Hati-hati, Gak Bisa Cium Bau, Bisa Jadi Gejala Covid-19!
Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berbagai usaha telah dilakukan untuk memberantas dan menurunkan laju pertambahan jumlah pasien yang terinfeksi. Mengenali gejala awal sedini mungkin merupakan salah satunya.
Jika sebelumnya ada banyak gejala cukup umum yang membuat Covid-19 samar untuk diditeksi secara personal, maka sekarang ada banyak gejala yang harus turut diperhatikan. Ya, salah satunya adalah hilangnya kemampuan penciuman.
Lantas, hilang penciuman seperti apa yang dimaksud? Simak selengkapnya di bawah ini.
Keterkaitan Hilangnya Penciuman dengan Gejala Covid-19
![]() Anosmia/freepik.com |
Dilansir dari Health.detik.com, kehilangan penciuman atau yang disebut dengan Anosmia memiliki kaitan dengan Covid-19. Bahkan, hal ini semakin diperjelas oleh CDC (Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) yang telah mencantumkan Anosmia sebagai satu di antara banyaknya gejala Covid-19.
Meski demikian, hal yang perlu digarisbawahi adalah Anosmia atau kehilangan penciuman ini tidak hanya dialami oleh mereka yang kemungkinan terinfeksi Covid-19, melainkan juga bisa terjadi pada penderita polip dan sinusitis.
Bagaimana Membedakan Anosmia Karena Covid-19?
![]() Kehilangan penciuman/freepik.com |
Berdasarkan penjelasan dari dr Deasi Anggraini Sp THT-KL(K), seorang dokter spesialis THT dari RSUP Persahabatan, Anosmia yang disebabkan oleh virus Covid-19 dan Anosmia yang disebabkan penyakit lainnya memang hampir sama. Namun hal paling mencolok yang membedakannya adalah waktu kemunculannya.
Biasanya, Anesmia yang disebabkan Covid-19 akan muncul secara tiba-tiba. Sementara Anesmia yang disebabkan oleh penyakit jenis lain itu biasanya sudah pernah muncul sebelumnya dan bisa hilang timbul bahkan berkelanjutan.
Baca Juga : Tips Mendapatkan Kerja di Tengah Pandemi |
Kapan Anosmia Muncul Pada Pasien Covid-19?
![]() Kemunculan Anosmia/freepik.com |
Sebuah penelitian di Turki mengungkap bahwa kemunculan Anosmia disebabkan Covid-19 itu dialami sekitar H-3 ataupun H-4 sebelum gejala lain semisal demam ataupun terdiagnosis oleh PT-PCR. Cara lain yang juga mudah untuk dikenali soal kemunculan Anosmia ini pada penderita Covid-19 adalah munculnya gejala lain seperti batuk, fatigue, nyeri otot, nyeri tenggorokan, sakit kepala, demam dan lainnya.
Kemungkinan Anosmia Sebagai Gejala Covid-19
![]() Gejala Covid-19/freepik.com |
Adapun kemungkinan Anosmia sebagai gejala Covid-19 memang tidak boleh dianggap remeh. Ya, sebanyak 70% pasien yang positif Covid-19 di Amerika mengalami gejala Anosmia ini. Untuk itulah, sebisa mungkin dianjurkan untuk melakukan antisipatif.
Apa yang Dilakukan Jika Mengalami Anosmia?
![]() Meet with doctor/freepik.com |
Hal ini memang sangat perlu diperhatikan dengan baik. Dr Deasi menyarankan untuk melakukan tes swab ketika sudah merasakan Anosmia secara tiba-tiba. Tujuannya tidak lain adalah untuk memastikan apakah gelaja itu merupakan tanda terinfeksi Covid-19 atau bukan.
Apabila memang tidak memungkinkan untuk melakukan tes swab, maka cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengisolasi mandiri selama 7 hingga 10 hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan lebih lanjut sehingga dapat memutus rantai penyebaran Covid-19.




