sign up SIGN UP

LIFE

Ngeri! Ini 5 Risiko Utang ke Pinjaman Online, Bikin Stres Hingga Depresi

Dian Aprilia | Jumat, 26 Feb 2021 21:00 WIB
Ngeri! Ini 5 Risiko Utang ke Pinjaman Online, Bikin Stres Hingga Depresi
caption
Jakarta -

Bagi kamu yang berniat untuk melakukan pinjaman online, kamu harus paham dulu apa iu pinjaman online dan sistemnya, agar tak terjerat dengan jebakan pinjol. Pinjaman online hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin berutang tapi dengan cara yang praktis dan mudah.

Jika berutang ke bank, biasanya prosesnya lama, syarat banyak, dan tak jarang pula hasilnya nihil karena tidak disetujui. Oleh sebab itu, pinjaman online menawarkan layanan yang cepat, mudah, dan tanpa tatap muka. Bahkan tak sedikit yang memberikan syarat cukup mudah bagi orang yang berutang.

Namun hati-hati, jangan hanya tergoda dengan iming-iming kemudahan dan kepraktisannya saja. Sebab setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Untuk itu, beautynesia.id telah merangkum 5 risiko utang ke pinjaman online:

Biaya dan Bunga Tinggi

Hutang
utang/pexels.com

Memang bisa dibilang pinjol menawarkan proses yang lebih praktis dan mudah, tapi dibaliknya pinjol memberikan bunga pinjaman online yang sangat tinggi.

Tak hanya itu, pinjol juga menerapkan aturan biaya administrasi. Dimana jika peminjam menunggak, maka akan dikenai biaya tambahan atas keterlambatan pembayaran (late fee).

Tidak main-main, biaya dan bunga tinggi tersebut akan kian melonjak hanya dalam hitungan hari saja. Sebagai contoh pengalaman orang yang meminjam di pinjol, mulanya utang 500 ribu jadi 7 juta hanya dalam waktu 2 bulan. Ada pula yang pinjam 20 juta dibayar gali lobang dari 40-50 aplikasi malah harus bayar 200 juta.

Hal ini lantas membuat peminjam mudah stress bahkan depresi. Ada yang berpikir ingin menjual ginjalnya bahkan sampai bunuh diri.

Data Pribadi Kurang Aman

Smartphone
Smartphone/pexels.com

Risiko yang kedua adalah data pribadi bisa terekspos atau digunakan untuk hal-hal yang tak diinginkan. Hal ini dikarenakan, saat kamu menginstal aplikasi pinjol di handphone, ada semacam persetujuan mengenai akses yang bisa dilakukan oleh aplikasi.

Jika hal tersebut disetujui tanpa dibaca lebih lanjut, maka data di smartphone milikmu bisa digunakan sewenang-wenang. Bahkan dari beberapa kisah korban pinjol, ada yang mengungkapkan utangnya diumumkan ke seluruh kontak dan media sosial peminjam. Ada pula yang foto ‘tidak senonoh’ dalam galeri turut disebarkan pada seluruh kontak.

Penagihan Terus Menerus

Pusing
Pusing/pexels.com

Apabila nasabah tak membayar utangnya tepat waktu, maka pihak pinjol akan melakukan penagihan. Penagihan tidak hanya melalui email ataupun SMS, melainkan kamu juga bisa ditagih langsung oleh petugas pinjol.

Selain itu, jika kamu tak membayar dan melunasinya, maka identitasmu bisa dilaporkan ke biro kredit yang diwajibkan oleh OJK. Hal ini menyebabkan namamu di blacklist dan akhirnya tidak bisa mengajukan pinjaman lagi.

Proses Persetujuan Lama

Hutang
utang/pexels.com

Meskipun pinjol dianggap menawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam meminjam uang, tapi biasanya proses persetujuannya memakan waktu yang lama. Banyak nasabah yang mengeluhkan pinjaman online tak segera cair serta tak adanya kejelasan mengenai respon atas pengajuan pinjaman.

Jadi, pemberian pinjaman online membutuhkan waktu beberapa hari sampai ada keputusan disetujui atau tidak.

Lembaga Ilegal 

Bagi kamu yang pernah mencari aplikasi atau layanan pinjaman online, pasti tahu bahwa banyak sekali penawaran yang bertebaran di media sosial, playstore dan juga website. Dan faktanya, tidak semua lembaga fintech tersebut sudah terdaftar di OJK.

Jika belum terdaftar di OJK, maka jangan sekali-kali memilih untuk menggunakan jasa pinjol tersebut. Sebab bisa dibilang pinjol tersebut ilegal dan berbahaya untuk konsumen.

Jadi itu 5 risiko yang kamu harus hadapi saat melakukan pinjaman online. Berutang ke pinjaman online memang sah-sah saja, tapi perhatikan legalitas lembaga dan juga risikonya ya!

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id