Punya Rasa yang Enak, Ternyata 9 Jenis Makanan Ini Dapat Menurunkan Kecerdasan Otak!

Natasha Riyandani | Beautynesia
Kamis, 11 Jan 2024 10:30 WIB
Punya Rasa yang Enak, Ternyata 9 Jenis Makanan Ini Dapat Menurunkan Kecerdasan Otak!
Jenis makanan yang dapat menurunkan kecerdasan otak/Foto: Getty Images/iStockphoto/Artfully79

Faktanya, makanan yang kamu konsumsi sehari-hari berpengaruh pada tingkat kecerdasan otak. Mengonsumsi makanan tidak sehat dapat berdampak negatif pada fungsi kognitif dan menurunkan daya pikir.

Meskipun hal tersebut tidak sepenuhnya bisa dihindari, namun Beauties perlu membatasi makan makanan yang berdampak buruk bagi kecerdasan otak. Dibandingkan dengan mengonsumsi makanan olahan dan tinggi lemak, sebaiknya memilih makanan utuh dan segar untuk mendukung kesehatan otak.

Dilansir dari Chicago Internal Cleansing, berikut adalah beberapa jenis makanan pemicu penurunan kecerdasan otak yang sebaiknya dihindari.

1. Makanan Tinggi Gula

Makanan tinggi gula/ Foto: Freepik.com/freepik

Banyak orang menyukai makan makanan manis. Selain rasanya yang enak, mengonsumsi makanan manis dipercaya dapat memperbaiki suasana hati dan meningkatkan mood. Sayangnya, makanan tinggi gula, seperti cokelat, es krim, dan kukis dapat berdampak buruk pada fungsi otak.

Mengonsumsi gula dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai masalah neurologis, menurunkan daya ingat hingga memengaruhi kemampuan otak untuk belajar. Oleh karena itu, Beauties disarankan untuk membatasi asupan gula yang masuk ke dalam tubuh agar tidak berlebihan.

2. Pemanis Buatan

Pemanis buatan/ Foto: Freepik.com/jcomp

Sebagian orang cenderung berpikir bahwa pemanis buatan lebih sehat karena mengandung lebih sedikit kalori. Tak jauh berbeda dengan gula, pemanis buatan yang dikonsumsi dalam waktu yang lama bisa berbahaya untuk kesehatan, terutama otak.

Pemanis buatan yang dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan kerusakan otak dan menurunkan kapasitas kognitif. Maka dari itu, tidak ada yang lebih menguntungkan dari mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, karena lebih banyak merugikannya bagi daya ingat.

3. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji/ Foto: Freepik.com/wirestock

Dibalik nikmatnya makanan cepat saji ternyata terdapat beberapa risiko buruk bagi kesehatan yang harus diwaspadai. Makanan ini mengandung lemak jenuh yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti obesitas hingga kanker.

Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Montreal menemukan bahwa junk food dapat mengubah enzim kimia di otak yang dapat menyebabkan gejala depresi dan kecemasan.

Selain itu, mengonsumsi makanan cepat saji dapat memengaruhi produksi dopamin, yaitu hormon di dalam otak yang dapat meningkat secara alami saat seseorang sedang mengalami perasaan. Hormon ini juga dapat memelihara fungsi kognitif, kapasitas belajar, kewaspadaan, motivasi dan memori.

Oleh karena itu, penting untuk menghindari semua makanan berlemak berlebih, seperti makanan cepat saji dan makanan yang melalui proses penggorengan berkali-kali.

4. Makanan Olahan atau Makanan Instan

Mie instan/ Foto: Freepik.com/wirestock

Tak jauh berbeda dengan fast food, makanan olahan atau makanan instan pastinya telah melewati proses pengolahan yang cukup panjang. Mengonsumsi makanan olahan, seperti mie instan, spaghetti, sosis, dan nugget ternyata bisa memengaruhi sistem saraf pusat.

Makanan ini juga bisa menyebabkan penyakit otak degenaratif di kemudian hari, seperti penyakit Alzheimer. Penyakit tersebut dapat menyebabkan penurunan daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir dan berbicara seseorang. Wah, mesti waspada ya, Beauties!

5. Makanan yang Terlalu Asin

Makanan yang terlalu asin/ Foto: Freepik.com/mdjaff

Selain menghindari makanan tinggi gula, Beauties juga perlu membatasi asupan makanan yang terlalu asin. Seperti yang kita ketahui bahwa makanan asin bisa mempengaruhi tekanan darah dan punya efek buruk bagi kesehatan jantung.

Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak garam (natrium) akan memengaruhi fungsi kognitif dan mengganggu kemampuan berpikir ataupun kecerdasan otak.

Faktanya, makan makanan asin dan nikotin terbukti memiliki efek yang sama karena menyebabkan ketergantungan.

6. Karbohidrat Halus

Spaghetti/ Foto: Freepik.com/chandlervid85

Karbohidrat memang jadi salah satu sumber energi yang dibutuhkan tubuh dan otak. Namun, tak semua sumber karbohidrat baik untuk dikonsumsi secara terus-menerus. Misalnya karbohidrat halus yang ada pada roti gandum, pasta, gula dan tepung. Konsumsi karbohidrat halus secara berlebih justru dapat menurunkan daya ingat dan mengganggu fungsi otak.

Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa seseorang yang konsumsi karbohidrat berlebih dapat memperburuk daya ingat, peradangan hingga demensia. Oleh karena itu, Beauties lebih disarankan untuk konsumsi makanan seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian.

7. Makanan Tinggi Lemak Trans

Margarin/ Foto: Eatthis.com/Samantha Boesch

Makanan yang mengandung lemak trans dapat berisiko bagi otak. Orang-orang yang mengonsumsi makanan tinggi lemak trans cenderung memiliki daya ingat yang buruk, volume otak yang lebih kecil, penurunan kognitif, serta risiko terkena Alzheimer lebih tinggi.

Umumnya, lemak trans terdapat pada makanan berupa kue kering, makanan beku, margarin, hingga produk daging olahan. Untuk mencegah dan mengurangi risiko stroke, Beauties bisa membatasi asupan lemak trans.

8. Ikan Tinggi Merkuri

Ikan tinggi merkuri/ Foto: Freepik.com/bearfotos

Meski ikan disebut sebagai salah satu sumber protein terbaik untuk tubuh, namun sejumlah ikan diketahui memiliki kadar merkuri yang cukup tinggi. Misalnya saja ikan mackerel.

Kadar merkuri yang tinggi bisa berubah jadi racun buat tubuh. Ketika kamu mengonsumsi ikan bermerkuri tinggi maka dapat menyebabkan risiko kehilangan ingatan dan menurunnya kemampuan berpikir.

9. Alkohol

Alkohol/ Foto: Pexels.com/Rohan Jahagirdar

Mengonsumsi alkohol secara berlebih dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan kerusakan otak. Akibat dari kecanduan alkohol diantaranya mengakibatkan penurunan volume otak, penurunan daya ingat dan depresi.

Selain itu, mereka yang gemar konsumsi alkohol cenderung memiliki emosi yang tidak stabil dan lebih sensitif.  

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE