sign up SIGN UP

MAKE-UP

Para Founder Brand Makeup dan Skincare Lokal Perempuan Paling Inspiratif

Verticallya Yuri S.E Pratiwi | Selasa, 09 Mar 2021 12:15 WIB
Para Founder Brand Makeup dan Skincare Lokal Perempuan Paling Inspiratif
caption
Jakarta -

Dewasa ini siapa yang masih bilang kalau perempuan harus di rumah dan tak boleh berkarya? Buang pikiran itu jauh-jauh, justru perempuan baik di masa kini maupun di masa manapun sebenarnya memiliki kemampuan dan harus diberi kesempatan yang sama untuk dapat menjalani karir yang ia ingin lakoni.

Seperti para founder dari skincare dan brand kosmetikberikut ini, yang tak hanya berhasil melawan stigma lama, namun juga mampu menjadi inspirasi banyak orang lewat sepak terjangnya sebagai seorang perempuan dalam menekuni karirnya.

BLP Beauty – Lizzi Parra

Lizzi Parra
Lizzi Parra/Instagram Lizzi Parra

BLP Beauty merupakan salah satu merk yang memiliki ragam warna cantik yang menarik hati banyak konsumen make up. Terutama warna-warna velvet dalam lipt tint atau lipstick yang ada.

Berkembangnya BLP Beauty dalam pergelutan dunia kosmetik tak lepas dari Lizzi Parra. Berawal sebagai seorang MUA (Make Up Artist), kini Lizzi Parra berhasil mengembangkan BLP Beauty lebih berkembang dan bahkan sudah memiliki tempat tersendiri bagi para pengguna make up lokal. Lizzi menjadi inspirasi bagi para perempuan untuk mau berani mencoba dan mengambil tantanga baru.

 

MS Glow - Shandy Purnamasari

Shandy PurnamasariShandy Purnamasari/ Foto: instagram.com/Shandypurnamasari

Perempuan cantik yang merintis bisnis kecantikan sejak tahun 2013 ini adalah sosok di balik MS Glow Beauty, MS Glow Aesthetic Clinic, dan PT.Kosmetika Global Indonesia. Sebelum memiliki usaha yang besar seperti sekarang, Shandy hanya menjual produk kecantikannya secara daring. Hingga akhirnya keuletan dan usahanya membuahkan hasil. Banyak konsumen yang mengaku senang dan cocok denagn produknya, hingga akhirnya mendorong Shandy untuk membuka klinik pertamanya di tahun 2017.

SASC - Priscilla Pangemanan

Priscilla Pangemanan
Priscilla Pangemanan/Instagram Priscilla Pangemanan

Dalam menjalankan SASC, Priscilla menggunakan konsep sociopreneur. Di mana itu adalah perpaduan antara bisnis dan kegiatan sosial. Bukti nyata dari konsep yang diterapkan Priscilla adalah bahwa sebagian keuntungan SASC kerap disalurkan pada yayasan yang membutuhkan. Bahkan kini SASC telah secara rutin mendukung 9 yayasan yang memiliki fokus dalam beragam hal. Kesuksesan yang diiringi oleh kepedulian sosial yang diterapkan Priscilla harus jadi inspirasi bagi banyak perempuan karir di luar sana.

Skin Dewi - Dewi Kauw

Dewi Kauw
Dewi Kauw/Dewikauw Instagram

Mencari solusi untuk kondisi kulit anaknya yang mengidap atopic dermatitis atau yang lebih populer dengan nama eksim, Dewi Kauw mempelajari skin care organik sampai ke Jerman dan Perancis. Hal ini menjadi awal dari keinginan kuat Dewi untuk membantu banyak orang yang juga memiliki permasalahan serupa aga terbebas dari pengobatan dan skin care yang mengandung steroid.

Dewi pun mulai membangun Skin Dewi sampai bisa seperti sekarang. Namun, tak hanya soal bisnis saja, namun Dewi juga kerap menggelar workshop bentuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang skin care organik yang bisa dipakai untuk berbagai jenis kulit. Itu merupakan komitmen Dewi dalam membantu banyak orang khususnya masyarakat Indonesia terkait skin care organic yang aman untuk tiap jenis kulit.

(mel/mel)

Our Sister Site

mommyasia.id