Sering Dikaitkan dengan Hal Gaib, Ini Penjelasan Ilmiah tentang Tindihan saat Tidur

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Senin, 14 Sep 2026 18:30 WIB
Kenapa Saat Tindihan Tubuh Terasa Tidak Bisa Bergerak?
Ilustrasi tidur/Freepik: jcomp

Pernah mengalami tindihan saat tidur, Beauties? Kamu merasa sudah membuka mata dan sadar dengan keadaan di sekitar, tetapi tubuh seperti terkunci dan sama sekali nggak bisa digerakkan. Lebih bikin merinding lagi kalau saat itu kamu merasa seperti ada seseorang di dalam kamar atau melihat sosok tertentu.

Pengalaman seperti ini sering dikaitkan dengan makhluk gaib karena terasa begitu nyata. Padahal, dalam dunia medis, kondisi tersebut punya penjelasan yang berkaitan dengan siklus tidur dan fase REM. Lalu, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh saat mengalami tindihan dan kenapa bisa muncul sensasi seperti ada “sesuatu” di dekat kita?

Apa Itu Tindihan dalam Kesehatan?

Ilustrasi konsultasi/Freepik: pressfoto

Fakta tindihan atau sleep paralysis yang pertama adalah ini terjadi ketika kesadaran seseorang dan kondisi tubuh saat tidur tidak “bangun” pada waktu yang sama, Beauties. Tindihan dalam ilmu kesehatan artinya otak sudah mulai sadar dan kamu bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di sekitar, tetapi tubuh masih berada dalam kondisi tidur. Akibatnya, kamu mungkin merasa sudah bangun, tetapi tangan, kaki, atau mulut seperti tidak bisa digerakkan.

Dilansir dari Cleveland Clinic, sleep paralysis terjadi ketika seseorang mendapatkan kembali kesadaran saat tubuh masih berada dalam kondisi tidur REM. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang sementara tidak mampu bergerak atau berbicara dan dapat disertai pengalaman seperti halusinasi.

Tindihan biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat, mulai dari beberapa detik hingga beberapa menit. Meski bisa terasa sangat menakutkan, sleep paralysis pada umumnya tidak berbahaya. Pengalaman ini juga bisa terjadi ketika seseorang baru tertidur maupun ketika hendak terbangun.

Kenapa Saat Tindihan Tubuh Terasa Tidak Bisa Bergerak?

Ilustrasi tidur/Freepik: jcomp

Saat tidur REM, otak berada dalam kondisi yang cukup aktif dan mimpi biasanya terjadi pada fase ini. Di waktu yang sama, sebagian besar otot rangka dibuat sangat rileks sehingga tubuh tidak benar-benar melakukan gerakan seperti yang terjadi dalam mimpi.

Masalahnya, terkadang kesadaran seseorang muncul lebih dulu sebelum mekanisme tersebut berhenti. Akibatnya, kamu bisa merasa sudah bangun dan sadar, tetapi tubuh masih berada dalam kondisi seperti saat tidur REM. Inilah yang membuat tangan, kaki, bahkan suara terasa sulit digunakan untuk bergerak atau berbicara.

Kenapa Bisa Merasa Melihat atau Merasakan Kehadiran Sesuatu?

Ilustrasi takut hantu/Freepik: jcomp

Nah, ini bagian yang sering membuat tindihan dikaitkan dengan makhluk gaib, Beauties. Saat mengalami sleep paralysis, seseorang bisa merasa seperti ada sosok di kamar, melihat bayangan, mendengar suara, atau merasakan sesuatu menekan tubuh. Sensasinya bisa terasa benar-benar nyata meskipun sebenarnya terjadi saat otak masih berada dalam transisi antara tidur dan bangun.

Secara medis, pengalaman tersebut dapat berupa halusinasi terkait tidur. Kondisi ini terjadi ketika unsur dari aktivitas mimpi terbawa ke keadaan sadar. Bahkan, bentuknya tidak selalu berupa penglihatan. Ada orang yang merasakan sentuhan, tekanan di dada, suara, atau sensasi seperti ada seseorang berdiri di dekatnya.

Karena pengalaman tersebut sangat nyata, tidak heran kalau masyarakat di berbagai budaya memiliki cerita atau kepercayaan masing-masing mengenai penyebabnya. Namun, dari sudut pandang medis, adanya sosok atau tekanan yang dirasakan saat tindihan dapat dijelaskan melalui mekanisme sleep paralysis dan halusinasi yang menyertainya.

Apa yang Bisa Memicu Tindihan?

Ilustrasi tidak bisa tidur/Freepik: jcomp

Tindihan bisa terjadi pada siapa saja dan penyebab tindihan pastinya tidak selalu bisa diketahui. Namun, beberapa kondisi dapat membuat seseorang lebih rentan mengalaminya. Salah satunya adalah kurang tidur, terutama ketika pola tidur tidak teratur.

Selain itu, perubahan jadwal tidur, seperti sering tidur larut malam atau bekerja dengan sistem shift, juga dapat mengganggu pola tidur. Stres dan kecemasan pun dapat ikut berhubungan dengan sleep paralysis karena keduanya bisa membuat kualitas tidur menjadi kurang baik.

Dilansir dari Cleveland Clinic, sleep deprivation, jadwal tidur yang tidak teratur, narkolepsi, sleep apnea, serta beberapa kondisi seperti gangguan kecemasan dapat berkaitan dengan munculnya sleep paralysis.

Cara Mengurangi Risiko Tindihan Saat Tidur

Ilustrasi tidak bisa tidur/Freepik: Karlyukav

Kalau kamu sering mengalami tindihan, salah satu cara mengatasi tindihan yang bisa dicoba adalah memperbaiki kebiasaan tidur. Usahakan punya waktu tidur dan bangun yang relatif konsisten setiap hari serta cukup tidur. Hindari kebiasaan begadang terus-menerus karena kurang tidur dapat meningkatkan risiko sleep paralysis.

Kamu juga bisa menciptakan suasana kamar yang nyaman, mengurangi penggunaan gadget menjelang tidur, dan mengelola stres dengan aktivitas yang membuat tubuh lebih rileks. NHS juga menyarankan tidur sekitar 7–9 jam, menjaga jadwal tidur yang konsisten, serta menghindari kafein, alkohol, atau rokok menjelang waktu tidur.

Kalau tindihan terjadi sangat sering, membuat kamu takut tidur, atau menyebabkan kamu terus-menerus merasa kelelahan pada siang hari, sebaiknya jangan hanya dianggap sebagai pengalaman mistis, Beauties. Kondisi tersebut bisa dibicarakan dengan dokter untuk mencari tahu apakah ada gangguan tidur lain yang mendasarinya.

Jadi, Beauties, tindihan memang bisa terasa menyeramkan banget, apalagi ketika kamu merasa melihat sosok atau merasakan ada sesuatu di dekatmu.  Bukan berarti pengalamanmu “nggak nyata”, ya. Sensasinya memang bisa terasa sangat nyata, tetapi penyebabnya dapat dijelaskan secara ilmiah melalui cara kerja otak dan tubuh saat tidur.

__

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE