sign up SIGN UP

Terbaru! BPOM Beri Izin Vaksin Zifivax, Bakal Lebih Ampuh dari Jenis Sebelumnya?

Rini Apriliani | Jumat, 08 Oct 2021 15:30 WIB
Terbaru! BPOM Beri Izin Vaksin Zifivax, Bakal Lebih Ampuh dari Jenis Sebelumnya?
caption
Jakarta -

Pemerintah terus berupaya melawan pandemi Covid-19 yang kini masih saja melanda Indonesia dan berbagai belahan dunia. Pembaharuan pun terus dihadirkan, salah satunya dengan mendatangkan vaksin jenis baru, yaitu Vaksin Zifivax.

Badan Pengawas Makanan dan Minuman (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (UEA) untuk vaksin jenis baru ini. Vaksin Zifivax merupakan vaksin yang dikembangkan dengan platform rekombinan protein sub-unit. 

Penny Lukito selaku Kepala BPOM mengungkapkan jika Vaksin Zifivax ini terbukti aman digunakan, berdasarkan uji klinis I, II, dan III. Tak hanya lewat uji klinis di China, Pakistan, Uzbekistan, dan Ekuador saja, tapi telah dilakukan uji kembali bersama FKUI di Bandung, RSCM Jakarta, dan berbagai centre.

Vaksin ZifivaxPeresmian Vaksin Zifivax/ Foto: Instagram.com/bpom_ri

Seperti jenis vaksin sebelumnya yang telah beredar. Untuk jenis Vaksin Zifivax ini juga tidak menyebabkan efek samping yang fatal. Efek samping yang terasakan hanya akan sakit kepala, demam, dan kelelahan saja.

Untuk angka kemanjuran pada Vaksin Zifivax ini terbilang cukup tinggi, yakni berada di angka 81,71 persen. Adapun vaksin akan diberikan sebanyak tiga suntikan dalam rentang waktu 3 bulan.

"Efikasi (kemanjuran vaksin berdasarkan uji laboratorium) berdasarkan interim studi uji klinis fase tiga baik. Efikasi mencapai 81,71% yang dihitung setelah 7 hari secara vaksinasi lengkap dan mencapai 81,4% setelah 14 hari vaksinasi lengkap. Vaksin ini diberikan dalam 3 kali suntikan dalam rentan 3 bulan," ujar Penny Lukito dalam konferensi persnya, seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (7/10).

Vaksin Covid-19Vaksin Covid-19/ Foto: Freepik.com

Vaksin terbaru ini dikembangkan oleh Anhui Longcom Biopharmaceutical dari China. Vaksin Zifivax menggunakan sebagian dari komponen virus untuk memicu respon imunitas tubuh hingga menciptakan suatu kekebalan.

Vaksin ini pun memiliki efikasi yang berbeda pada varian Covid-19. Untuk varian awal akan menunjukkan efikasi sebesar 92,92%, lalu varian Gamma 100%, varian Kappa 90%, sedangkan untuk varian Delta yang memiliki tingkat penyebaran lebih tinggi memiliki efikasi sebesar 77%. Pada Delta lebih rendah dibanding varian Covid-19 lainnya memang, namun hal ini tidak menjadi masalah karena Vaksin Zifivax akan tetap mampu bekerja dengan baik.

Doctors wearing PPE uniforms white gloves are inoculating the arm muscles to prevent COVID 19.Vaksinasi Covid-19/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Setelah adanya penambahan Vaksin Zifivax ini, total keseluruhan vaksin yang diterbitkan oleh BPOM ada 10 jenis vaksin Covid-19. Mulai dari Sinovac, Vaksin Covid-19 Bio Farma, Sinopharm, AstraZeneca, Sputnik V, Convidecia, Janssen, Moderna, Pfizer, dan ditambah Zifivax.

Hingga kini belum ada kabar terbaru terkait kapan vaksin Zifivax akan digunakan. Nantinya, vaksin yang satu ini akan diberikan pada orang berusia 18 tahun ke atas. Namun, sembari menunggu vaksin yang satu ini tersebar, kamu jangan lupa untuk vaksinasi ya, Beauties! Semua vaksin memiliki tujuan yang sama kok, tenang saja!

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id