sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Rebound Relationship: Hubungan yang Didasari Cinta atau Pelampiasan?

Intan Dwi | Jumat, 02 Apr 2021 22:00 WIB
Rebound Relationship: Hubungan yang Didasari Cinta atau Pelampiasan?
caption

Akhir dari hubungan yang sudah terjalin jangka panjang tentu bisa menjadi sulit, karena kamu telah menghabiskan waktu yang baik dengan seseorang. Tentu ini merupakan perubahan besar dalam hidup dan setiap orang akan menangani hal itu dengan cara yang berbeda.

Beberapa orang akan menghabiskan waktu sambil menjalani kehidupan lajangnya, ada juga yang melakukan pendekatan di sana-sini dan ada juga yang terburu-buru menjalin hubungan baru.

Kalau kamu atau seseorang yang kamu kenal baru saja mengakhiri hubungan jangka panjang dan tidak melakukan penyembuhan emosional, itu dapat menyebabkan kamu atau mereka memulai hubungan baru terlalu cepat.

Ini dikenal sebagai “rebound relationship” atau “hubungan rebound” yang merupakan ketika seseorang berkencan dengan orang baru tanpa sepenuhnya melupakan mantannya. Kalau ingin ingin tahu lebih lanjut mengenai rebound relationship, simak di bawah ini:

Apa itu rebound relationship?

ebound relationship dapat terjadi ketika seseorang berkencan dengan orang baru tanpa sepenuhnya melupakan mantannya dan itu bisa menyulitkan individu membentuk emosional yang kuat atau hubungan yang tulus.
Rebound Relationship/freepik.com

Berkencan dengan seseorang yang baru memang bisa mengasyikkan, tetapi terkadang orang yang kamu kencani belum sepenuhnya melupakan hubungan mereka sebelumnya. Rebound relationship dapat terjadi ketika seseorang berkencan dengan orang baru tanpa sepenuhnya melupakan mantannya dan itu bisa menyulitkan individu membentuk emosional yang kuat atau hubungan yang tulus.

Setelah menghabiskan banyak waktu dengan pasangan, banyak orang kesulitan menyesuaikan diri dengan hidup tanpa kehadiran orang itu. Perasaan kesepian dan kerinduan seringkali mereka alami ketika baru putus cinta. Beberapa orang pun percaya jika mereka memiliki seseorang yang baru dalam hidup mereka, itu dapat membuat mereka melupakan hubungan terakhir mereka dan membantu mereka melanjutkan hidup.

Beberapa orang mungkin mendapati diri mereka terlibat dalam hubungan baru dengan seseorang yang tidak mereka kenal baik, yang dapat membuat mereka berada dalam situasi berbahaya. Terutama ketika orang tersebut menyadari bahwa hubungan baru tersebut tidak memenuhi kebutuhannya (secara emosional atau finansial), hal itu dapat membuat mereka terluka dan sendirian.

Masalah yang muncul dalam rebound relatioship

Tanpa waktu untuk menyembuhkan, rasa sakit atau frustasi yang disebabkan oleh hubungan sebelumnya dapat terbawa ke dalam hubungan yang baru dan kemungkinan besar juga akan gagal.
Masalah yang muncul dalam rebound relatioship/freepik.com

Ketika seseorang baru saja mengakhiri hubungan, maka emosi menjadi mentah dan perasaan rentan hampir selalu ada. Ketidakstabilan emosional yang muncul setelah putus, terutama dari hubungan jangka panjang, membuat orang tersebut tidak siap untuk menangani hubungan baru dengan segera. Bahkan meskipun banyak yang menjalani hubungan rebound ini, mereka tidak bertahan lama.

Tanpa waktu untuk menyembuhkan, rasa sakit atau frustasi yang disebabkan oleh hubungan sebelumnya dapat terbawa ke dalam hubungan yang baru dan kemungkinan besar juga akan gagal. Ketika ini terjadi, enggak hanya mempengaruhi orang yang berada dalam hubungan jangka panjang, tetapi juga dapat memiliki efek domino dari trauma emosional pasangan baru.

. Kalau kamu mempertimbangkan untuk memulai hubungan dengan seseorang yang baru saja putus cinta, tetapi terburu-buru untuk menjadikan hubungan kamu “resmi”. Maka kemungkinan besar kamu adalah “rebound” orang tersebut.
Tanda-tanda kamu menjalin hubungan rebound

 

Kamu tidak bisa menjangkau mereka secara emosional, hubungan seperti ini tidak dapat terhubung dengan seseorang secara emosional. Kalau kamu hanya menjadi pelampiasan, maka orang yang kamu kencani tidak berniat menahan kamu dalam jangka waktu panjang. Tapi kalau hanya terfokus pada seks, mungkin mungkin saja kamu hanya seorang pelampiasan.

Hubungan terasa buru-buru, membangun hubungan yang sehat membutuhkan waktu. Kalau kamu mempertimbangkan untuk memulai hubungan dengan seseorang yang baru saja putus cinta, tetapi terburu-buru untuk menjadikan hubungan kamu “resmi”. Maka kemungkinan besar kamu adalah “rebound” orang tersebut.

Mereka masih kesal dengan perpisahan sebelumnya,  jika emosi yang terpancar dari kekasih baru kamu masih sedikit goyah saat berhubungan dengan mantan, mereka mungkin tidak dapat berkomitmen penuh untuk menjalin hubungan dengan kamu. Jika seorang yang kamu kencani masih memiliki amarah, rasa sakit hati atau negatif lain yang berkaitan dengan putusnya mereka, kamu mungkin menjadi “rebound” bagi mereka.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id