Pakai Baju Baru Sebelum Dicuci? Waspada Penyebaran Virus dan Zat Kimia Berbahaya!
Setelah beli baju baru, memang banyak sihyang memilih untuk langsung pakai. Misalnya saja, baju ketumpahan makanan, padahal sebentar lagi ada acara penting. Kebetulan juga lagi enggak bawa baju ganti di mobil.
Kondisi tersebut bisa membuatmu langsung saja beli yang baru dan otomatis pakai langsung. Lagian bajunya ‘bersih’ karena dalam kemasan. Siapa bilang seperti ini? Meski dikemas rapi, baju yang kelihatannya bersih dan aman itu mungkin menyimpan berbagai virus, bakteri, hingga zat kimia berbahaya, lho.
Baju baru rawan kontaminasi virus bakteri
Efek baju baru tanpa dicuci dulu bisa menyebabkan berbagai masalah penyakit kulit dan kesehatan lainnya. Baik itu baju yang sudah dipajang di etalase toko atau yang baru diambil dari gudang, semuanya berpotensi terkontaminasi virus dan bakteri.
Baju baru yang tidak dicuci dulu bisa terkontaminasi jamur, bakteri, kutu dan bahan kimia. Hal ini karena selama proses pembuatan, penyimpanan dan pengangkutan hingga distribusi, baju menyentuh banyak tangan-tangan manusa dan mesin-mesin pembuat baju.
Siapa yang jamin tangan-tangan dan mesin itu aman dari kontaminasi virus dan bakteri? Oleh sebab itu, mencuci baju terlebih dahulu sebelum dikenakan adalah langkah wajib untuk menghindari risiko tertular virus dan bakteri yang terbawa di bahan baju.
Virus dan bakteri bisa menyebabkan infeksi kulit
Para ahli telah memberi peringatan untuk semua orang yang suka mencoba atau memakai baju baru secara langsung tanpa dicuci tentang bahaya terinfeksi virus dan bakteri. Saat kamu mencoba baju di toko, siapa yang tahu sudah berapa orang yang mencoba baju tersebut? Siapa yang tahu juga kalau orang sebelumnya memiliki penyakit kulit kemudian virus atau bakterinya masih menempel di baju tersebut? Menyeramkan!
For your information nih, Beautynesian, serat kain adalah lingkungan yang paling disukai oleh bakteri, virus, kutu dan jamur untuk berkembang biak. Apalagi kalau serat kain agak lembap karena keringat. Sudah pasti mikroorganisme berbahaya ini akan menyebabkan beragam infeksi kulit.
Kuman dan bakteri masuk ke pori-pori kulit kemudian menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Hati-hati juga kalau Beautynesian menjajal baju baru saat berkeringat. Pori-pori lebih terbuka dan mikroorganisme lebih mudah masuk ke tubuh.
Pewarna sintetis menyebabkan dermatitis kontak
Baju baru yang Beautynesian pakai tidak terlepas dari beragam campuran pewarna sintetis yang mungkin akan membahayakan kulit jika menempel ke tubuh. Salah satu contohnya adalah penyakit dermatitis kontak, peradangan kulit akibat terinfeksi alergen tertentu. Alergen ini juga bisa saja dari pewarna sintetis yang melekat pada serat pakaian.
Beberapa zat kimia yang wajib Beautynesian waspadai antara lain adalah:
- Pewarna dispersi yang menyebabkan ruam serta alergi
- Chromium IV yang sering ditemukan pada bahan wol, bisa menyebabkan dermatitis kontak
- Pewarna azo yang sering digunakan pada pewarnaan tekstil, memiliki sifat mutagenik dan karsinogenik
- Fenol terklorinasi pada pengolahan tekstil, bisa menyebabkan iritasi mulut, kulit, dan mata.
So Beautynesian, hati-hati ya kalau kamu beli baju baru. Waspadai bahaya buruk dari efek pakai baju tanpa dicuci dulu di atas, ya!