sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Takut Jatuh Cinta? Jangan-jangan Kamu Mengidap Philophobia!

Ayuliy Lestari | Sabtu, 28 Nov 2020 20:00 WIB
Takut Jatuh Cinta? Jangan-jangan Kamu Mengidap Philophobia!
caption

Mungkin kamu pernah mengenal seseorang atau teman dekat yang merasa takut mengenal lawan jenis. Bahkan dia tidak pernah terlihat dekat dengan orang lain karena merasa takut untuk jatuh cinta. Atau jangan-jangan kamu sendiri yang merasakan hal itu, Ladies? 

Takut mengenal lawan jenis dan takut jatuh cinta sebenarnya tidak selalu karena kurang percaya diri namun bisa jadi karena fobia. Ada salah satu fobia unik yaitu philophobia, di mana kamu akan merasa takut untuk jatuh cinta.

Kenali Philophobia

Mengenal philophobia
Phobia/freepik.com

Philophobia sendiri adalah salah satu kondisi mental di mana seseorang takut jatuh cinta pada orang lain dan biasanya terjadi karena pengalaman buruk yang menyebabkan trauma psikis. Trauma psikis yang paling sering dan menyebabkan philophobia adalah disakiti oleh pasangan sebelumnya sehingga penderitanya merasa khawatir untuk membina hubungan asmara lagi dengan orang lain.

Trauma psikis tersebut tidak hanya dialami langsung oleh penderitanya, bisa juga dengan melihat lingkungan sekitar. Melihat orang-orang yang tersakiti karena hubungan asmara seperti teman atau keluarga. Philophobia juga bisa menimbulkan gejala fisik, seperti:

• Detak jantung yang berdegup cepat atau berdebar-debar

• Sesak nafas

• Berkeringat berlebihan

• Mual

Cara Mengatasi Philophobia

Mengenal philophobia
Phobia/freepik.com

Ketika philophobia terjadi pada diri kamu, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk menanganinya. Misalnya ketika pernah gagal dalam hubungan asmara, belajarlah dari kegagalan tersebut. Jika kamu putus karena tidak ada rasa saling pengertian, pada hubungan selanjutnya cobalah untuk lebih terbuka dengan pasangan.

Ketika kamu gagal pada Asmara sebelumnya karena pasangan tidak setia, kamu bisa lebih berhati-hati memilih pasangan. Cobalah untuk lebih mengandalkan logika sebelum perasaan. Kamu juga perlu membuang pikiran-pikiran negatif, misalnya kamu beranggapan si dia tidak benar-benar mencintai kamu, dia akan pergi sewaktu-waktu dan lain-lain.

Sebaiknya kamu pun menyadari bahwa jatuh cinta juga mampu membuat bahagia. Kamu tidak perlu menghindari perasaan takut tapi sebaliknya, kamu perlu mengalahkan rasa takut itu. Namun ketika kamu tetap merasa takut berlebihan, tidak ada salahnya segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat, Ladies.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id