Sering Nyeri Haid? Waspadai Penyakit Endometriosis yang Pernah Dialami Zaskia Sungkar
Pasangan selebritas Irwansyah dan Zaskia Sungkar belum dikaruniai momongan setelah delapan tahun mengarungi bahtera rumah tangga. Pada 2017 lalu diketahui Zaskia mengalami penyakit endometriosis dan telah menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Malaysia. Lantas, seperti apa penyakit endometriosis?
Foto: IstimewaEndometriosis adalah kondisi saat jaringan-jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar dinding rahim, seperti di indung telur, vagina, tuba falopi (saluran telur), usus, atau di rektum (bagian akhir usus yang terhubung ke anus). Karena itu, endometriosis disebut juga kelainan dinding rahim.
Foto: IstimewaDalam keadaan normal, endometrium akan menebal saat akan memasuki masa menstruasi. Jika tidak dibuahi, endometrium yang menebal akan luruh dan keluar dari tubuh sehingga terjadi menstruasi.
Namun, pada kasus endometriosis, jaringan endometrium di luar rahim juga ikut menebal, tapi tidak bisa keluar dari tubuh. Akibatnya, endometriosis terus menumpuk, yang ujung-ujungnya dapat memicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan, seperti nyeri yang luar biasa hingga sulit memiliki anak.
Nyeri Perut dan Panggul
Foto: IstimewaUmumnya, endometriosis terjadi pada wanita berusia 30 hingga 40 tahun. Meski demikian, penyakit ini tak menutupi kemungkinan bisa menyerang wanita usia berapapun. Penyebab endometriosis masih belum diketahui pasti. Namun, diduga terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh atau aliran darah menstruasi yang berbalik arah.
Kondisi ini memiliki gejala, di antaranya kerap mengalami nyeri di perut bagian bawah dan panggul, terlebih saat menstruasi rasa nyeri semakin besar, jumlah darah yang berlebih saat haid, nyeri saat berhubungan intim, serta rasa sakit saat buang air besar atau buang air kecil.
Foto: IstimewaNah, Ladies jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasi dengan dokter untuk mendiagnosa lebih jelas. Ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan.
Mulai dari terapi hormon untuk membantu menyeimbangkan hormon estrogen, pemberiaan obat pereda nyeri, hingga operasi pengangkatan endometrium, seperti laparoskopi, laparotomi, juga histerektomi.