sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Silent Treatment Kepada Pasangan, Benar atau Salah?

Retno Wulandari | Jumat, 07 May 2021 22:15 WIB
Silent Treatment Kepada Pasangan, Benar atau Salah?
caption

Ketika bertengkar dengan pasangan, tanpa disadari sebagian orang akan melakukan silent treatment untuk menghentikan pertengkaran. Meskipun tujuannya baik, apakah silent treatment kepada pasangan merupakan pilihan yang benar atau justru salah? Yuk cari tahu jawabannya di bawah ini!

Apa itu Silent Treatment?

Silent Treatment Kepada Pasangan
Ilustrasi Silent Treatment/Foto: freepik.com

Silent treatment merupakan sikap di mana kamu mendiamkan atau mengabaikan pasangan dengan menolak untuk berbicara. Sikap ini terjadi ketika kamu merasa marah, kesal, atau bahkan cemburu dengan pasangan. Demi mencegah pertengkaran, sebagian orang akan melakukan silent treatment kepada pasangannya.

Perlu diketahui, silent treatment berbeda dengan menunda pembicaraan, Ladies. Menunda pembicaraan artinya kamu membutuhkan waktu sementara untuk saling menenangkan diri dan membahas permasalahan yang sedang terjadi jika sudah merasa tenang. Sementara itu, silent treatment menolak untuk membahas permasalahan yang terjadi tanpa ada penyelesaian atau kesepakatan.

Silent Treatment Kepada Pasangan
Ilustrasi Silent Treatment/Foto: freepik.com

Salah satu kunci hubungan bertahan lama adalah keterbukaan. Nah, jika sedang bertengkar dengan pasangan kemudian kamu memilih untuk mendiamkan dan menolak membahas permasalahan yang terjadi, maka bisa menciptakan hubungan yang toxic dan abusive. Selain itu, silent treatment juga dapat membuat pasangan merasa tidak dicintai, tidak berharga, tidak penting, terluka, bingung, bahkan membuat depresi.

[Gambas:Instagram]

Cara Menghentikan Silent Treatment

Agar hubungan tidak berubah menjadi toxic dan abusive, tidak ada salahnya untuk menghentikan kebiasaan silent treatment kepada pasangan jika sedang bertengkar. Nah, sebelum terlambat berikut 3 cara menghentikan silent treatment:

Silent Treatment Kepada Pasangan
Ilustrasi Silent Treatment/Foto: freepik.com

1. Membangun Komunikasi yang Lebih Baik

Seperti yang sudah dibahas, mendiamkan atau menghindari obrolan yang berkaitan dengan inti permasalahan dapat memicu hubungan yang toxic. Oleh karena itu, membangun komunikasi yang lebih baik dengan pasangan merupakan cara pertama untuk menghentikan kebiasaan silent treatment.

2. Saling Terbuka

Selain membangun komunikasi yang lebih baik, cara kedua untuk menghentikan kebiasaan silent treatment ialah saling terbuka mengenai perasaan dengan pasangan. Bicarakan apa yang membuat kamu marah, kesal, kecewa, atau cemburu agar pasangan mengerti. Tapi ingat, ketika terbuka mengenai perasaan kamu tidak boleh emosi berlebihan.

3. Meminta Bantuan Psikolog

Jika kebiasaan silent treatment yang kamu atau pasangan lakukan telah memicu kekerasan emosional, maka cara yang paling efektif untuk menghentikannya adalah dengan meminta bantuan psikolog. Cara ini bertujuan untuk mencari solusi atas permasalahan yang sedang terjadi.

Memilih diam ketika bertengkar dengan pasangan memang baik untuk menghindari ucapan-ucapan yang tidak mengenakan. Namun, jika mendiamkan pasangan tanpa ada niatan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, maka hubungan akan berubah jadi toxic. Agar hubungan tetap awet, tidak ada salahnya kamu dan pasangan selalu menyelesaikan masalah dengan mengobrol ketika situasi sudah tenang.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id