sign up SIGN UP

Kenali Gig Economy, Berpenghasilan Tanpa Harus ke Kantor

Phanie Fauziah | Minggu, 04 Jul 2021 20:30 WIB
Kenali Gig Economy, Berpenghasilan Tanpa Harus ke Kantor
caption
Jakarta -

Berpenghasilan padahal hanya diam di rumah? Rasanya terdengar cukup konyol, baru-baru ini heboh seorang ibu yang menuduh tetangganya melakukan praktik babi ngepet. Hal ini dikarenakan tetangganya bergelimang harta padahal hanya di rumah saja.

Faktanya, isu babi ngepet ini hanyalah gosip yang dibuat-buat. Padahal mungkin saja tetangganya tersebut memiliki bisnis yang memang tidak diketahui atau bahkan ia bekerja di rumah sehingga tetap berpenghasilan. Terlebih saat ini merupakan masa pandemi, hampir seluruh pekerja melakukan tugasnya di rumah atau work from home.

Mengenal Gig Economy

Proses kerja gig economy ini membuat konsep dunia kerja menjadi lebih fleksibel.
Gig Economy/Freepik

Pernahkah mendengar tentang istilah gig economy? Yups, istilah ini sempat hangat diperbincangkan setelah isu orang bisa berpenghasilan dengan hanya di rumah saja atau bekerja di rumah. Saat ini kita tengah berada di era digital, yang mana pemikiran kita harus semakin terbuka. Konsep bekerja pun tentunya bukan hanya di kantor saja, kita bisa melakukan pekerjaan secara online.

Mungkin kita sudah tahu mengenai freelance. Nah, konsep bekerja seperti ini bisa dikatakan sebagai gig economy. Proses kerja gig economy ini membuat konsep dunia kerja menjadi lebih fleksibel.

Dalam Studi Brinkley, gig economy merupakan sektor ekonomi yang terdiri dari pekerja profesional yang bekerja secara independen (freelancer/gig employment), mengerjakan proyek-proyek tunggal berjangka pendek, baik dari institusi hingga perorangan.

Penghasilan para pekerja dengan konsep gig economy ini juga berbanding lurus dengan pekerjaan maupun proyek yang didapatkan. Apalagi tidak terikat dengan satu perusahaan atau satu proyek saja, sehingga kita bebas memilih lebih dari satu proyek atau perusahaan yang kita kerjakan.

Kelebihan dan Kekurangan Gig Economy

Gig Economy memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan dan Kekurangan Gig Economy/Freepik

Implementasi gig economy ini pada dasarnya tak hanya menguntungkan para gig worker, tapi juga menguntungkan perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan bisa mendapatkan pekerja dengan menekan pengeluaran bonus, tunjangan, hingga pensiun. Memang gig worker ini hanya bersifat sementara tidak terikat pekerja tetap atau pekerja full time.

Setiap kelebihan dari keuntungan yang didapat tentunya ada kekurangan. Kekurangan dari gig economy ini adalah dari segi hukum. Sampai saat ini para gig worker atau freelancer ini belum memiliki payung regulasi yang melindungi.

Secara hukum status freelancer ini memang samar, tidak bisa diklasifikasikan sebagai karyawan maupun wiraswasta ‘kecil’. Sehingga, gig company seperti terkesan semena-mena maupun sepihak mengenai keputusan kebijakan proyek yang dijalankan.

Tak sedikit kebijakan gig company berujung  merugikan bagi gig employment. Maka, penting bagi kita memahami terlebih dahulu perjanjian kerja yang hendak kita sepakati.

Nah, sudah jelaskah mengenai gig company ini atau bahkan Beauties merupakan salah satu dari gig worker tersebut?

(mel/mel)

Our Sister Site

mommyasia.id