sign up SIGN UP

LIFE

Tips Membelanjakan Gaji Secara Pintar ala Financial Consultant untuk Pemula

Nisrina Salsabila | Rabu, 13 Jan 2021 16:00 WIB
Tips Membelanjakan Gaji Secara Pintar ala Financial Consultant untuk Pemula
caption
Jakarta -

Bersyukurlah bagi kamu yang di bulan ini masih mendapat gaji, berapapun nominalnya. Gaji diperoleh melalui hasil kerja keras kita dalam sebulan. So, pengeluarannya harus digunakan sebijak mungkin, agar tak sia-sia. Jangan sampai tipikal problem akhir bulan “gajian masih lama tapi saldo sudah meronta” terulang kembali di tahun 2021 ini.

Prita Ghozie, konsultan keuangan dan CEO & Principal Consultant ZAP Finance membagikan edukasi keuangan melalui IG @pritaghozie tentang cara membelanjakan gaji. Cara ini akan membantu kamu supaya keuanganmu tetap terencana dengan baik setiap bulannya. Syaratnya satu! Kamu harus komitmen dan konsisten dengan anggaranmu agar tujuanmu terwujud.

Mbak Prita menyarankan untuk membagi anggaran dalam 7 pos keuangan. Untuk lebih intensnya, kamu bisa baca di buku karangan Mbak Prita yang berjudul “Make It Happen!

1. Pos Zakat dan Pengeluaran Sosial

membelanjakan gaji
Berzakatlah 2,5% dari penghasilanmu/Foto: Pinterest/jahreeshree

Ingatlah selalu bahwa ada hak orang lain dalam setiap rezeki yang kita terima dan kewajiban kitalah untuk memberikannya kepada orang yang membutuhkan. Tunaikanlah pengeluaran sosial tersebut setiap bulannya agar hidup kita lebih terberkati. Rasanya dalam agama dan keyakinan apapun mengajarkan kebaikan untuk saling memberi bukan?

2. Pos Tabungan Dana Darurat

membelanjakan gaji
Dana darurat hanya dipakai disaat emergency/Foto: Pinterest/dreamstime

Dana darurat hanya digunakan dalam kondisi darurat dan mendesak, seperti saat kamu kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba, butuh biaya medis, terjadi bencana alam atau sebagainya. Ada baiknya kamu memisahkan dana darurat ini ke dalam rekening khusus yang terpisah.

Dana darurat dialokasikan sesuai kebutuhan masing-masing, yang biasanya dihitung berdasarkan 6-12 kali dari jumlah pengeluaran bulanan dan tanggungan. Jalankan secara konsisten hingga saldo dana darurat kamu mencapai angka ideal.

3. Pos Pembayaran Premi Asuransi

membelanjakan gaji
Asuransi untuk perlindungan keluarga/Foto: Pinterest/kevinmddotcom

Besaran pos ini sekitar 10% dari pemasukan. Sebaiknya upayakan untuk membeli premi asuransi jiwa dan kesehatan sebagai proteksi dini. Sekurang-kurangnya, kamu perlu mempunyai BPJS Kesehatan.

4. Pos Living

membelanjakan gaji
Biaya hidup itu murah, biaya pamer itu mahal/Foto: Pinterest/mybariatriclife

Ini adalah budget pengeluaran wajib untuk biaya hidup setiap bulan, termasuk cicilan. Sebisa mungkin anggarkan pos ini maksimal 60% dari pemasukan, ya. Pasalnya, pos yang satu ini memang rentan mengalami over budget utamanya jika kamu selalu menuruti tren. Pesan dari Mbak Prita, “biaya hidup itu murah, biaya pamer itu mahal!”

5. Pos Tujuan Keuangan

membelanjakan gaji
Tentukan tujuan keuanganmu/Foto: Pinterest/hloblog

Kamu tentunya mempunyai kebutuhan dan rencana keinginan untuk diwujudkan. Dilansir dari cermati.com, tujuan keuangan adalah perencanaan yang membutuhkan persiapan dana dalam jangka waktu tertentu. Ini bisa sesimpel mengumpulkan tabungan liburan ke luar negeri, bertekad bebas dari tagihan utang, hingga merencanakan pernikahan dan membeli rumah. Tanpa adanya tujuan keuangan yang dikelola dengan baik, penghasilan yang kamu miliki akan terbuang percuma.

6. Pos Investasi

membelanjakan gaji
Pilih produk investasi yang terpercaya dan terdaftar OJK/Foto: modestmoney Pinterest/

Berbeda dari tabungan, investasi memiliki tujuan jangka panjang di masa depan. Dalam investasi ada perputaran uang berupa keuntungan, sedangkan tabungan bersifat penyimpanan yang tidak menghasilkan uang. Mbak Prita berpesan, bersabarlah dalam berinvestasi. Selalu ukur risiko dan potensi keuntungan yang wajar. Jadi jangan gampang tergiur dengan iming-iming laba yang cepat, ya!

7. Pos Gaya Hidup

membelanjakan gaji
Isi pos gaya hidup dengan kegiatan bermanfaat/Foto: Pinterest/drumrdad375

Mempunyai keinginan, kesenangan, dan hobi adalah hal yang wajar. Jadi, tak berlebihan bila menetapkan pengeluaran gaya hidup ke dalam rencana anggaran. Pos ini memang diperuntukkan untuk membeli barang fashion, makeup, alat elektronik, atau barang hobi lainnya. Yang paling bagus, gunakan pos ini untuk berinvestasi pada dirimu sendiri. Ikuti kelas online dan talkshow online untuk mengasah kemampuan, pengetahuan, juga untuk meningkatkan kesehatan (contoh, kelas online olahraga aerobik).

Mbak Prita memberikan contoh alokasi gaji dengan metode ZAPFIN seperti di bawah ini. Besar persenan alokasinya bisa disesuaikan sendiri, ya, dengan pemasukan kamu.

membelanjakan gaji
Alokasi budget pengeluaran/Foto: Instagram/pritaghozie

Agar metode ini berjalan mulus, catat setiap pengeluaranmu ke dalam aplikasi pencatat keuangan, hindari pembelian impulsif, serta jalankan fitur instruksi menabung dan investasi otomatis.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id