Resep Smoothie untuk Jaga Kesehatan Otak, Jantung, dan Pencernaan Menurut Ahli Gizi
Smoothie menjadi salah satu minuman sehat yang sering dikonsumsi saat sarapan. Meski begitu, kita tetap harus memerhatikan bahan apa saja yang digunakan untuk membuat smoothie. Sebab terkadang, smoothie bisa jadi tidak sehat jika kita menambahkan gula atau minim protein, serat, dan lemak sehat.
Perlu kombinasi bahan yang tepat agar smoothie dapat memberikan manfaat maksimal. Menurut ahli gizi Jennifer Babich, MS, ada kombinasi bahan untuk membuat smoothie yang bisa memberikan manfaat nyata bagi kesehatan otak, jantung, dan pencernaan.Â
Yuk, simak apa saja bahan tersebut!
Smoothie yang Bantu Jaga Kesehatan Otak, Jantung, dan Pencernaan
Smoothie biasanya terdiri dari beberapa bahan, dan sering kali, semakin banyak bahan yang ditambahkan, semakin baik hasilnya. Alih-alih hanya mengandalkan satu jenis bahan makanan untuk mendukung kesehatan, kita bisa mengombinasikan berbagai bahan yang menunjang aspek kesehatan yang berbeda. Cara sederhana untuk memulainya adalah dengan memilih satu jenis buah, satu jenis sayuran hijau, satu bahan dasar cair, serta satu atau dua bahan tambahan lainnya.
Babich merekomendasikan smoothie dari campuran bayam, blueberry, biji rami (flaxseed) bubuk, kacang kenari, dan susu kedelai tanpa pemanis. Campuran bahan ini bisa membantu mendukung kesehatan otak, jantung, dan pencernaan.
"Kombinasi ini menyediakan beragam fitonutrien yang bersifat anti-inflamasi dan antioksidan, sehingga tidak hanya bergantung pada satu jenis 'superfood' saja," tuturnya kepada Real Simple.
Menurut Babich, berikut adalah komponen utama yang terkandung dalam masing-masing bahan tersebut:
- Bayam mengandung karotenoid seperti lutein dan beta-karoten.
- Blueberry kaya akan antosianin, yaitu senyawa tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
- Biji rami (flaxseed) bubuk kaya akan ALA-asam lemak omega-3 nabati-serta lignan dan serat.
- Kacang kenari mengandung asam lemak omega-3 nabati, polifenol, dan serat.
- Susu kedelai tanpa pemanis mengandung protein dan isoflavon.
Setelah memiliki dasar nutrisi yang tepat, kita bisa menyesuaikan rasa smoothie agar lebih nikmat, Beauties.
"Jangan ragu untuk menambahkan sedikit mangga atau madu mentah lokal jika Anda menyukai smoothie yang lebih manis. Anda juga bisa menambahkan pisang beku atau yogurt kelapa tanpa pemanis untuk mendapatkan tekstur yang lebih kental dan lembut," sarannya.
Babich juga mengingatkan bahwa smoothie terbaik adalah smoothie yang benar-benar kita nikmati. Jadi, tidak ada salahnya membuatnya terasa lezat tanpa harus mengorbankan kandungan nutrisi yang padat di dalamnya.
Manfaat Smoothie Ini untuk Kesehatan
Resep Smoothie untuk Jaga Kesehatan Otak, Jantung, dan Pencernaan Menurut Ahli Gizi/Foto: Pexels.com
Babich menjelaskan bahwa jarang sekali ada nutrisi atau senyawa tanaman yang hanya bermanfaat bagi otak, jantung, atau usus saja.
“Biasanya terdapat banyak tumpang tindih manfaat. Itulah salah satu alasan mengapa saya suka mencampurkan berbagai jenis makanan utuh ke dalam satu minuman smoothie,” ungkapnya.
Berikut adalah penjelasan bagaimana kombinasi nutrisi, lemak sehat, serat, dan senyawa tanaman dari bahan makanan yang sudah disebutkan sebelumnya dapat mendukung otak, jantung, dan pencernaan dengan cara yang berbeda-beda.
Kesehatan Otak
Menurut Babich, blueberry bisa mendukung kesehatan otak. Buah mungil ini kaya akan antosianin, yaitu senyawa pemberi warna yang membuat buah beri memiliki warna biru-ungu pekat.
"Makanan yang kaya antosianin dikaitkan dengan peningkatan pada aspek-aspek tertentu dari fungsi kognitif dan aliran darah, meskipun menurut saya, kita tidak boleh terlalu melebih-lebihkan satu jenis makanan tertentu sebagai ‘peningkat kinerja otak’,” paparnya.
Babich juga menyarankan penambahan biji rami bubuk dan kacang walnut ke dalam smoothie untuk mendukung kesehatan otak, karena keduanya merupakan sumber asam lemak omega-3 nabati.
“Lemak omega-3 merupakan komponen penting dalam membran sel otak, sementara biji rami memberikan manfaat tambahan berupa senyawa tanaman dan serat,” ungkapnya.
Kesehatan Jantung
Biji rami dan kacang walnut, menurut Babich, juga dapat memberikan peningkatan yang berarti bagi kesehatan jantung. “Penelitian klinis menunjukkan bahwa konsumsi biji rami dapat memperbaiki beberapa indikator lipid darah, termasuk kadar kolesterol total dan kolesterol LDL,” jelas Babich.
Sama seperti biji rami, kandungan lemak tak jenuh, ALA, serat, dan polifenol dalam kacang walnut juga dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol. Dalam sebuah tinjauan, setiap uji coba acak yang mengukur kolesterol total menunjukkan manfaat dari konsumsi kacang walnut, sementara 10 dari 12 uji coba mencatat adanya perbaikan pada kadar kolesterol LDL.
Kesehatan Usus
Untuk kesehatan usus, Babich lebih menekankan pada keberagaman asupan daripada sekadar mengandalkan satu bahan yang dianggap “serba bisa”.
“Biji rami dan kacang walnut menyediakan serat yang mencapai usus besar dan menjadi sumber makanan bagi mikrobiota usus kita,” jelasnya. “Bakteri usus memfermentasi serat-serat ini dan menghasilkan asam lemak rantai pendek, yang berperan penting bagi kesehatan usus serta metabolisme tubuh.”4
Selain itu, buah blueberry dan bayam juga mengandung beragam fitonutrien serta serat. “Saya menyukai kombinasi ini karena kita memberikan keragaman bagi mikrobioma, yang memang dibutuhkan oleh usus.”
Bagaimana, Beauties? Tertarik mencoba membuat smoothie ini besok pagi?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!