sign up SIGN UP

ENTERTAINMENT

Membanggakan! Film Horor Perempuan Tanah Jahanam Dipilih Jadi Wakil Indonesia di Piala Oscar 2021

Nisrina Salsabila | Kamis, 17 Dec 2020 12:00 WIB
Membanggakan! Film Horor Perempuan Tanah Jahanam Dipilih Jadi Wakil Indonesia di Piala Oscar 2021
caption
Jakarta -

Academy Awards alias Piala Oscar atau merupakan ajang penghargaan film Amerika yang paling prestisius untuk menghargai karya industri film. Gelaran penghargaan bergengsi dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences ini mulai mempersiapkan diri untuk Piala Oscar ke-93 pada 25 April 2021 mendatang.

Film horor thriller besutan sutradara Joko Anwar, Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) telah resmi dipilih menjadi film perwakilan Indonesia untuk bersaing memperebutkan Piala Oscar 2021 dalam kategori "Best International Feature Film" (film berbahasa asing terbaik). Film-film yang diajukan dari seluruh dunia nantinya akan disaring lagi untuk menjadi nominasi kategori tersebut.

Perempuan Tanah Jahanam
Impetigor adalah judul internasional dari film Perempuan Tanah Jahanam/Foto: Instagram/tanahjahanam

Kabar membanggakan ini juga diumumkan Joko Anwar melalui akun Twitternya @jokoanwar. Melalui unggahan poster Perempuan Tanah Jahanam, ia menulis tweet "Impetigore (Perempuan Tanah Jahanam) menjadi perwakilan resmi Indonesia dalam Academy Awards ke-93".

Hal ini berdasarkan keputusan dari Komite Seleksi Oscar Indonesia yang disampaikan pada Selasa (10/11/2020) lewat konferensi pers online via Zoom. Garin Nugroho, selaku Ketua Komite Seleksi Oscar Indonesia menyebut bahwa penetapan tersebut diambil dari hasil penilaian sesuai pedoman Komite Seleksi Oscar di Indonesia dan regulasi Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS).

Perempuan Tanah Jahanam
Perempuan Tanah Jahanam mampu merepresentasikan Indonesia melalui budaya mistisme/Foto: Instagram/tanahjahanam

Dari 140 film yang beredar selama tahun 2019, Komite Seleksi Oscar Indonesia menyeleksi sekitar 59 film yang sesuai dengan kriteria dan regulasi yang ditetapkan. Akhirnya, film Perempuan Tanah Jahanam terpilih karena dianggap memenuhi sejumlah kriteria seperti unsur-unsur film, termasuk penyutradaraan dan skenario. Di sisi lain, film ini juga menunjukkan nilai-nilai lokal dan global, yakni latar belakang budaya mistisme di Indonesia, yang mampu merepresentasikan Indonesia dalam perhelatan film terbesar di dunia tersebut.

Pada ajang Piala Oscar ke-91 di tahun 2019, Indonesia mengirimkan film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak karya Mouly Surya untuk mewakili Indonesia. Sedangkan kategori Best International Feature Film pada Piala Oscar 2020 berhasil disabet oleh film Parasite arahan sutradara Bong Joon-ho. Film asal Korea Selatan ini bahkan berhasil memborong 4 Piala Oscar sekaligus.

Capai Berbagai Prestasi di Tanah Air hingga Mancanegara

Perempuan Tanah Jahanam
Joko Anwar menyabet Piala Citra FFI 2020 Sutradara Terbaik/Foto: Instagram/festivalfilmid

Di Indonesia, film yang tayang pada 17 Oktober 2019 ini masuk 17 nominasi Piala Citra di Festival Film Indonesia 2020 (rekor nominasi terbanyak disepanjang sejarah FFI), di mana 6 nominasi diantaranya berhasil diboyong.  Piala Citra 2020 tersebut jatuh kepada Sutradara Terbaik, Film Cerita Panjang Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, dan Penata Suara Terbaik.

Perempuan Tanah Jahanam
Telah diputar di Sitges Film Festival dan Sundance Film Festival/Foto: Instagram/tanahjahanam

Tak hanya di dalam negeri, film dengan perolehan 1,8 juta penonton Indonesia ini telah melanglang buana dalam beberapa festival film dunia bergengsi seperti, Sundance Film Festival, Bucheon International Fantastic Film Festival, Slash Festival des Fantastischen Films hingga Sitges Film Festival. Film ini juga berhasil diputar di bioskop mancanegara dan tayang via streaming global.

Film ini menceritakan tentang Maya (Tara Basro) yang pergi ke kampung halamannya untuk mendapatkan harta warisan yang mungkin bisa didapatkan dengan ditemani sahabatnya, Dini (Marisa Anita). Namun, ternyata Maya harus mengungkap misteri masa lalu keluarganya yang menghantui desa itu. Sebab para penduduk berusaha mencari dan membunuh Maya atas suatu alasan misterius.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id