Ternyata Konsumsi Kolak Setiap Berbuka Puasa Boleh Saja, Asal Perhatikan Hal Ini...

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Rabu, 27 Mar 2024 11:30 WIB
Ternyata Konsumsi Kolak Setiap Berbuka Puasa Boleh Saja, Asal Perhatikan Hal Ini...
Bolehkah kolak dikonsumsi setiap berbuka puasa/Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto

Bagi Beauties, menu apakah yang wajib ada saat berbuka puasa? Sebagian besar masyarakat memilih kolak. Rasanya kalau tidak ada kolak seperti ada yang kurang. 

Kolak sejatinya berisi buah-buahan yang dikombinasikan bersama santan dan gula merah. Disamping rasa manis dan mengenyangkannya itu, kolak mengandung kalori yang cukup tinggi lho, Beauties.

Kalori dalam Semangkuk Kolak Setara dengan 200 Gram Nasi

Kalori yang ada dalam semangkuk kolak setara dengan 200 gram nasi/foto: freepik.com/jcomp

Taukah Beauties, kalori dalam semangkuk kolak setara dengan nasi berukuran 200 gram. Dalam semangkuk kolak itu terdiri dari 200 gram pisang tanduk, 40 gram gula merah, 20 gram labu kuning, 20 gram ubi, dan 80 ml santan.

Lalu, bagaimana dengan nilai gizi dari semangkuk kolak itu? Berdasarkan isian yang telah dipaparkan, tercatat terdapat 10,9 lemak, 55,34 karbohidrat, 0,98 protein, dan 306,42 energi.

Lantas, Bolehkah Mengonsumsi Kolak Setiap Berbuka Puasa?

Mengonsumsi kolak setiap buka puasa dibolehkan asalkan dibatasi porsinya/foto: freepik.com/jcomp

Siapa yang suka kalap makan saat berbuka puasa? Semua makanan dibabat habis tanpa sisa, tidak terkecuali kolak. Bicara soal menu buka puasa, bolehkah mengonsumsi kolak setiap hari?

Tidak sedikit orang beranggapan bahwa tidak baik mengonsumsi kolak setiap hari. Namun, kalau suka sekali dengan kolak, bagaimana?

Dokter gizi bernama Inge Permadhi mengatakan, tidak ada larangan mengonsumsi kolak setiap hari. Menurutnya, boleh saja mengonsumsinya setiap hari asalkan... dalam jumlah sedikit dan diimbangi dengan olahraga, mengutip CNN Indonesia.

Kenapa harus dalam jumlah sedikit? Kandungan nutrisi yang ada dalam semangkuk kolak didominasi karbohidrat. Terbayang bukan, jika terlalu banyak mengonsumsinya bisa memicu kenaikan berat badan. Apalagi jika sehabis makan kolak dilanjut makan berat.

Selain itu, kolak juga bercita rasa manis. Jika berlebihan mengonsumsinya bisa memicu naiknya kadar gula berlebih.

Jadi, kunci dari mengonsumsi kolak adalah porsi makannya. Jika porsinya tidak berlebihan, diimbangi dengan pemenuhan nutrisi lainnya serta olahraga, maka tidak akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE