sign up SIGN UP

7 Tips Penting Untuk Mahasiswa yang Berjuang dengan Kesehatan Mental

Intan Dwi | Senin, 23 Nov 2020 15:30 WIB
7 Tips Penting Untuk Mahasiswa yang Berjuang dengan Kesehatan Mental
caption
Jakarta -

Saat ini sepertinya masalah kesehatan mental sedang meningkat pada mahasiswa di perguruan tinggi. Ditambah lagi kondisi tahun ini diperparah dengan pandemi yang menyebabkan peningkatan dalam masalah kesehatan mental.

Siswa sekolah dan mahasiswa perguruan tinggi mengalami tingkat stres dan kecemasan yang lebih tinggi. Mereka juga harus berjuang untuk mengatasi cara baru dalam menerima materi pelajaran.

Jika kamu pernah atau sedang menderita kecemasan dan depresi, mungkin beberapa tips ini bisa membantu meningkatkan kesehatan mental dan tetap kuat bertahan di tahun ini. inilah tujuh tips untuk mahasiswa yang berjuang dengan kesehatan mental:

Banyak Tidur

Kurang tidur dapat membuat kamu merasa lelah, tidak fokus dan kewalahan saat melakukan berbagai aktivitas.
Banyak Tidur/pexels.com

Kurang tidur dapat membuat kamu merasa lelah, tidak fokus dan kewalahan saat melakukan berbagai aktivitas. Ketika kamu kurang tidur, tubuh kamu tidak mampu menghasilkan cukup serotonin dan dopamin untuk mencegah stres, kecemasan dan depresi.

Karena itu, tidur yang nyenyak (sekitar 8 hingga sepuluh jam malam), matikan semua gadget. Lampu dari gadget atau televisi memicu pikiran kamu untuk tetap terjaga, membuat kamu lebih sulit untuk tidur.

Lakukan Hobi

Jika kamu memiliki hobi melukis, membaca buku atau fotografi, luangkan waktu untuk menjauh dari kesibukan dengan fokus pada hobi atau aktivitas yang kamu sukai.
Lakukan Hobi/pexels.com


Bersyukur jika kamu memiliki hobi melukis, membaca buku atau fotografi, luangkan waktu untuk menjauh dari kesibukan dengan fokus pada hobi atau aktivitas yang kamu sukai. Karena dengan melakukan hobi kamu, itu memberikan kamu kesegaran, ketenangan dan istirahat dari segudang aktivitas perkuliahan.

Bersyukur

Ketika kamu merasa kewalahan atau stres, mungkin kamu sulit untuk merasa bersyukur atas segala hal.
Bersyukur/freepik.com

 

Ketika kamu merasa kewalahan atau stres, mungkin kamu sulit untuk merasa bersyukur atas segala hal. Dokumentasikan hal-hal yang kamu syukuri di dalam jurnal dan mencoba untuk menambahkan hal baru di setiap minggunya.

Tidak harus sesuatu yang besar, kamu bisa mencoba bersyukur dimulai dari hal kecil. Ketika kamu merasa stres semakin meningkat, baca jurnal yang kamu buat dan fokus pada hal-hal positif dalam hidup kamu.

Karena orang yang secara teratur mengungkapkan hal-hal positif dalam hidup mereka terbukti lebih bahagia secara keseluruhan yang menyebabkan tingkat stres dan depresi yang lebih rendah.

Konsumsi Makanan Sehat

jika kamu memiliki pola makan yang sehat itu akan memiliki berbagai manfaat, seperti meningkatkan suasana hati dan tingkat energi.
Konsumsi Makanan Sehat/pexels.com

Selanjutnya ada mengkonsumsi makanan yang sehat, jika kamu memiliki pola makan yang sehat itu akan memiliki berbagai manfaat, seperti meningkatkan suasana hati dan tingkat energi.

Tak hanya itu, konsumsi makanan sehat juga akan meningkatkan daya ingat dan fungsi otak yang lebih baik secara keseluruhan. Makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan dan biji-bijian telah dikaitkan dengan penurunan gejala depresi dan kelelahan.

Mulai sekarang, lebih baik tahan keinginan untuk makan berlebihan atau mengemil makanan yang tidak sehat dan cobalah membuat pilihan menu makan yang lebih sehat.

Putuskan Hubungan dari Hal-Hal Negatif

Di tengah pandemi ini, para mahasiswa pasti jadi lebih sering menonton tayangan televisi atau memainkan game di gadget mereka.
Putuskan Hubungan Dari Hal-Hal Negatif/pexels.com

Di tengah pandemi ini, para mahasiswa pasti jadi lebih sering menonton tayangan televisi atau memainkan game di gadget mereka. Padahal dua aktivitas itu dapat menyebabkan penambahan berat badan dan depresi.

Ketika stres kita sering melakukan perilaku negatif, seperti makan terlalu banyak, bermain game atau terlalu banyak menonton TV. Membatasi hal-hal negatif tersebut rupanya bisa membantu mengurangi kecemasan.

Aktif Melakukan Kegiatan Positif

Dengan olahraga teratur, seperti jalan kaki, jogging, berenang dan bersepeda terbukti dapat mengurangi gejala kecemasan dan depresi.
Aktif Melakukan Kegiatan Positif/freepik.com

Dengan olahraga teratur, seperti jalan kaki, jogging, berenang dan bersepeda terbukti dapat mengurangi gejala kecemasan dan depresi. Selain itu, kegiatan positif ini juga bisa memperbaiki suasana hari dan sirkulasi darah. Coba lakukan olahraga setidaknya 30 menit sehari untuk menjaga kejernihan dan fokus kamu.

Beri Hadiah Diri Kamu Sendiri

. Pastikan juga kamu mengakui pencapaian diri kamu selama ini dan menghargai diri sendiri atas semua kerja keras kamu!
Beri Hadiah Diri Kamu Sendiri/freepik.com

Mengakui nilai yang didapatkan, mencapai tujuan dan menyelesaikan tugas yang sulit hanyalah beberapa hal yang membuktikan bahwa kamu melakukan pekerjaan dengan baik.

Pastikan juga kamu mengakui pencapaian diri kamu selama ini dan menghargai diri sendiri atas semua kerja keras kamu!

Merasa bangga dan percaya diri dengan kemajuan diri sendiri dapat membantu kamu merasa bersemangat untuk melanjutkan perjalanan kuliah.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id