sign up SIGN UP

Sederet Sumber Antioksidan yang Bisa Kamu Dapatkan untuk Program Diet yang Mulus

Cica Rahmania | Beautynesia
Senin, 10 Jan 2022 21:30 WIB
Sederet Sumber Antioksidan yang Bisa Kamu Dapatkan untuk Program Diet yang Mulus
caption
Jakarta -

Tubuh butuh bantuan zat dan vitamin dari luar untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu zat yang dibutuhkan adalah antioksidan. Selama ini, mungkin kamu tahu bahwa antioksidan merupakan zat yang melindungi tubuh dari radikal bebas. Padahal, lebih dari itu, antioksidan memiliki fungsi lain yang bermanfaat bagi kesehatan.

Dikutip dari Self, dalam satu penelitian yang diterbitkan European Journal of Nutrition, para peneliti mengklasifikasikan 23.595 orang Amerika ke dalam empat kelompok berdasarkan konsumsi antioksidan mereka. 

Hasilnya, orang yang makan antioksidan lebih banyak memiliki risiko kematian 21% lebih rendah selama periode 13 tahun daripada orang yang makan sedikit antioksidan. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi antioksidan tinggi dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan stroke. 

Tips atasi mata kusamBuah. (Foto: Pexels.com/Polina Tankilevitch)

Tak berhenti sampai di situ, 19 studi yang melibatkan 700 ribu orang, yang diterbitkan oleh Critical Review in Oncology/Hematology, diet tinggi antioksidan dapat mengurangi risiko kanker. Dengan kata lain, kamu perlu memastikan bahwa antioksidan perlu ada di piring dietmu untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

Dari mana saja antioksidan bisa didapat? Dihimpun dari Self, berikut ulasannya.

Antioksidan dari Makanan

Makanan seperti sayur dan buah merupakan sumber vitamin dan zat-zat baik yang dibutuhkan oleh tubuh. Dengan mengonsumsi makanan utuh, seperti buah beri, sayuran hijau, umbi-bumbian, kacang-kacangan, biji-bijian, kopi, dan cokelat, kamu bisa meningkatkan antioksidan dalam tubuh. 

Teh rooibos adalah teh merah asal Afrika Selatan yang bebas kafein dan kaya akan antioksidan.Ilustrasi antioksidan. (Sumber: Unsplash.com)/ Foto: Nubira Maisty

Kendati demikian, tidak ada jumlah standar yang direkomendasikan untuk seberapa banyak seseorang perlu mengonsumsi antioksidan dalam jangka waktu tertentu. Jadi, lebih baik fokus untuk menambahkan berbagai makanan yang mengandung antioksidan ke dalam piring.

Misalnya, "hanya makan buah beri untuk sarapan atau makan jeruk atau minum teh hijau sudah cukup untuk menempatkan orang ke tingkat pola konsumsi yang lebih tinggi," kata dr. Bradley Bolling, Ph.D., asisten profesor ilmu pangan di University of Wisconsin-Madison, kepada Self.

Makanan tinggi antioksidan.Makanan tinggi antioksidan. (Foto: pexels.com/publicdomainpictures)

Sementara, dr. Lauri Wright, Ph.D., R.D., L.D., ketua departemen nutrisi dan dietetika di University of North Florida, menyarankan untuk memilih variasi makanan yang penuh warna karena warna buah dan sayuran dapat berfungsi sebagai petunjuk kandungan antioksidannya. 

Buah berwarna kemerahan seperti apel, stroberi, ceri asam, kubis merah, dan paprika merah cenderung kaya akan jenis flavonoid yang disebut antosianin, sedangkan produk berwarna oranye dan kuning seperti mangga, paprika kuning, jeruk, dan pisang merupakan sumber vitamin C yang baik.

[Gambas:Youtube]

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id