Selain KitKat, Ini 12 Kasus Pencurian Makanan Berskala Besar yang Menggegerkan Dunia

Natasha Riyandani | Beautynesia
Kamis, 30 Apr 2026 12:00 WIB
1. Sirup Maple
Sirup maple/ Foto: Freepik.com/wirestock

Hilangnya cokelat KitKat sebanyak 12 ton dalam pengiriman dari Italia ke Polandia menjadi perbincangan hangat di media sosial belakangan ini. Insiden tersebut bukan sekadar kejadian unik, melainkan bagian dari kejahatan terorganisasi yang kian meningkat di sejumlah negara.

Kasus pencurian dalam dunia kuliner rupanya sudah cukup sering terjadi. Tidak hanya menyasar makanan ringan milik produk ternama, tetapi lobster hingga buah-buahan juga pernah hilang dengan total kerugian mencapai puluhan miliar. 

Dilansir dari detikFood, berikut 12 kasus pencurian makanan terbesar yang pernah menggegerkan dunia.

1. Sirup Maple

Sirup maple/ Foto: Freepik.com/wirestock

Pada 2011 – 2012, kasus pencurian makanan berskala besar pernah terjadi di Quebec, Kanada. Dalam peristiwa ini, pelaku berhasil mencuri sekitar 3.000 ton sirup maple dari cadangan global yang dikelola pemerintah setempat. Nilai kerugiannya ditaksir mencapai USD18,7 juta (sekitar Rp318 miliar).

Modus yang digunakan bisa dibilang sangat rapi. Mereka mengganti tong berisi sirup maple dengan air agar tidak terdeteksi saat pemeriksaan rutin. Oleh sebab itu, muncul dugaan bahwa pencurian ini melibatkan orang dalam yang mengetahui sistem distribusi.

Masih di wilayah yang sama, pada tahun 2018, dilaporkan pencurian 20.000 liter sirup mapel, dengan nilai jual lebih dari USD100.000 (sekitar Rp1,7 miliar). Sirup maple ini diambil dari gudang kargo, tempat di mana ratusan ribu liter sirup itu disimpan.

Di Kanada sendiri, popularitas sirup maple tidak terkalahkan, sering dijadikan pemanis atau topping pelengkap saat menikmati pancake dan waffle, sehingga tak heran jika kerap jadi incaran dalam aksi pencurian.

2. Minyak Zaitun

Minyak zaitun/ Foto: Freepik.com/freepik

Di Houston, Amerika Serikat, minyak zaitun premium juga pernah menjadi sasaran pencurian besar pada 2024. Pelaku berhasil membawa kabur sekitar 18 truk minyak zaitun dengan total kerugian mencapai USD2,5 juta (sekitar Rp42,5 miliar).

Minyak zaitun sendiri sering disebut ‘emas cair’ karena harganya yang sangat tinggi di pasar global. Alih-alih mencari keuntungan besar, minyak zaitun hasil curian tersebut dilaporkan dijual kembali di pasaran dengan harga yang jauh lebih murah, hanya setengah harga normalnya saja. 

3. Wine

Wine/ Foto: Unsplash.com/Denis Sousa

Proses panjang mulai dari penanaman hingga penuaan (aging) di tong kayu ek selama bertahun-tahun, membuat harga jual wine bisa sangat tinggi. Bahkan, satu botolnya bisa dihargai hingga ratusan juta.

Hal itulah yang terjadi di Yountville, California, Amerika Serikat, di mana dua orang menyusup ke dalam restoran French Laundry mengambil 76 botol wine berkualitas tinggi dan super langka. Total kerugian yang ditaksir pun mencapai USD550.000 (Rp9,3 miliar).

4. Keju

Keju/ Foto: Unsplash.com/Haberdoedas II

Kembali terjadi, kasus pencurian makanan dalam skala besar kali ini melibatkan perusahaan keju artisan bernilai fantastis. Sebanyak 24 ton keju cheddar premium dilaporkan hilang dari Neal’s Yard Dairy di London, Inggris.

