan, dan lemak jenuh, lalu menggantinya secara bertahap dengan makanan yang kaya serat, protein berkualitas, serta lemak tak jenuh.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE