sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Apa Itu Cinta, Apakah Hanya Permainan Hormon? Simak Fakta-faktanya, Yuk!

Ayuliy Lestari | Rabu, 14 Jul 2021 21:15 WIB
Apa Itu Cinta, Apakah Hanya Permainan Hormon? Simak Fakta-faktanya, Yuk!
caption

Pada tahun 1993, Nestor Alexander Haddaway pernah bertanya melalui single hits-nya, “Apa itu Cinta? ”. Bahkan dikutip dari Science in the News, para ilmuwan di berbagai bidang mulai dari antropologi hingga ilmu saraf telah mengajukan pertanyaan yang sama selama beberapa dekade, Beauties. Pasti kamu pun penasaran, bukan?

Ternyata ilmu di balik cinta bisa kompleks, lho! Coba deh ingat, bagaimana terakhir kali kamu bertemu dengan seseorang yang kamu anggap menarik. Mungkin kamu akan sulit fokus, jantung berdebar kencang, telapak tangan berkeringat atau bahkan tanpa disadari kamu telah mengatakan sesuatu yang sangat bodoh, Beauties. Dari situlah, banyak orang mengira bahwa perasaan cinta muncul dari hati.

Namun ternyata, cinta adalah tentang otak yang pada gilirannya, membuat seluruh tubuh kamu 'rusak'. Menurut tim ilmuwan yang dipimpin oleh Dr. Helen Fisher di Rutgers, cinta romantis dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu nafsu, ketertarikan dan keterikatan. Setiap kategori dicirikan oleh kumpulan hormonnya sendiri yang berasal dari otak.

Apa itu cinta? Yups, cinta bisa jadi hanyalah permainan hormon, Beauties. Berikut Fakta-faktanya!

Testosteron dan Estrogen Mendorong Nafsu

Apa itu cinta
Apa itu cinta/Foto: Unsplash.com/Jacobowen

Nafsu didorong oleh keinginan untuk kepuasan seksual. Dasar evolusi ini berasal dari kebutuhan untuk bereproduksi yang bahkan kebutuhan tersebut dimiliki oleh semua makhluk hidup. Melalui reproduksi, organisme meneruskan gen mereka agar berkontribusi pada pelestarian spesies mereka.

Hipotalamus otak memainkan peran besar dalam hal ini, Beauties. Hipotalamus otak akan merangsang produksi hormon seks testosteron dan estrogen dari testis dan ovarium. Sementara bahan kimia ini sering distereotipkan sebagai “pria” dan “wanita”. 

Ternyata, testosteron meningkatkan libido di hampir semua orang. Efeknya kurang terasa dengan estrogen, tetapi beberapa perempuan melaporkan menjadi lebih termotivasi secara seksual saat berovulasi, yaitu ketika berada di tingkat estrogen tertinggi.

Testis dan ovarium mengeluarkan hormon seks testosteron dan estrogen yang mendorong hasrat seksual. Baik dopamin, oksitosin dan vasopresin, semuanya dibuat di hipotalamus, wilayah otak yang mengontrol banyak fungsi vital serta emosi yang tentunya juga akan mempengaruhi perasaan cinta.

Dopamin, Norepinefrin, dan Serotonin Ciptakan Daya Tarik

Apa itu cinta
Apa itu cinta/Foto: Unsplash.com/Timmoshoulder

Apa itu cinta? Apakah sebatas ketertarikan? Yups, ketertarikan juga memiliki peran, Beauties. Ketertarikan melibatkan jalur otak yang mengontrol perilaku seseorang. Hal tersebut menjelaskan mengapa beberapa minggu atau bulan pertama suatu hubungan bisa sangat menggembirakan dan bahkan kamu rela menghabiskan banyak waktu bersamanya.

Dopamin yang diproduksi oleh hipotalamus akan dilepaskan ketika seseorang melakukan hal-hal yang terasa baik bagi dirinya. Dalam hal ini, hal-hal tersebut termasuk menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih. Tingkat tinggi dopamin dan hormon terkait seperti norepinefrin, akan dilepaskan selama ketertarikan muncul.

Pernah nggak sih, kamu susah makan dan susah tidur saat jatuh cinta? Hal tersebut karena hormon-hormon ketertarikan seperti dopamin, norepinefri dan serotonin akan membuatmu pusing, energik dan euforia, sehingga menyebabkan penurunan nafsu makan dan insomnia. Jika hal tersebut terjadi, artinya, kamu benar-benar sedang “jatuh cinta” sehingga tidak bisa makan dan tidak bisa tidur.

Oksitosin dan Vasopresin Memediasi Keterikatan

Apa itu cinta
Apa itu cinta/Foto: Unsplash.com/Renatavanata

Keterikatan adalah faktor utama dalam hubungan jangka panjang. Sementara nafsu dan ketertarikan cukup eksklusif untuk keterikatan romantis, Beauties. Keterikatan tersebut bisa seperti persahabatan, ikatan orang tua dengan bayi dan lain-lain. Dua hormon utama yang mengambil alih adalah oksitosin dan vasopresin. Oksitosin sering dijuluki “hormon pelukan” karena alasan tersebut.

Seperti dopamin, oksitosin diproduksi oleh hipotalamus dan dilepaskan dalam jumlah besar saat berhubungan seks, menyusui dan melahirkan. Mungkin tampak seperti berbagai macam kegiatan yang sangat unik karena tidak semuanya selalu menyenangkan. Akan tetapi, banyak faktor yang menunjukkan bahwa semua peristiwa tersebut merupakan awal dari ikatan.

Itulah fakta-fakta tentang cinta yang ternyata berkaitan dengan hormon-hormon tertentu. Pertanyaan tentang “apa itu cinta” sudah terjawab, Beauties, bagaimana menurutmu?

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id