Total kerugian yang ditanggung oleh perusahaan tersebut pun tak main-main, mencapai Rp6,9 miliar. Berdasarkan dugaan, pencurian ini bermula dari aksi penipuan yang dilakukan seseorang yang menyamar sebagai distributor keju asal Prancis.

Pelaku akhirnya berhasil membawa kabur seluruh stok keju tanpa menimbulkan kecurigaan. Peristiwa ini pun sempat menarik perhatian banyak orang di media sosial, termasuk seorang chef selebriti, Jamie Oliver, yang turut menyampaikan keprihatinannya dan membantu menyebarkan informasi guna melacak keberadaan keju yang hilang tersebut.

5. Lobster

Lobster/ Foto: Unsplash.com/Louis Hansel

Masih di Amerika Serikat, kasus pencurian tak biasa kembali terjadi ketika pengiriman lobster bernilai fantastis dilaporkan hilang di tengah perjalanan. Total kerugiannya mencapai lebih dari USD400.000 (sekitar Rp6,8 miliar).

Awalnya, pengiriman tersebut berangkat dari gudang di Massachusetts dan seharusnya tiba di sejumlah gudang ritel besar di wilayah Midwest. Namun, hingga waktu pengantaran, muatan lobster itu tak pernah sampai tujuan.

Modus yang digunakan pelaku diketahui meliputi pemalsuan identitas sopir lengkap dengan dokumen resmi dan sistem komunikasi yang sulit dilacak. Kasus ini sempat melibatkan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk proses penyelidikannya.

6. Alpukat

Alpukat/ Foto: Unsplash.com/Hitoshi Namura

Bukan hanya makanan kering atau kemasan saja, tetapi buah-buahan juga pernah menjadi target pencurian berskala besar. Pada 2017 lalu, tiga orang pekerja bernama Carlos Chavez, Rahim Leblanc, dan Joseph Valenzuela, yang berasal dari Oxnard, California, Amerika Serikat, memutuskan untuk mencuri ribuan alpukat dari tempat mereka bekerja.

Alpukat curian bernilai USD300.000 (sekitar Rp5,1 miliar) itu pun dijual kembali. Aksi mereka ini akhirnya tertangkap oleh pihak perusahaan, melalui rekaman CCTV yang memperlihatkan ketiganya tengah menjual kotak-kotak berisi alpukat tersebut.

7. Pistachio

Pistachio/ Foto: Unsplash.com/Engin Akyurt

Kacang pistachio yang populer di berbagai kudapan juga pernah mengalami pencurian besar-besaran. Kasus ini melibatkan seorang pria yang ditangkap setelah diduga mencuri sekitar 19 kg pistachio berkualitas tinggi dari sebuah perusahaan di Tulare County, California, Amerika Serikat, pada tahun 2021.

Pencurian ini terungkap setelah perusahaan menemukan selisih stok saat audit rutin, di mana total kerugiannya mencapai USD170.000 (sekitar Rp2,9 miliar).

Namun, kasus serupa juga pernah terjadi di beberapa negara. Menurut aparat setempat, kacang pistachio sering menjadi target pencurian karena mudah dijual kembali dan sulit dilacak setelah keluar dari kemasan aslinya. Saat tertangkap, pelaku diketahui tengah memindahkan kacang dari karung besar ke kemasan kecil.

8. Campbell’s Soup

Campbell’s Soup/ Foto: Unsplash.com/Calle Macarone

Pada 2013, kasus pencurian yang menimpa produk Cambell’s Soup juga sempat menarik perhatian banyak orang. Produk makanan kalengan yang sangat populer di Amerika ini harus mengalami kerugian cukup fantastis, mencapai USD75.000 (sekitar Rp1,2 miliar).

Hal ini terungkap setelah seorang pencuri bernama Diaz Acosta dilaporkan melakukan pencurian dalam jumlah yang besar. Ketika ditangkap, terdapat ribuan kaleng Campbell’s Soup di dalam mobil truknya.

9. Chicken Wings

Chicken wings/ Foto: Unsplash.com/Brian Chan

Sebagai salah satu makanan paling ikonik di Amerika Serikat, chicken wings atau terkenal dengan julukan “Buffalo Wings” sering disajikan sebagai menu utama di berbagai restoran dan bar.

Maka tak heran jika banyak restoran yang menyimpan stok ratusan hingga ribuan chicken wings di dapur restoran mereka, terutama restoran yang spesial menyajikan menu ini.

Hal inilah yang dilakukan oleh dua pria asal Georgia, Dewayne Patterson dan Renaldo Jackson, yang mencuri sekitar 1.179 kg atau lebih dari 1 ton sayap ayam dari restoran tempat mereka bekerja pada tahun 2013.

Pencurian ini diketahui dilakukan secara bertahap selama kurun waktu waktu tertentu, di mana kedua pelaku mengambil persediaan chicken wings dari gudang restoran untuk dijual kembali. Kerugian yang ditimbulkan mencapai lebih dari USD65.000 (sekitar Rp1,1 miliar).

10. Cokelat Paskah

Cadbury Crème Eggs/ Foto: Unsplash.com/Meghan Rodgers

Kasus pencurian makanan yang tak kalah mengejutkan terjadi di Inggris pada 2023 lalu, ketika menjelang Paskah. Seorang pria dilaporkan mencuri sekitar 200 ribu butir telur cokelat Cadbury Crème Eggs senilai USD48.000 (sekitar Rp815 juta) dari sebuah gudang produsen cokelat di Telford.

Pencurian ini diketahui dilakukan dengan perencanaan matang, di mana pelaku memotong gembok gudang dan menggunakan truk curian untuk membawa kabur cokelat-cokelat tersebut. Sayangnya, aksi ini tidak berjalan mulus karena polisi berhasil menghentikan pelaku saat dalam perjalanan dan mengamankan seluruh barang bukti.

11. Pie

Pie/ Foto: Freepik.com/KamranAydinov

Siapa sangka, seorang chef berbintang Michelin juga pernah mengalami pencurian makanan yang tak biasa. Ia menjadi korban pencurian setelah puluhan pie buatannya raib digondol maling. Total kerugiannya ditaksir mencapai USD30.000 (sekitar Rp510 juta).

Pie-pie tersebut diketahui merupakan hasil produksi eksklusif dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas premium. Oleh sebab itu, harganya jauh lebih mahal dibanding pie pada umumnya.

Pencurian ini diduga terjadi saat proses distribusi, di mana pelaku berhasil membawa kabur seluruh muatan tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku atau kemungkinan adanya jaringan yang terlibat.

12. Nutella

Nutella/ Foto: Unsplash.com/Aserusainhuu

Pada tahun 2013, pencurian tak biasa juga pernah terjadi di Bad Hersfeld, Jerman. Pelaku membawa kabur lebih dari lima ton Nutella dari sebuah gudang penyimpanan. Nilai kerugian diperkirakan lebih dari USD20.000 (sekitar Rp340 juta).

Jumlah tersebut diketahui setara dengan sekitar 6.875 toples besar Nutella. Namun, peristiwa ini bukan satu-satunya kasus pencurian yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

Beberapa waktu sebelumnya, kasus pencurian terjadi saat pengiriman kopi senilai USD30.000 (sekitar Rp510 juta), serta pencurian minuman energi pada tahun sebelumnya. Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti ke mana hilangnya makanan-makanan tersebut.

Nah, itulah 12 kasus pencurian makanan berskala besar yang pernah terjadi di berbagai negara di dunia. Bak di film-film, aksi pencurian nekat semacam itu rupanya beneran terjadi di dunia nyata, lho!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE