sign up SIGN UP

LIFE

Ketahui 7 Alasan Ini Kenapa Kamu Mudah Berkeringat

Intan Dwi | Minggu, 21 Feb 2021 21:00 WIB
Ketahui 7 Alasan Ini Kenapa Kamu Mudah Berkeringat
Ketahui 7 Alasan Ini Kenapa Kamu Mudah Berkeringat/ Foto: freepik.com
Jakarta -

Semua orang memang berkeringat, karena ini merupakan bagian penting dari sistem pendingin tubuh dan mencegah manusia dari kepanasan. Banyak hal yang bisa membuat kamu berkeringat, seperti cuaca panas, olahraga atau makanan pedas.

Tapi bagaimana kalau kamu mudah merasa kepanasan sepanjang waktu meski hanya duduk di sofa atau kursi kerja kamu? Berkeringat terus-menerus bisa menimbulkan masalah bahkan bisa mengganggu aktivitas kamu. Karena itu ketahuilah tujuh alasan ini yang membuat kamu mudah berkeringat.

Stres atau kecemasan

Ketika kamu mengalami stres, bagian otak yang disebut hipotalamus yang terletak di dekat kelenjar pituitari tidak melakukan tugasnya
Stres atau kecemasan/freepik.com

Ketika kamu mengalami stres, bagian otak yang disebut hipotalamus yang terletak di dekat kelenjar pituitari tidak melakukan tugasnya. Hipotalamus mengatur suhu internal tubuh melalui keringat dan membantu kamu menjaga di suhu yang nyaman.

Selain itu, ini juga menjaga ritme sirkadian sekaligus menghasilkan hormon yang bertanggung jawab untuk mengelola respon terhadap stres. Ketika hipotalamus tidak bekerja sebaik yang seharunya karena stres yang berlebihan, mungkin kamu merasa seperti ada semburan panas atau tekanan darah meroket.

Inilah sebabnya kenapa kamu berkeringat (kelenjar keringat yang tidak teratur) seiring dianggap sebagai tanda gugup atau ketakutan. Cara mengatasinya, latihan pernapasan dalam, berlibur atau melakukan kegiatan yang bisa menurunkan tingkat stres.

Dehidrasi

Saat kamu kepanasan maka tubuh akan mengeluarkan keringat untuk membantu menurunkan suhu.
Dehidrasi/freepik.com

Saat kamu kepanasan maka tubuh akan mengeluarkan keringat untuk membantu menurunkan suhu. Keringat membawa panas ke permukaan kulit kamu, kemudian mendinginkan tubuh melalui penguapan.

Kalau kamu mengalami dehidrasi, mungkin kamu tidak memiliki sumber air yang diperlukan untuk menghasilkan keringat yang dibutuhkan untuk membuat kamu tetap dingin. Minumlah banyak air dan cairan lain, tetapi tetap hindari minuman yang mengandung gula berlebih.

Asupan kafein yang tinggi

Kafein merupakan stimulan karena itu banyak dari kita yang menyukainya dan ketika kamu minum terlalu banyak kopi dan minum terlalu banyak es latte kamu bisa kepanasan.
Asupan kafein yang tinggi/freepik.com

Kafein merupakan stimulan karena itu banyak dari kita yang menyukainya dan ketika kamu minum terlalu banyak kopi dan minum terlalu banyak es latte kamu bisa kepanasan. Karena itu untuk menghindari keringat yang berlebih, lebih baik hindari kafein dan minum air putih. Dengan begitu kamu akan merasa lebih baik dalam waktu singkat.

Hipertiroidisme

Salah satu efeknya adalah metabolisme yang dipercepat antara lain menyebabkan gejala-gejala peningkatan suhu tubuh dan keringat berlebih.
Hipertiroidisme/freepik.com

Kelenjar tiroid kamu memproduksi dan mengeluarkan hormon yang mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan dan suhu tubuh. Hormon tiroid berperan besar dalam mengontrol banyak area di tubuh dan jika area tubuh tidak sinkron mungkin kamu akan merasa panas sepanjang waktu.

Hipertiroidisme juga dikenal tiroid yang terlalu aktif, terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroksin. Salah satu efeknya adalah metabolisme yang dipercepat antara lain menyebabkan gejala-gejala peningkatan suhu tubuh dan keringat berlebih.

Jika kamu mencurigai bahwa tiroid dalam tubuh tidak berfungsi dengan baik, lebih baik hubungi dokter dan ceritakan yang kamu alami.

Kelebihan berat badan

Jika kamu memiliki berat badan yang berlebihan atau secara keseluruhan kamu bertubuh lebih besar dan merasa selalu kepanasan, berat atau ukuran tubuh mungkin menjadi alasannya.
Kelebihan berat badan/freepik.com

Jika kamu memiliki berat badan yang berlebihan atau secara keseluruhan kamu bertubuh lebih besar dan merasa selalu kepanasan, berat atau ukuran tubuh mungkin menjadi alasannya. Karena ada kemungkinan bahwa suhu kulit yang lebih rendah akan membuat orang yang gemuk menjadi lebih dingin secara keseluruhan.

Selain itu, orang yang berukuran tubuh lebih kecil memiliki luas permukaan lebih banyak sehingga mereka kehilangan panas lebih cepat. Coba lakukan diet lalu tentukan dimana kamu bisa mengurangi karbohidrat sederhana dan coba berjalan kaki 15 menit setiap harinya untuk membantu membakar kalori yang kamu makan.

Ovulasi

Hormon berganti peran selama ovulasi dengan estrogen mengambil alih ke progesteron.
Ovulasi/freepik.com

Hormon berganti peran selama ovulasi dengan estrogen mengambil alih ke progesteron. Progesteron bersama dengan hormon utama yang terlibat dalam pemeliharaan kehamilan juga menyebabkan peningkatan suhu inti yang membuat kamu merasa lebih panas dari biasanya.

Karena hormon kamu berfluktuasi di sekitar siklus menstruasi, maka panas tubuh kamu juga bisa meningkat. Jika semburan panas ovulasi singkat kamu bisa membawa kipas portabel dan kenakan pakaian dengan bahan yang adem dan minum banyak air.

Perimenopause

Perimenopause merupakan periode waktu sebelum tubuh wanita memasuki masa menopause dan berhanti mengalami siklus menstruasi yang menyebabkan keringat.
Perimenopause/freepik.com

Perimenopause merupakan periode waktu sebelum tubuh wanita memasuki masa menopause dan berhanti mengalami siklus menstruasi yang menyebabkan keringat. Selama menjelang menopause, hormon kamu menjadi todak seimbang dan mungkin mengalami hot flash.

Tubuh kamu juga harus mulai mendingin secara alami di malam hari sehingga kamu bisa tidur ketika berkeringat atau merasa panas di malam hari. Kamu bisa mengatasinya dengan hubungi dokter dan konfirmasi kondisi kamu, mungkin kamu akan diberi vitamin atau direkomendasikan untuk olahraga, diet atau terapi hormon.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id