Ramai Varian Omicron 'Siluman' yang Disebut Sulit Dilacak, Beda dengan Omicron Asli?
Tahun 2021 sudah kita lewati di tengah pandemi yang belum usai. Masih terasa euphoria akhir tahun hingga awal Januari 2022 yang kita lalui tanpa lonjakan kasus Covid-19. Tapi, ternyata saat ini kita kembali diintai oleh Covid varian baru yaitu Omicron.
Mengenal Omicron 'Siluman'
![]() Mengenal Omicron Siluman/Pexels/Polina Tankilevitch |
Kasus harian Covid-19 di Indonesia pun terus meningkat. Mirisnya, tidak sedikit yang masih bereuphoria hingga melanggar protokol kesehatan. Padahal, kabarnya saat ini muncul Covid-19 varian Omicron 'siluman' atau BA.2 yang sudah ada di Indonesia.
Omicron 'siluman' kabarnya memiliki mutasi yang berbeda dari Omicron biasa, bahkan lebih parahnya lagi tes PCR SGTF tidak bisa mendeteksinya. Seperti yang dilansir dari detikHealth varian ini merupakan turunan dari varian Omicron BA.1 tang sudah menyebar dan teridentifikasi di sejumlah negara. Namun, belum diketahui pertama kali muncul di Negara mana.
![]() Omicron Siluman Sulit Terdeteksi PCR/Pexels/Pavel Danilyuk |
Dilansir dari detikHealth yang mengutip dari WashingtonPost, beberapa ilmuan menjuluki varian ini sebagai 'stealth Omicron' atau Omicron 'siluman', dikarenakan varian ini memiliki sifat genetik yang membuat lebih sulit untuk mengidentifikasinya sekalipun dengan tes PCR.1
Meski begitu, uji tes PCR masih menjadi cara yang dianjurkan untuk mendeteksi Covid subvarian apapun. Apalagi, faktanya BA.2 tidak memiliki virulensi yang lebih besar dari Omicron asli (BA.1).
Gejala Omicron 'Siluman'
![]() Gejala Omicron Siluman/Pexels/Engine Akyurt |
Dalam mendeteksi gejala Omicron siluman, masih sama halnya dengan Omicron asli yaitu demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, kelelahan otot, kelelahan ekstrem, serta detak jantung yang meningkat.
Para ahli sedang mempelajari subvarian baru ini, tetapi mereka sudah mengantongi beberapa perkiraan. Dikatakan dalam Tweet Peacock seorang ahli virus di Imperial College London, dilansir dari detikinet , Omicron siluman atau BA.2 tidak memiliki mutasi spike 69-70 yang berarti tidak menyebabkan kegagalan target gen S dalam uji Taqman qPCR.
Pertumbuhan Omicron siluman yang konsisten di berbagai negara, bukti bahwa Omicron siluman atau BA.2 beberapa derajat lebih menular dari BA.1. Hal tersebut menjadi alasan mengapa Omicron BA.2 mencuri perhatian.
Beauties, itu dia varian Omicron siluman atau BA.2 yang gencar menjadi sorotan. Apapun jenis varian Covid yang mengintai kita tetap harus waspada selama pandemi belum usai, tetap patuhi protokol kesehatan, dan menjalani vaksinasi.
_______________
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!


