Puasa Ramadan Tapi Berat Badan Naik? Ini 5 Kebiasaan yang Sering Jadi Penyebabnya

Shinta Khoiru Nikmah | Beautynesia
Kamis, 05 Mar 2026 14:30 WIB
2. Terlalu Banyak Makanan Manis
Terlalu banyak gula/ Foto: Freepik.com/KamranAydinov

Banyak orang berharap berat badan turun saat  Ramadan  karena waktu makan lebih terbatas. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang justru mengalami kenaikan berat badan. Padahal, secara jika dipikir, umumnya orang yang berpuasa tidak makan selama kurang lebih 13 jam di siang hari. Lalu, kenapa timbangan malah bertambah?

Ternyata, bukan puasanya yang jadi masalah, melainkan kebiasaan saat berbuka dan sahur. Tanpa sadar, pola makan dan gaya hidup selama Ramadan bisa membuat asupan kalori berlebihan dan aktivitas fisik menurun. Berikut lima kebiasaan yang sering jadi penyebab berat badan naik saat puasa.

1. Kalap Saat Berbuka

Kalap saat berbuka sering membuat kita makan dalam porsi berlebihan tanpa memberi waktu tubuh merasakan kenyang. Kebiasaan ini menyebabkan asupan kalori melonjak dalam waktu singkat dan akhirnya memicu kenaikan berat badan selama puasa.
Kalap saat berbuka/ Foto: Freepik.com/wayhomestudio

Setelah seharian menahan lapar dan haus, rasanya wajar jika ingin makan banyak saat azan magrib berkumandang. Sayangnya, kebiasaan “balas dendam” ini sering membuat kita kalap.

Biasanya dimulai dari takjil manis, dilanjutkan gorengan, lalu makan besar dalam porsi penuh. Dalam waktu singkat, tubuh menerima lonjakan kalori yang cukup tinggi. Padahal, perut yang kosong seharian cenderung membuat kita sulit mengontrol porsi.

Solusinya, kamu perlu buka puasa secara bertahap. Awali dengan air putih dan makanan ringan secukupnya, beri jeda sebelum makan utama. Dengan begitu, tubuh punya waktu memberi sinyal kenyang sehingga kita tidak makan berlebihan.

2. Terlalu Banyak Makanan Manis

Terlalu banyak gula/ Foto: Freepik.com/KamranAydinov

Kolak, es buah, sirup, kurma, kue-kue manis memang terasa menggoda saat berbuka. Makanan dan minuman tinggi gula memang cepat mengembalikan energi, tetapi jika dikonsumsi berlebihan bisa meningkatkan total kalori harian secara signifikan.

Gula sederhana mudah diserap tubuh dan jika tidak digunakan sebagai energi, akan disimpan sebagai cadangan lemak. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga bisa memicu rasa lapar kembali dalam waktu singkat, sehingga kita terdorong makan lebih banyak saat makan malam.

Bukan berarti harus menghindari manis sepenuhnya. Kuncinya adalah membatasi porsi dan memilih sumber gula alami seperti buah utuh dibandingkan minuman manis berkalori tinggi.

3. Porsi Sahur Terlalu Besar

Sahur terlalu banyak/ Foto: Freepik.com/freepik

Banyak orang berpikir kalau sahur dengan porsi banyak akan meminimalkan rasa lapar selama berpuasa. Berdasarkan keyakinan tersebut, akhirnya banyak orang makan sahur dua kali lipat dari biasanya.

Padahal, makan terlalu banyak dalam satu waktu tidak otomatis membuat kenyang lebih lama. Tubuh tetap memiliki batas kemampuan menyimpan energi. Jika asupan berlebih, sisanya akan disimpan sebagai lemak.

Alih-alih memperbesar porsi, lebih baik fokus pada kualitas makanan. Pilih karbohidrat kompleks, protein, serat, dan lemak sehat agar rasa kenyang bertahan lebih lama tanpa harus makan berlebihan.

4. Kurang Bergerak Selama Ramadan

Kurang bergerak/ Foto: Freepik.com/stockking

Perubahan jadwal tidur dan energi sering membuat orang lebih malas bergerak saat puasa. Aktivitas fisik berkurang, olahraga ditinggalkan, dan waktu luang lebih banyak dihabiskan dengan duduk atau rebahan.

Jika asupan kalori meningkat sementara pengeluaran energi menurun, maka surplus kalori tidak terhindarkan. Inilah yang akhirnya memicu kenaikan berat badan.

Tidak perlu olahraga berat. Jalan santai setelah berbuka, peregangan ringan, atau latihan singkat di rumah sudah cukup membantu menjaga keseimbangan energi. Yang penting konsisten dan disesuaikan dengan kondisi tubuh ya, Beauties.

5. Pola Tidur Berantakan

Pola tidur berantakan/ Foto: Freepik.com/jcomp

Ramadan sering identik dengan tidur larut malam dan bangun dini hari untuk sahur. Jika tidak diatur dengan baik, pola tidur yang berantakan bisa memengaruhi hormon pengatur nafsu makan.

Kurang tidur dapat meningkatkan hormon yang memicu rasa lapar dan menurunkan hormon yang memberi sinyal kenyang. Akibatnya, kita cenderung ingin makan lebih banyak, terutama makanan tinggi gula dan lemak.

Jadi, usahakan untuk tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup dengan mengatur jadwal istirahat. Jika memungkinkan, tambahkan tidur siang singkat untuk membantu tubuh tetap bugar.

Yuk Beauties, jadikan Ramadan sebagai momen untuk membangun kebiasaan makan yang lebih sadar dan seimbang agar tubuh tetap sehat sekaligus ibadah makin maksimal.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE