Selain Obesitas, Ini Bahaya yang Mengintai Jika Kamu Terlalu Banyak Makan Junk Food

Friska Nindi Rianti | Beautynesia
Rabu, 20 Mar 2019 03:30 WIB
https://images.pexels.com/photos/70497/pexels-photo-70497.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&h=650&w=940
Dalam berbagai tips kesehatan, kamu pasti sering menemukan saran untuk mengurangi bahkan menghindari junk food. Hal ini karena junk food memiliki berbagai macam dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Kamu salah satu pecinta junk food? Jika iya, sebaiknya kamu harus kurangi mulai sekarang, ya. Sebab dalam jangka waktu panjang, mengonsumsi junk food tak hanya dapat menyebabkan obesitas, namun memicu munculnya berbagai masalah kesehatan serius berikut.

Memicu Penyakit Jantung


Bukan nutrisi, kandungan paling banyak dalam junk food adalah lemak jenuh dan lemak trans. Kandungan kedua lemak yang tinggi ini tidak hanya menyebabkan obesitas, namun juga dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung. Berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat dan trigliserid, kandungan lemak pada junk food kemudian akan mempengaruhi kesehatan jantung.


Foto: https://pexels.com/

Meningkatkan Resiko Diabetes


Meski tinggi karbohidrat, junk food nyaris tidak memiliki kandungan serat sehingga dapat menyebabkan gula darah meningkat tajam. Hal ini karena serat dapat membantu menghambat pelepasan glukosa ke dalam darah, sehingga tanpanya tubuh akan kesulitan mengatur kadar gula darah yang tinggi. Jika kamu terlalu sering mengonsumsi junk food, resiko terkena diabetes tipe 2 pun akan semakin besar. Kamu juga sebaiknya hindari mengonsumsi minuman bersoda dalam porsi besar karena kandungan gula di dalamnya sangat tinggi. 


Foto: https://pexels.com/

Berpotensi Terserang Tekanan Darah Tinggi


Menu-menu junk food seperti ayam dan kentang goreng serta keripik umumnya mengandung jumlah garam berlebih untuk menambah cita rasa. Namun hal ini menyebabkan jumlah natrium dalam tubuh meningkat sehingga potensi terserang tekanan darah tinggi semakin besar. Selain tekanan darah tinggi, kandungan garam yang tinggi dalam junk food juga berakibat buruk pada fungsi ginjal serta dapat menyebabkan radang usus.


Foto: https://www.360.org.au/

Menurunnya Fungsi Kognitif Otak


Sebuah studi di Australia menunjukkan bahwa orang yang terlalu banyak makan junk food terbukti memiliki masalah dalam mengingat dan menyimpan memori. Studi lain yang dilakukan di Amerika juga menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan daya pikir berupa kurangnya kemampuan fokus, sulit berkonsentrasi dan kelambanan bertindak pada individu yang mengonsumsi junk food secara berlebihan. 


Foto: https://pexels.com/

Lebih Mudah Terserang Depresi


Tak hanya mengakibatkan masalah kegemukan dan penyakit jantung, kandungan lemak tinggi dalam junk food juga dapat mempengaruhi suasana hati hingga menjadikanmu rentan stress. Studi menunjukkan, mengonsumsi makanan berlemak tinggi secara berlebihan dan dalam jangka waktu panjang dapat memicu perubahan hormonal. Hal inilah yang kemudian membuat mood jadi tak menentu sehingga kamu lebih rawan terserang stress dan depresi. 


Foto: https://pexels.com/

Terganggunya Sistem Kekebalan Tubuh


Junk food mengandung lemak dan kalori yang tinggi namun sangat minim kandungan gizi. Terlalu mengandalkan junk food untuk dikonsumsi sehari-hari menyebabkanmu kekurangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kamu pun menjadi lebih gampang sakit karena sistem kekebalan tubuh menurun. Selain itu, junk food juga dapat mengakibatkan peradangan di usus dan bagian dalam tubuh lainnya yang dapat memicu munculnya masalah kesehatan wanita dan pria yang kronis.


Foto: https://pexels.com/
(kik/kik)
Loading ...