sign up SIGN UP

Sebelum Menikah, Seberapa Penting Terbuka Perihal Keuangan? Cek Jawabannya di Sini

Fina Prichilia | Jumat, 29 Oct 2021 15:00 WIB
Sebelum Menikah, Seberapa Penting Terbuka Perihal Keuangan? Cek Jawabannya di Sini
caption
Jakarta -

Kamu dan pasangan yang tengah merencanakan untuk menikah, pernahkah berdiskusi seputar keuangan? Atau justru sebaliknya, merasa tidak perlu karena menganggap hal yang tak pantas?

Mungkin beberapa orang masih menganggapnya tabu, Beauties. Namun, ada baiknya lho kalau kalian berdua membicarakan hal ini. Tujuannya agar nanti setelah menikah, sudah tahu dengan kondisi masing-masing serta bisa menyusun strategi keuangan rumah tangga kalian.

Masalah Ekonomi Jadi Alasan Pasangan Berpisah

Tahukah kamu, kondisi keuangan juga bisa menjadi masalah dalam sebuah keluarga, bahkan bikin alasan untuk bercerai. Demikian menurut Financial Planner Ila Abdulrahman, di webinar yang diadakan Kencomm, dengan topik Mandiri Finansial & Keluarga Tetap Harmonis, Kamis (28/10).

Cara pertama untuk menyikapi pasangan yang mudah bilang putus saat bertengkar adalah dengan menjaga emosi.Ilustrasi pasangan menikah ribut karena keuangan./ Foto: Freepik.com

Nah, gunanya saling mengetahui kondisi keuangan, kalian jadi tahu apakah kamu dan pasangan punya tanggungan (misalnya sedang menyekolahkan adik, apakah kalian seorang sandwich gen, tipe keuangan (apakah seorang: saver, debtor, shopper, kolektor), lalu mengetahui gaya hidupnya.

Kalau sudah tahu, jadi nanti setelah menikah, bukanlah hal yang 'mengejutkan' lagi bagi salah satu di antara kalian. Kamu juga bisa mendiskusikan perihal hal-hal yang nanti ingin diterapkan saat berkeluarga nantinya.

"Pentingnya terbuka sebelum menikah, misalnya, calon suami ingin calon istri di rumah, atau istri yang mau di rumah untuk mengurus anak, maka disampaikan misal kalau dirinya (calon istri) lagi menanggung (biaya) siapa aja dan itu maka mesti membuat kesepakatan, tanggungan tersebut untuk ditanggung suami," kata Ila.

Pilih Jadi Ibu Bekerja atau IRT?

Perempuan cerdas terlalu sibuk mengenai pekerjaanIlustrasi ibu bekerja. / Foto: Freepik/ Jcomp

Setiap orang tentu punya perspektif masing-masing terkait pilihan ingin menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga. Apa pun pilihanmu, yang perlu diingat menurut Ila adalah keduanya bisa 'sama bermasalahnya', Beauties.

Sebagai contoh, kalau kamu seorang IRT, mungkin pemasukan dari 'satu pintu' saja tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan. Sementara kalau kamu ibu bekerja, maka mencari asisten rumah tangga juga bukan perkara mudah.

Tentunya hal ini mesti didiskusikan dan disepakati. Oh iya, Ila menambahkan, zaman sekarang, bukan hal aneh kalau pihak perempuan yang income-nya lebih besar dari pada pasangannya.

Nah, nanti setelah menikah pun obrolan seputar keuangan juga masih berlanjut ya, Beauties.

"Kalau sudah menikah, masih diomongin, sebulan sekali gitu misalnya bicarain: bulan lalu banyak di mana ya?, bocor di mana?, begitu. Pentingnya komunikasi dan kesepakatan terkait finansial," tutup Ila.

---------------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!


Our Sister Site

mommyasia.id