sign up SIGN UP

LIFE

6 Fakta Tindihan, Fenomena Badan Kaku dan Sulit Bangun dari Tidur

Henny Alifah | Kamis, 15 Oct 2020 20:45 WIB
6 Fakta Tindihan, Fenomena Badan Kaku dan Sulit Bangun dari Tidur
Fakta Tindihan/ Foto: Unsplash.com/Alexandra Gorn

Selama berabad-abad, fenomena tindihan sering dikaitkan dengan gangguan makhluk halus. Banyak yang percaya bahwa tindihan adalah ulah jin atau setan yang menindih tubuh manusia sehingga menyebabkan badan kaku, napas terengah-engah, hingga akhirnya kesulitan bangun dari tidur. Sesuatu yang menimbulkan teror bagi siapa saja yang mengalaminya.

Namun demikian, dalam dunia medis, tindihan adalah fenomena yang umum dan tidak berbahaya. Dikenal dengan istilah sleep paralysis atau kelumpuhan tidur, ketahui lebih lanjut fakta tindihan berikut ini.

1. Tindihan terjadi di masa transisi antara tidur dan terjaga

ilustrasi: tindihan terjadi di masa transisi antara tidur dan terjaga
Fakta Tindihan/Foto: Unsplash.com/Kinga Cichewicz

Sleep paralysis atau tindihan adalah perasaan sadar dari tidur tetapi tidak bisa bergerak. Ini terjadi di masa transisi dalam tahap tidur REM, dan tubuh mengalami kesulitan melakukan transisi tersebut. Tidur REM, Rapid Eye Movement, adalah periode saat seseorang mengalami mimpi.


Dengan kata lain, tindihan adalah fenomena ketika tubuh berada di masa antara tidur dan terjaga. Jika terjadi di tahap proses tertidur alias menuju ke tidur REM, disebut tindihan hipnagogik atau predormital. Jika terjadi di tahap proses bangun alias keluar dari tidur REM, disebut tindihan hipnopompik atau postdormital. Sayangnya, penyebab tubuh tidak dapat bertransisi dengan lancar pada tahapan tidur ini masih belum diketahui.

2. Saat tindihan, seseorang bisa mengalami halusinasi 

ilustrasi: saat tindihan, seseorang bisa mengalami halusinasi
Fakta Tindihan/Foto: Unsplash.com/Andalucía Andaluía

Ini sedikit banyak menjelaskan mengapa orang beranggapan bahwa tindihan adalah kejadian mistis. Berbeda dengan visual dalam mimpi yang terjadi saat mata terpejam pada tidur REM, halusinasi pada tindihan terjadi dalam keadaan pikiran sadar dan mata terbuka sehingga tampak nyata.

Michael Breus, Ph.D., psikolog klinis asal Amerika mengatakan kepada BuzzFeed Life bahwa halusinasi visual dan pendengaran yang terjadi pada tindihan sebenarnya relatif jarang terjadi, tetapi banyak pasien melaporkan bahwa mereka merasakan kehadiran yang aneh atau menakutkan di dalam ruangan. Tindihan adalah pengalaman menakutkan bagi orang-orang karena mereka tidak bisa bergerak, dan kecemasan ekstrim ini menyebabkan orang-orang menjadi sangat takut pada lingkungan sekitar.

3. Seseorang tidak bisa begitu saja membangunkan dirinya sendiri dari tindihan

ilustrasi: seseorang tidak bisa begitu saja membangunkan dirinya sendiri dari tindihan
Fakta Tindihan/Foto: Unsplash.com/Vladislav Muslakov

Beberapa pasien melaporkan bahwa mereka dapat menggoyangkan jari kaki, jari tangan, atau otot wajah, yang membantu mereka membangunkan seluruh tubuh. Menurut  Breus, orang bisa saja mencoba sesuatu yang berbeda untuk bangun dari tindihan, tetapi sebenarnya tidak ada cara untuk menarik diri keluar dari kondisi ini kecuali menunggu.

4. Tindihan bisa terjadi pada siapa saja

ilustrasi: tindihan bisa terjadi pada siapa saja
Fakta Tindihan/Foto: Unsplash.com/Annie Spratt

Fakta tindihan yang berikutnya, siapa saja bisa mengalami tindihan. Selalu ada risiko tindihan di setiap tidur. Hanya saja, tingkat keparahan dan tingkat kesadaran sangat bervariasi. Tindihan paling umum terjadi di kalangan orang dewasa muda dan orang dengan riwayat penyakit mental. Terdapat studi yang menemukan tingkat prevalensi tertinggi kasus tindihan terjadi pada pelajar dan pasien psikiatri.

5. Meski rasanya seperti mati, tidak ada bukti yang menunjukkan tindihan berisiko kematian

ilustrasi: meski rasanya seperti mati, tidak ada bukti yang menunjukkan tindihan berisiko kematian
Fakta Tindihan/ Foto: Unsplash.com/Annie Spratt

Kebanyakan orang menggambarkan pengalaman tindihan seperti terbangun dalam keadaan mati. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa tindihan tidak berbahaya. Michael Breus mengungkapkan bahwa tindihan tidak menyebabkan kerusakan fisik pada tubuh dan tidak dijumpai kasus kematian akibat tindihan sampai saat ini.

Hal yang terpenting adalah memberikan pengertian pada orang agar tidak takut. Mereka yang mengalami tindihan kemungkinan besar hanya perlu lebih banyak istirahat. Jika mereka cukup tidur tapi masih mengalami tindihan, barulah mereka harus pergi ke spesialis gangguan tidur.

6. Cara menghindari tindihan

ilustrasi: tindihan bisa saja dihindari dengan tidur yang cukup dan berkualitas.
Fakta Tindihan/ Foto: Unsplash.com/Kevin Laminto

Menurut Michael Breus, penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa semakin sedikit tidur seseorang dan semakin lelah seseorang, semakin besar kemungkinan orang tersebut mengalami tindihan dan gangguan tidur lainnya.

Dengan fakta ini, maka tindihan bisa saja dihindari dengan tidur yang cukup dan berkualitas. Lakukan hal yang dapat menghilangkan stres berat, terutama sesaat sebelum tidur. Coba pula posisi tidur yang baru jika selama ini terbiasa tidur telentang.

(hld/hld)

Our Sister Site

mommyasia.id