sign up SIGN UP

Cerita Perempuan Korban Kekerasan: Kirain Nampar dan Jambaknya Cuma Bercanda, kok Taunya Jadi Kebiasaan?

Rini Apriliani | Rabu, 17 Nov 2021 15:00 WIB
Cerita Perempuan Korban Kekerasan: Kirain Nampar dan Jambaknya Cuma Bercanda, kok Taunya Jadi Kebiasaan?
Cerita Perempuan Korban Kekerasan/Foto: Pexels/Karolina Grabowska
Jakarta -

Kekerasan dalam hubungan sangatlah tidak dibenarkan. Akan ada banyak dampak negatif dari perilaku kekerasan yang terjadi ini. Selain menyakitkan, hal ini pun bisa mengakibatkan trauma mendalam untuk korban. 

Seperti yang kita tahu, setiap masalah tentu akan ada jalan keluarnya, dan kekerasan bukanlah solusi memecahkan masalah. 

Dalam Campaign #Bold My Lips, Tim Beautynesia sempat berbincang santai dengan salah satu korban kekerasan. Perempuan berusia 23 tahun tersebut mengalami kekerasan saat ia menjalin hubungan dengan salah satu pria.

Pelajaran Berharga dari Abusive RelationshipKekerasan dalam Hubungan/ Foto: Freepik.com

Ia banyak bercerita saat dirinya menjadi korban. Adapun bentuk kekerasan pertama kali yang didapatkannya adalah saat ia memasuki usia hubungan 5 bulan, dari pacarnya sendiri. Ia merasakan dijambak dan ditonjok hingga berdarah, saat di rumahnya (korban).

"Bentuk kekerasan pertama yang gue dapetin itu di saat hubungan gue masuk 5 bulan pacaran, gue lupa penyebabnya waktu itu apa tapi yang gue ingat posisinya di rumah gue lagi nggak ada orang sama sekali terus dia dari ruang tamu narik gue ke ruang tengah, di situ gue dijambak bibir gue di tonjok alhasil berdarah badan gue memar karena dia megang lengan kaki dan lainnya kenceng, soalnya gue berontak kaya udah keburu ketakutan bakal mati. Iya itu si pertama yang gue dapet dan itu di rumah gue," ujar perempuan berusia 23 tahun tersebut, Jumat (12/11).

Bukan sekali dua kali, ia bercerita jika saat memasuki usia hubungan ke 5 - 7 bulan, ia mendapatkan kekerasan tersebut sampai dengan 5 kali. Ternyata, saat ditanyakan penyebabnya oleh Tim Beautynesia, ia menjelaskan jika penyebabnya tidak jelas apa, terkadang hanya kesalahan kecil pun bisa berakhir dengan ia yang menjadi korban kekerasan.

"Intinya tuh mulai masuk ke 5 bulan sampe 7 bulan pacaran dia begitu, kasar. Kaya 4-5 kali dia kasar. Penyebabnya tuh random banget, beneran kaya anak kecil yang belum dewasa pacaran. Kadang-kadang cemburu, atau kaya gue pulang pergi nggak bareng sama dia tuh pasti bikin dia mikir yang nggak-nggak ujungnya ngelajuin hal kasar," jelasnya.

Fisik dan Mental Terluka Akibat Kekerasan yang Dialami

Kekerasan Dalam Rumah TanggaCerita Korban Kekerasan/Foto: Pexels.com/Karolina Grabowska

Tidak hanya terluka secara fisik. Dari kekerasan yang diterima pun, ia mengungkapkan jika kesehatan mentalnya sempat kurang baik. Ia mengalami stres hingga berakhir mencelakai dirinya sendiri. 

"Sedih dari awal gue digituin pastinya sedih, karena jujur gue pacaran sama dia awalnya gue liat dia sayang banget sama keluarganya (ibu dan kakak perempuannya). Gue mikir kalo dia bisa sayang dan ngehargain ibu dan kakak perempuannya pasti dia juga sayang sama pacar ya nanti. Klasik banget nggak sih gue," 

"Terus karena dia kasar alhasil gue minum obat banyak banget saking stresnya, nggak overdosis sih tapi dada gua sesak sampe gue pagi buta sekitar jam 3 pagi minta sahabat gue ke rumah buat nemenin gua dan bawain susu beruang karena rumah dia toko sembako gitu jadi gue mikir pasti dia ada susu beruang," lanjutnya.

Sempat Mengira Ketidaksengajaan, Ia Tidak Sadar Jadi Korban Kekerasan

Kenali tingkatan pelecehan seksual agar lebih waspadaCerita Korban Kekerasan dalam Hubungan/ Foto: Pexels/Karolina Grabowska

Perempuan yang menjadi korban kekerasan ini pun kembali bercerita jika awalnya ia tidak sadar jika apa yang dilakukan oleh pacarnya tersebut termasuk ke dalam kekerasan perempuan dalam hubungan. Di saat orang lain melihat hal tersebut sebagai kesakitan, justru ia tidak merasakan hal demikian. 

"Awal awal gue mikir oh ini orang nampar gue nggak sengaja kali ya bercanda, atau jambak gua tangannya nyangkut kali ya di rambut gue. Dan hal-hal yang gue pikir 'ah nggak mungkin dia begitu sengaja', tapi lama kelamaan gue sadar pas udah jadi kebiasaan,"

"Di saat teman-teman gue sampe ngeliat badan gue yang babak belur kaya sedih banget tapi guenya nggak ngerasa sakit. Sampe dititik gue mikir gue nggak bisa begini ketika gue mulai dilarang-larang nggak boleh ini dan itu. Gue mikir, hidup bukan buat ikutin kemauannya dia. Tapi banyak hal-hal yang seharusnya gue lebih utamain ketimbang mikirin hubungan toxic kaya gini,"

Ia pun menceritakan cara seperti apa yang biasanya dilakukan untuk mengurangi kekerasan yang dilakukan oleh pacarnya tersebut. 

"Biasanya gue kaya bilang ungkapin semuanya mulai dari gue bilang gue jijik, ilfeel sama dia, sampai gue nyumpahin kalo ibu dan kakak perempuannya ngerasain apa yang gue rasain. Jahat sih, tapi ya bodo amat dia aja jahat sama gue saat itu. Terus kaya gue juga sering kalo udah capek banget ngadepin dia biasanya gue ngelakuin hal-hal yang menurut gue GAPANTES di lakuin dan celakain diri gue sendiri," jelasnya.

Pesan untuk Korban Kekerasan Lainnya

Rekomendasi tontonan netflix yang mengangkan kisah korban kekerasan terhadap perempuan hingga pelecehan seksual/Foto: Imdb.comCerita Korban Kekerasan dalam Hubungan/Foto: Imdb.com

Dalam perbincangan bersama Tim Beautynesia, perempuan berusia 23 tahun ini memberikan sedikit pesan untuk mereka yang tengah merasakan. 

"Mungkin gue cuman mau pesan buat kalian perempuan di luar sana yang sekarang lagi ngerasain ada di fase ini, please buka mata kalian! Kalian berharga kalian bisa bikin pria kasar itu berubah dan jauh lebih menghargai kalian. Mungkin tips dari gue kalian duluan yang harus move on harus berani ambil langkah buat pergi dari pria kasar ini," tutupnya.

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id