sign up SIGN UP

Alasan Mengapa Wanita Kerap Bertahan di Toxic Relationship

Nahda Muzlena | Senin, 30 Nov 2020 18:30 WIB
Alasan Mengapa Wanita Kerap Bertahan di Toxic Relationship
caption

Memiliki hubungan yang langgeng, saling mencintai dan saling membahagiakan merupakan idaman setiap wanita. Namun, tidak semua wanita beruntung bisa merasakan hubungan bahagia seperti itu. Gak sedikit juga wanita yang merasakan hubungannya penuh kekecewaan dan kesedihan.

Bisa jadi karena pasangannya memiliki sifat kasar secara perkataan yang dapat membuat dirinya tertekan dan menyakiti psikis. Atau bahkan menyakiti secara fisik. Hubungan seperti ini biasanya dikenal dengan sebutan toxic relationship. Bagi orang lain yang tidak merasakannya pasti akan berfikir jika ia berada di hubungan seperti itu, dia akan langsung meninggalkan pasangannya karena alasannya yang jelas tak ingin selalu disakiti.

Namun, banyak wanita yang saat mengalami toxic relationship, mereka tetap tidak meninggalkan pasangannya. Mereka lebih bertahan untuk merasakan kesedihan dan kekecewaannya sendiri. Ada beberapa alasan yang membuat wanita bertahan pada hubungan toxic relationship, diantaranya berikut ini.

Sangat Mencintai Pasangannya

Sangat Mencintai Pasangannya
Sangat Mencintai Pasangannya/Foto: Freepik.com

Alasan ini adalah alasan yang paling sering disebutkan oleh wanita yang berada di toxic relationship. Bisa jadi karena hubungan percintaan yang ia jalani sudah berlangsung lama, maupun alasan lain yang ia tidak ingin hubungannya kandas begitu saja yang akhirnya membuatnya menyesal. Beberapa orang yang sangat mencintai pasangannya akan sulit berpikir logis tentang hubungannya seperti meninggalkan hubungan yang toxic.

Mempercayai Suatu saat Hubungannya akan Kembali Membaik

Mempercayai Suatu Saat Hubungannya Akan Kembali Membaik
Mempercayai Suatu Saat Hubungannya Akan Kembali Membaik/Foto: Freepik.com

Alasan wanita mempercayai hubungannya akan segera membaik salah satunya adalah hubungan yang ia jalani mungkin pada awalnya berlangsung baik-baik saja. Namun seiring berjalannya waktu, sifat pasangannya berubah menjadi kasar. Ia percaya suatu saat pasangannya akan kembali seperti dahulu ketika mereka baru memulai hubungan mereka.

Tidak Siap dengan Konsekuensi Ketika Mengakhiri Hubungan

Tidak Siap dengan Konsekuensi Ketika Mengakhiri Hubungan
Tidak Siap dengan Konsekuensi Ketika Mengakhiri Hubungan/Foto: Freepik.com

Wanita yang mengalami toxic relationship pasti sudah mempertimbangkan apa yang akan terjadi jika ia mengakhiri hubungannya dan apa yang akan terjadi jika ia bertahan.

Jika ia memilih untuk mengakhiri hubungannya, kemungkinan yang akan terjadi adalah ia akan melihat pasangannya sudah menemukan seseorang yang menggantikan posisinya, sulit move on dan kesepian. Setelah ia membayangkan konsekuensi yang akan ia dapat jika ia mengakhiri hubungannya, ia merasa takut dan tidak siap. Oleh karena itu, ia memilih untuk bertahan pada toxic relationship.

Itu dia beberapa alasan mengapa wanita memilih untuk bertahan pada toxic relationship. Jika kamu atau orang terdekatmu mengalaminya, maka kamu dapat membantunya untuk dapat berpikir secara logis bahwa jangan takut untuk meninggalkan hubungan yang toxic.

Karena bagaimanapun, setiap orang tidak pantas untuk diperlakukan kasar baik secara fisik maupun mental hingga harus merelakan kebahagiaan demi mempertahankan suatu hubungan.

(sen/sen)

Our Sister Site

mommyasia.id