sign up SIGN UP

FASHION

Sejauh Mata Memandang Gelar Pameran "Sayang Sandang, Sayang Alam"

Rizki Astuti | Senin, 15 Mar 2021 18:45 WIB
Sejauh Mata Memandang Gelar Pameran
caption
Jakarta -

Ladies, pernah enggak sih bertanya kebutuhan sandang yang kita konsumsi ternyata memberikan dampak buruk terhadap lingkungan? Ya, pergerakan tren yang cepat memberikan pilihan kita untuk dapat membeli lebih banyak pakaian dengan harga yang terjangkau sehingga mengakibatkan akumulasi limbah fesyen terus meningkat.

Hal ini juga ditambah dengan penggunaan serat sintetis seperti poliester yang merupakan serat plastik dan tidak dapat terurai secara hayati. Bahkan membutuhkan waktu hingga 200 tahun untuk dapat terurai. Terlebih lagi, sekitar 85% dari sampah tekstil dibuang ke tempat sampah dan laut.

Sejauh Mata Memandang (SMM) sebagai merek fesyen dan agen perubahan berkomitmen untuk menjadi label yang lebih bertanggung jawab.  Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran konsumen, disponsori oleh TACO dan Ashta District 8, SMM menggelarpameran yang bercerita tentang darurat sampah tekstil dengan tajuk "Sayang Sandang, Sayang Alam". Berlokasi di Ashta District 8, SCBD, Jakarta Selatan pameran berlangsung dari 6 Maret - 6 April 2021.

Pameran Sayang Sandang, Sayang AlamPameran Sayang Sandang, Sayang Alam/ Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang

Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif SMM mengatakan 95% sampah tekstil yang terbuang sebenarnya masih bisa didaur ulang (recycle) atau didayagunakan kembali menjadi benda berfungsi lain (upcycle). 

"Sebagai merek fesyen dengan konsep slow fashion, salah satu cara kami mengurangi sampah tekstil, adalah dengan menciptakan sandang dari bahan yang dapat terurai, memanfaatkan sisa kain produksi, melakukan program daur ulang dan modifikasi nilai guna dari kain. Komitmen ini merupakan langkah nyata kami untuk mengajak konsumen membantu menyelamatkan lingkungan kita," ujar Chitra.

Bekerja sama dengan Felix Tjahyadi selaku konseptor, pameran ini juga didukung oleh Lynx Films, Mata Studio, Magnifique, Davy Linggar, Wardah, Pable Indonesia, Syah Establishment,dan Greenpeace sebagai NGO partner. Dengan mengutamakan protokol kesehatan; memakai masker, menjaga jarak, membatasi interaksi, dan menjaga kebersihan tangan pengunjung diberikan berbagai edukasi dan informasi terkait fakta mengenai sampah tekstil.

Pameran Sayang Sandang, Sayang AlamPameran Sayang Sandang, Sayang Alam/ Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang

Pameran "Sayang Sandang, Sayang Alam" terdiri dari beberapa area antara lain; area fakta mengenai sampah tekstil, video informative dan visual hasil kolaborasi dengan Greenpeace, Davy Linggar, Dian Sastrowardoyo, Tulus, Gustika Hatta, dan Mesty Artiariotedjo. Tersedia juga area kotak penyaluran (dropbox) sampah tekstil. Terdapat juga Kios Sejauh menjual produk-produk daur ulang dari sisa bahan produksi dan pakaian bekas. Produk-produk daur ulang SMM cukup beragam seperti; selop, tas serba guna & kondangan, aneka bantal, masker kain, topi, dan koleksi pakaian daur.

Donasi Pakaian untuk Didaur Ulang

Selama pameran berlangsung, SMM juga mengajak masyarakat mendonasikan pakaian untuk didaur ulang dengan cara pakaian yang sudah tidak digunakan bisa dikirimkan ke kotak peduli sampah tekstil selama pameran berlangsung. Pakaian yang sudah tidak layak pakai akan didaur ulang menjadi benang dan kemudian menjadi kain baru dimana gerakan ini SMM bekerja sama dengan Pable Indonesia. 

Bekerja sama dengan beberapa gerakan, SMM juga mengolah pakaian yang masih layak pakai untuk dipilah dan didayagunakan kembali atau disumbangkan bagi yang membutuhkan, distribusi pakaian tersebut SMM didukung oleh Wardah dan Syah Establishment.

Pameran Sayang Sandang, Sayang AlamPameran Sayang Sandang, Sayang Alam/ Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang

"Jadi nantinya pakaian yang tidak layak pakai nanti akan direcycle, box satu lagi yang layak pakai nanti akan didonasikan atau di upcycle dikehidupan kedua untuk jadi produk lain. Karena siklus fashion itu kan bikin, pakai dan buang. Kita mau itu tidak stop tapi berusaha untuk berputar terus," tutur Chitra.

Industri fesyen merupakan salah satu kunci pembangunan ekonomi namun juga penyumbang mikrofiber plastik yang dibuang ke laut. Tentunya hal ini menjadi menjadi tantangan mulai dari produsen, desainer, hingga konsumen. Melalui pameran ini kami mengharapkan dukungan konsumen agar terjadi perubahan yang kita inginkan.

"Mewujudkan perubahan ini, SMM berkomitmen sebagian dari penjualan akan disumbangkan untuk mendukung beberapa organisasi melalui kemitraan kolaboratif. Memperkuat dampak dana pada skala global sambil mendukung komunitas lokal di daerah rawan" tutup Chitra.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id