sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Inilah Cara Mengatasi Kemarahan pada Mantan Setelah Putus

Intan Dwi | Rabu, 12 May 2021 05:00 WIB
Inilah Cara Mengatasi Kemarahan pada Mantan Setelah Putus
caption

Tidak peduli berapa lama waktu yang sudah berlalu sejak kamu putus, mengatasi amarah kamu pada mantan memang bisa menjadi hal yang sulit. Karena memang rasa sakit hati setelah putus benar-benar menyebalkan.

Sayangnya, sering kali hal itu akan bisa lebih merusak kamu dan kesehatan mental kamu daripada orang yang dituju. Namun tidak semuanya buruk karena terkadang kemarahan juga berguna. Menurut seorang terapis yang dilansir dari Elite Daily, bahwa kemarahan itu sehat ketika kita menggunakannya untuk mengubah sesuatu tentang situasi kita yang tidak berhasil bagi kita.

Ketika kemarahan memotivasi kita untuk mengambil tindakan yang sehat, seperti menetapkan batas, melakukan percakapan yang sulit, atau mengubah sesuatu tentang situasi kita. Hal itu memiliki tujuan yang positif. Nah berikut ini ada cara untuk mengatasi kemarahan pada mantan secara positif.

Temukan akar kemarahan

cobalah untuk memahaminya dengan cara yang lebih dalam. Memahami alasan kamu marah, akan membantu kamu mencari cara terbaik untuk melanjutkan hidup.
Temukan akar kemarahan/freepik.com

Dalam beberapa minggu atau bulan setelah putus, jangan takut untuk menyimpan ruang untuk semua emosi kamu. Tapi karena itu, cobalah untuk memahaminya dengan cara yang lebih dalam. Memahami alasan kamu marah, akan membantu kamu mencari cara terbaik untuk melanjutkan hidup.

Jika rasa marah kamu pada seseorang terasa seperti cara untuk menghukum mereka, ada baiknya, menanyakan apakah itu benar-benar memiliki efek yang diinginkan. Mungkin kamu akan menemukan bahwa kemarahan kamu sebenarnya hanya menghukum kamu.

Hubungi mantan

Kalau kamu merasa perlu menghubungi mantan untuk menghentikan perdebatan, lakukan jika kamu yakin itu cara yang produktif.
Hubungi mantan/freepik.com

Kalau kamu merasa perlu menghubungi mantan untuk menghentikan perdebatan, lakukan jika kamu yakin itu cara yang produktif. Namun perlu diingat, efektivitas percakapan ini akan bergantung pada apakah mantan kamu cukup dewasa secara emosional untuk menanganinya dan apa harapan kamu.

Cobalah untuk tidak membahasnya dengan harapan mendapatkan semua jawaban, karena kamu hanya dapat mengontrol percakapan dari sisi kamu. Jadi akan sangat membantu untuk membuat rencana tentang apa yang ingin kamu katakan.

Proses perasaan kamu

Jika pembicaraan dengan mantan kamu tidak mungkin dilakukan, mungkin kamu bisa coba lakukan proses ini sendiri atau dengan seseorang yang kamu percaya.
Proses perasaan kamu/freepik.com

Jika pembicaraan dengan mantan kamu tidak mungkin dilakukan, mungkin kamu bisa coba lakukan proses ini sendiri atau dengan seseorang yang kamu percaya. Teman baik atau anggota keluarga yang bijak benar-benar dapat membantu mengubah perspektif kamu.

Berbicara tentang proses yang menyakitkan memang bisa jadi sulit, tetapi itu juga bisa menyembuhkan ketika kamu memiliki orang-orang yang ada untuk mendukung kamu.

Menulis

Kamu bisa mengatasi amarah dengan membuat jurnal, bahkan kamu juga bisa menulis surat yang mengatakan semua hal yang ingin kamu katakan kepada mantan tanpa mengirimnya.
Menulis/freepik.com

Salah satu cara terbaik untuk melepaskan amarah adalah dengan mengungkapkannya di atas kertas kosong. Kamu bisa mengatasi amarah dengan membuat jurnal, bahkan kamu juga bisa menulis surat yang mengatakan semua hal yang ingin kamu katakan kepada mantan tanpa mengirimnya.

Mungkin kamu bisa membakar surat itu atau merobeknya sebagai cara untuk melepaskannya. Ketika berbicara tentang move on setelah berpisah, kamu harus berhati-hati dalam melakukan aktivitas lain yang sesuai setelah putus.

Bersamaan dengan membuat jurnal, kamu bisa membuang barang-barang pemberian mantan dan berolahraga untuk melepaskan energi negatif.

Lakukan aktivitas fisik

Kalau kamu sudah membangun energi kemarahan di tubuh, itu akan sangat membantu kalau kamu memiliki pelepasan yang sehat dan aman untuk kemarahan itu.
Lakukan aktivitas fisik/unsplash.com

Kemarahan yang sedang dapat membantu kamu terhubung dengan perasaan kamu juga dapat membantu kamu terhubung dengan tubuh. Karena kemarahan sama seperti mekanisme bertarung-atau-pergi, yang dapat memacu kamu untuk bertindak.

Meskipun respon terhadap amarah bisa menjadi hal yang baik, tetapi jika kemarahan yang terus-menerus bisa menyebabkan insomnia kronis, kelelahan, kecemasan dan sistem kekebalan yang melemah.

Kalau kamu sudah membangun energi kemarahan di tubuh, itu akan sangat membantu kalau kamu memiliki pelepasan yang sehat dan aman untuk kemarahan itu. Kamu bisa melakukan aktivitas fisik, seperti berlari, boxing atau aktivitas sehat dan aman lainnya yang memungkinkan kamu melepaskan energi itu.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id