sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Bisa Nyakitin, Fenomena Ditinggal Pas Lagi Sayang-Sayangnya Ini Jangan Sampai Terjadi

Fahira mahza | Selasa, 23 Mar 2021 21:00 WIB
Bisa Nyakitin, Fenomena Ditinggal Pas Lagi Sayang-Sayangnya Ini Jangan Sampai Terjadi
caption

Menjalin hubungan dengan lawan jenis memberikan berbagai dampak positif. Pacar ataupun gebetan dapat menjadi seorang yang mendukung dan selalu ada jika dibutuhkan. Karena itu, membentuk hubungan yang sehat dengan lawan jenis sangatlah penting.

Sebelum terbentuknya status dalam sebuah hubungan, biasanya diawali dengan pendekatan terlebih dahulu. Fase pendekatan ini berguna untuk lebih mengenal satu sama lain dan membangun chemistry.

Kini banyak orang yang menjadikan fase pendekatan hanya sebagai kegiatan mengisi waktu luang. Akibatnya tentu akan merugikan pasangannya. Banyak tren kencan dan pendekatan yang harus dihindari agar tidak terjadi hubungan yang toxic dan menyakitkan.

1. Ghosting

Ghosting
Ghosting/foto: freepik.com

Beberapa waktu belakangan ini istilah ghosting cukup viral dan ramai dibicarakan di sosial media. Ghosting merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tiba-tiba menghilang saat masa pendekatan. Tanpa ada penjelasan atau masalah, orang tersebut biasanya berhenti menghubungimu bahkan menghilangkan jejak di sosial media maupun aplikasi chatting yang terkait denganmu.

Bak hantu (ghost) mereka melenyapkan diri dari hidup kamu dan tidak pernah kembali lagi. Hal ini memberikan rasa sakit hati pada korban dan tentunya merasa diberi harapan palsu. 

2. Breadcrumbing

Breadcrumbing
Breadcrumbing/foto: freepik.com

Istilah ini diambil dari bahas inggris yaitu "breadcrumb" yang berarti remahan roti. Breadcrumb menggambarkan aktivitas pendekatan dari seseorang dengan menunjukkan perhatiannya sesekali.

Walaupun hanya sesekali, namun biasanya impactful bagi lawan jenisnya. Perhatian yang ditunjukkan biasanya dengan menyukai postinganmu ataupun DM di sosial media. Kebanyakan pelaku breadcrumbing memang dilakukan melalui dunia maya. Mereka tidak pernah mengajak kamu bertemu langsung dan hanya flirting online saja. 

3. Gaslighting

Gaslighting
Gaslighting/foto: freepik.com

Gaslighting merupakan salah satu ciri toxic relationship loh. Istilah ini berlaku ketika seseorang berusaha memanipulasi pasangan mereka membuat pasangannya mempertanyakan keputusan dan ingatan mereka sendiri.

Hal ini menciptakan kebingungan dan trust issue terhadap korbannya. Biasanya korban akan merasa semua yang terjadi dalam hubungan mereka adalah karena dirinya. Gaslighting bisa beresiko menimbulkan depresi bila terus berlanjut. 

4. Zombieing

Gaslighting
Zombieing/foto: wikihow.com

Pernah mengalami ghosting oleh seseorang? Namun tiba-tiba mereka muncul lagi di hidup kamu? Hal ini merupakan kejadian Zombieing. Zombieing adalah keadaan saat seseorang yang pernah mendekatimu melakukan ghosting, namun ia kembali lagi dengan berusaha menarik perhatian kamu.

Awalnya mungkin mereka berusaha berinteraksi denganmu di media sosial. Mereka datang bahkan ketika kamu masih mencoba melupakan yang pernah terjadi saat dahulu.  Zombieing dapat menyebabkan lebih banyak gangguan emosional.

5. Stashing

Stashing
Stashing/foto: freepik.com

Hal ini dialami ketika kamu sudah melewati fase pendekatan atau telah berpacaran. Stashing merupakan gambaran orang yang mengaku-ngaku status hubungannya. Banyak orang yang mengaku lajang padahal aslinya telah memiliki pasangan. Mereka biasanya menyembunyikan pasangannya dari media sosial, teman bahkan keluarga. Ketika pasanganmu dimintai penjelasan tentang mengapa ia tidak pernah menunjukanmu ke dunia, maka saat itu ia akan menolak menjelaskannya. 

Beberapa tren kencan ini memang bukanlah contoh yang baik. Walaupun terlihat sepele, namun tren tersebut memberikan dampak emosional terhadap korbannya. Jangan sampai kamu ada di fase tersebut ya! 

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id