sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Sekali Selingkuh Akan Selingkuh Lagi, Mitos atau Fakta?

Jovita | Selasa, 21 Jul 2020 23:00 WIB
Sekali Selingkuh Akan Selingkuh Lagi, Mitos atau Fakta?
caption

Banyak orang berasumsi bahwa seseorang yang sudah pernah berselingkuh akan selingkuh lagi. Lantas apakah asumsi ini merupakan fakta atau justru hanya mitos belaka? Simak jawaban dari sudut pandang seorang ahli di bawah ini.

Pendapat para ahli mengenai selingkuh lagi

Perselingkuhan Berulang Kali/ Foto: pixabay.com
Perselingkuhan Berulang Kali/ Foto: pixabay.com

Dilansir dari laman Men’s Health, sebuah riset dari University of Denver menguji 484 orang (68 persennya adalah wanita) mengenai hubungan asmara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44 persen partisipan mengakui telah selingkuh, bahkan ada yang sampai berhubungan seks dengan orang lain tanpa sepengetahuan pasangannya. Dari riset ini, para peneliti juga menemukan bahwa partisipan yang sebelumnya pernah selingkuh punya kemungkinan 3 kali lebih besar untuk selingkuh lagi dibandingkan orang yang tidak pernah selingkuh. 

Hal ini diperkuat dengan studi lain yang dilakukan pada tahun 2016 yang menunjukkan sebanyak 30 persen orang yang pernah berselingkuh cenderung selingkuh lagi meskipun sudah menjalin hubungan asmara. Matt Garrett dari Huffington Post membocorkan cara untuk menebak perilaku seseorang di masa depan, yakni dengan melihat pola perilakunya di masa lalu. Hal ini sejalan dengan perselingkuhan dalam hubungan asmara. Orang yang pernah selingkuh di masa lalu akan memiliki kemungkinan untuk selingkuh lagi di masa depan.


Meskipun demikian, pernyataan tersebut tidaklah mutlak. Kita tidak bisa memukul rata bahwa orang yang pernah berselingkuh pasti akan selingkuh lagi. Ada banyak faktor yang menyebabkan perselingkuhan. Teori di atas bisa dijadikan acuan untuk bermawas diri dalam hubungan asmara, agar tidak menjadi korban perselingkuhan, namun jangan menjadikannya sebagai sebuah stereotype.

Apakah orang yang sudah pernah berselingkuh masih bisa dipercaya?

Permohonan Maaf Akibat Perselingkuhan/ Foto: pixabay.com
Permohonan Maaf Akibat Perselingkuhan/ Foto: pixabay.com

Frank Dattilio, Ph.D., seorang psikolog klinis asal Pennsylvania, Amerika Serikat menjelaskan bahwa tidak ada yang bisa menentukan apakah orang yang pernah berselingkuh masih bisa dipercaya atau tidak, selain pihak yang menjalani hubungan asmara itu sendiri. Kuncinya bisa ditemukan melalui komunikasi yang sehat dengan pasangan.

Bila pasangan mengelak meskipun kamu sudah memiliki bukti-bukti perselingkuhannya, maka tentu ia bukanlah orang yang jujur dan tidak bisa menghargai kesetiaan dan kepercayaan yang sudah diberikan. Jika hal ini terjadi, maka bukan hal yang sulit untuk tidak memberikannya kesempatan lagi. Namun apabila sebaliknya, tentu kamu bisa mempertimbangkan keputusanmu.

Salah satu cara yang mungkin bisa menghentikan tindakan perselingkuhan dalam hubungan asmara adalah dengan mengikuti terapi atau konseling untuk mengatasi masalah dalam mengendalikan diri serta menghargai kesetiaan.

Beberapa terapi atau konseling pernikahan misalnya, dapat membuat seseorang mengakui apa saja yang menjadi penyebab mereka berselingkuh dan membantu menyelesaikan permasalahan utamanya. Namun, cara ini harus didasari kemauan dan niat yang kuat dari tersangka perselingkuhan untuk membenahi diri.

(hld/hld)

Our Sister Site

mommyasia.id