sign up SIGN UP

Cabin Fever: Aneka Emosi Negatif Akibat Terisolasi Dalam Waktu Lama Selama Pandemi, Kenali Gejalanya

Fina Prichilia | Selasa, 13 Jul 2021 16:00 WIB
Cabin Fever: Aneka Emosi Negatif Akibat Terisolasi Dalam Waktu Lama Selama Pandemi, Kenali Gejalanya
caption
Jakarta -

Bosan karena terisolasi atau terpisah dari dunia luar selama pandemi? Ini wajar saja terjadi karena kamu mungkin sudah rindu bertemu teman-teman kampus atau sudah nggak sabar ingin traveling seperti sedia kala.

Namun rupanya dampak dari isolasi diri bisa lebih dari itu, Beauties. Banyak orang pun kini bisa dihadapkan dengan cabin fever. Apa maksudnya?

Menurut Psikiater dan Spesialis Kedokteran Jiwa RS Unair, dr Hafid Algristian SpKJ., cabin fever atau demam kabin dapat menjadi fenomena yang berpotensi besar muncul di masa pandemi ini. Istilah itu merujuk pada kondisi kegelisahan akibat terisolasi atau terjebak dalam waktu lama.

Secara umum, gejalanya muncul ketika seseorang mengalami deprivasi sensorik atau kurangnya stimulus yang bermakna, yang terjadi saat seseorang harus membatasi sosialisasi secara tiba-tiba. Hal ini kerap menimbulkan halusinasi.

Gangguan halusinasi dan delusi bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini.Ilustrasi seseorang mengalami cabin fever/ Foto: Freepik.com


"Kita mungkin pernah saat sendirian tiba-tiba teringat memori masa lalu, hingga seakan memori itu berbicara pada kita. Sebenarnya itu bukan hal serius. Tapi kemudian dapat dikategorikan sindroma apabila kita menikmatinya, lalu memori menjadi personifikasi dari karakter yang kita ciptakan sendiri," jelasnya seperti dikutip dari detikNews.

Gejalanya

Hormon kortisol akan meningkat ketika kamu sedang stres. Hal inilah yang merangsang produksi minyak sehingga wajah mudah berjerawat.Ilustrasi seseorang sedang mengalami cabin fever/ Foto: Freepik.com

Gejalanya tak hanya itu saja, Beauties. Selanjutnya ada beberapa gejala yang perlu kamu waspadai. Di antaranya:

-Sulit berkonsentrasi atau susah fokus
-Merasa sangat sedih
-Demotivasi atau tidak lagi punya motivasi dari hal-hal yang tadinya kamu suka
-Sulit kendalikan emosi
-Merasa kurang energi
-Mudah marah
-Mengalami gangguan tidur
-Mengalami gangguan makan; mengidam atau justru tidak nafsu makan.

Penyembuhannya menurut ahli adalah dengan manajemen stres yang tepat. Untuk mengatasinya, cobalah menghirup udara segar di pagi hari tentunya sesuai protokol kesehatan selama pandemi, tidak melupakan me time, serta menjaga komunikasi dengan orang lain walau hanya bisa dilakukan secara online.

Namun jika kamu merasa tak kunjung membaik, cobalah temui psikolog maupun psikiater.

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id