sign up SIGN UP

LIFE

Risiko Corona Meningkat Saat Berenang, Kenapa?

Jovita | Selasa, 07 Jul 2020 14:00 WIB
Risiko Corona Meningkat Saat Berenang, Kenapa?
caption

Kekhawatiran terpapar COVID-19 inilah yang kemudian membuat masyarakat menahan keinginannya untuk berenang di tempat umum, tetapi ada juga lho yang tetap nekat untuk berenang di kolam renang non pribadi. Sebenarnya apakah aman berenang di masa pandemi?

Tidak ada bukti COVID-19 menular melalui air

Air Kolam Renang yang Mengandung Klorin dan Bromin /Foto: Pixabay.com
Air Kolam Renang yang Mengandung Klorin dan Bromin/ Foto: pixabay.com

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memang menyatakan tidak ada bukti virus corona menyebar dari orang ke orang melalui air. CDC juga meyakinkan, klorin dan bromin yang mendisinfeksi kolam renang dan suhu panas tak memungkinkan virus corona itu aktif. Jika begitu, apakah ini berarti pernyataan berenang tingkatkan risiko corona adalah mitos?

Meskipun demikian, berenang tetap dapat tingkatkan risiko corona

Berenang Dapat Tingkatkan Risiko Corona/ Foto: pixabay.com
Berenang Dapat Tingkatkan Risiko Corona/ Foto: pixabay.com

Para ahli tetap memperingatkan masyarakat yang melakukan kegiatan di luar ruangan, seperti berenang di kolam renang publik wajib mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari menjaga jarak, memastikan kebersihan tangan, mendisinfeksi permukaan dan wajib memakai masker. Tak dipungkiri, menjalankan protokol kesehatan saat di kolam renang publik bukanlah hal yang mudah. Hal inilah yang kemudian membuat berenang tingkatkan risiko corona. 

Mengapa berenang tingkatkan risiko penularan corona?

Ruang Ganti di Pusat Kebugaran dan Renang / Foto: pixabay.com
Ruang Ganti di Pusat Kebugaran dan Renang/ Foto: pixabay.com

Penularan virus COVID-19 bukan meningkat saat di dalam kolam renang namun risiko penularannya berasal dari orang-orang yang berkunjung ke sana dan menggunakan sarana dalam pusat renang tersebut. Jika seseorang yang terinfeksi virus COVID-19 menggunakan sarana di pusat renang, kemungkinan menularkannya jadi lebih tinggi. Misalnya saat menggunakan ruang ganti kolam renang yang ramai atau saat makan di kafe dalam ruangan pusat renang.

Hal ini juga sejalan dengan pernyataan ahli penyakit menular dari UCHealth, Dr. Daniel Pastula yang mengatakan bahwa risiko tidak hanya ada di dalam kolam, tapi juga di luar kolam. Misalnya di area duduk, restoran, ruang ganti, hingga kamar mandi. Dr. Daniel Pastula menyebut bahwa tanpa social distancing (physical distancing) yang benar, kolam renang atau taman air bisa menjadi skenario dengan risiko tinggi. Bukan masalah airnya, namun kepadatan orang-orang di dalamnya.

Oleh karena itu, lebih baik Beautynesian menghindari untuk berenang di kolam renang publik dan berpergian ke tempat-tempat publik sementara waktu demi keamanan bersama, ya!

(hld/hld)

Our Sister Site

mommyasia.id