sign up SIGN UP

6 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan

Esra Dopita | Beautynesia
Senin, 21 Dec 2020 18:30 WIB
6 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan
caption

Skincare routine dengan teknik layering atau menerapkan secara berlapis-lapis dalam waktu bersamaan tengah digemari sejak terakhir belakangan. Teknik ini diyakini dapat memberi efek positif sekaligus pada kulit. Padahal, memakai skincare routine berlapis tidak boleh sembarangan.

Ada beberapa kandungan skincare yang tidak cocok dan boleh digunakan bersamaan. Alih-alih mendapat efek lebih, kandungan ini justru dapat meningkatkan risiko iritasi dan permasalahan lainnya. Bahkan membuat kandungan menjadi tidak berkhasiat. Berikut ini kandungan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan dikutip dari laman Everyday Health. 

Retinol dan Alpha Hydroxy Acid (AHA)

Retinol dan alpha hydroxy acid (AHA) bila digabungkan memberi dampak buruk lebih banyak karena sama-sama mengelupas lapisan luar kulit.
https://unsplash.com/@good_citizen

Retinol atau retinoid merupakan turunan vitamin A dan alpha hydroxy acid (AHA) termasuk asam glikolat. Kedua kandungan ini kerap menjadi pilihan dokter kulit lantaran memiliki manfaat yang sama seperti anti-penuaan, mempercepat pergantian sel kulit, dan meningkatkan produksi kolagen.

Sayangnya, bila keduanya digabungkan, lebih banyak memberi dampak buruk karena sama-sama mengelupas lapisan luar kulit. "Keduanya memiliki efek samping yang berpotensi menyebabkan iritasi, terlebih jika digabungkan," kata Elizabeth Bahar Houshmand, dokter kulit bersertifikat di Dallas, Amerika Serikat.

Iritasi yang ditimbulkan seperti memerah, perih, dan mengelupas. Meski begitu, Elizabeth tidak meminta pasien harus melepas salah satu di antaranya. Ia menyarankan menggunakan keduanya pada hari berbeda. Misalnya, AHA pada Senin, retinol pada Selasa, dan seterusnya.

Retinol dan Benzoil Peroksida

Padahal, retinol dan benzoil peroksida tidak boleh diaplikasikan secara bersamaan. Niat baik melawan jerawat malah menjadi bumerang. Sebab, benzoil peroksida dapat menonaktifkan molekul retinol.
https://unsplash.com/@charissek

Tak hanya sebagai anti-penuaan, retinol juga ampuh mengatasi jerawat lantaran kemampuannya melakukan pengelupasan dan mencegah pori-pori tersumbat. Benzoil peroksida dikenal untuk perawatan kulit jerawat. Karena itu, kamu mungkin tergoda menggunakan keduanya secara bersamaan.

Padahal, retinol dan benzoil peroksida tak boleh diaplikasikan secara bersamaan. Niat baik melawan kulit jerawat malah menjadi bumerang. “Benzoil peroksida dapat menonaktifkan molekul retinol," kata Brooke Sikora, dokter kulit di Chestnut Hill, Massachusetts, AS. Sebagai alternatif, gunakan benzoil peroksida pada pagi hari dan retinol pada malam hari. 

Retinol dan Vitamin C

Retinol dan vitamin C bekerja pada lingkungan pH yang berbeda. Vitamin C paling efektif di lingkungan pH asam, sedangkan retinol bekerja dalam pH lebih tinggi (lebih basa). Jadi, keduanya tidak akan bekerja maksimal bila digunakan bersamaan.
https://unsplash.com/@charissek

Retinol dan vitamin C bekerja pada lingkungan pH yang berbeda. Menurut Sikora, vitamin C adalah bahan yang sulit diformulasikan karena efektif di lingkungan pH asam, sedangkan retinol bekerja dalam pH lebih tinggi (lebih basa). Jadi, keduanya tidak akan bekerja maksimal bila digunakan bersamaan.

Cara terbaik adalah menggunakan keduanya pada waktu berbeda. Retinol paling baik diaplikasikan pada malam hari. Sebab, pada siang hari, membuat kulit lebih sensitif serta meningkatkan risiko kerusakan akibat sinar matahari. Vitamin C berfungsi baik pada siang hari karena merupakan antioksidan yang melindungi kulit dari paparan sinar matahari serta polusi. 

Retinol dan Asam Salisilat

Retinol dan asam salisilat dapat menyebabkan kulit kering meski digunakan tidak bersamaan. Karena itu, memakai keduanya secara bersamaan tentu meningkatkan risiko kulit kering, iritasi, juga memperburuk kondisi kulit.
https://unsplash.com/@lillileino

Asam salisilat atau salicylic acid adalah kandungan skincare yang bermanfaat menyembuhkan jerawat serta meregenerasi kulit. Baik retinol maupun asam salisilat dapat menyebabkan kulit kering meski digunakan tidak berbarengan.

Karena itu, memakai kedua kandungan skincare itu secara bersamaan tentu meningkatkan risiko kulit kering, iritasi, juga memperburuk kondisi kulit. Cara mengatasinya adalah menggunakan asam salisilat pada pagi dan retinol pada malam hari. 

Pembersih Berbasis Sabun dan Vitamin C

Pembersih wajah berbahan dasar sabun dengan pH tinggi tidak boleh digabung dengan vitamin C. Sebab, pembersih wajah tersebut dapat menurunkan kemampuan kulit menyerap vitamin C.
https://unsplash.com/@englishmum

Vitamin C adalah produk skincare yang dipakai pada pagi hari. Namun,  facial wash yang digunakan juga penting diperhatikan. Seperti disebutkan sebelumnya, vitamin C paling baik jika diformulasikan dengan pH rendah.

Leslie Baumann, dokter kulit, menulis dalam MDedge Dermatology bahwa menggunakan pembersih berbahan dasar sabun dengan pH tinggi dapat menurunkan kemampuan kulit menyerap vitamin C.

Kulit tak hanya kehilangan perlindungan terhadap radikal bebas, tapi juga berisiko penuaan dini. Untuk itu, Baumann merekomendasikan mencuci wajah memakai pembersih berbahan asam salisilat atau asam glikolat pada pagi hari sebelum mengoleskan vitamin C. 

Dua Produk dengan Bahan Aktif Sama

Kandungan skincare dari bahan aktif yang sama juga tidak disarankan digunakan secara bersamaan. Sebab, pada sebagian besar orang, penggabungan dua komposisi tersebut terlalu keras.
https://unsplash.com/@charissek

Kandungan skincare yang berasal dari bahan aktif yang sama juga tidak disarankan digunakan secara bersamaan. Contohnya, memakai dua produk jerawat yang mengandung benzoil peroksida. Contoh lain, mengaplikasikan masker wajah dengan kandungan asam glikolat, lalu diakhiri dengan krim yang mengandung asam mandelik.

Keduanya berasal dari bahan aktif yang sama, AHA. Karena itu, dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit. Meski demikian, kondisi tersebut tidak selalu terjadi sama pada setiap orang. Pada beberapa orang, tidak menimbulkan iritasi, kemerahan, serta mengelupas. Bila tidak menimbulkan risiko di atas, kamu bisa melanjutkannya. Namun, sebagian besar orang, penggabungan dua komposisi tersebut terlalu keras.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id