sign up SIGN UP

LIFE

Ancaman Kesehatan Tubuh dan Finansial di Balik Self Reward

tjitradewi | Minggu, 02 May 2021 04:05 WIB
Ancaman Kesehatan Tubuh dan Finansial di Balik Self Reward
caption

Beberapa tahun belakangan isu mengenai mental health mulai banyak dibahas. Salah satu hal yang banyak disoroti adalah tentang self love atau mencintai diri sendiri. Berangkat dari sana, muncul lah frasa self reward alias memberi hadiah kepada diri sendiri.

Misalnya saja kamu telah melewati lima hari ujian atau sudah menjalani presentasi pitching yang disiapkan sejak lama, maka untuk mengapresiasi diri sendiri kamu berhak untuk menyenangkan dirimu. Biasanya self reward tak jauh dari membeli barang impian, makan makanan enak, atau pergi ke salon dan spa.

Melakukan perawatan di salon bisa menjadi salah satu bentuk self reward.
Melakukan perawatan di salon bisa menjadi salah satu bentuk self reward. (Freepik)

Namun berangkat dari makin maraknya self reward, banyak orang yang menerjemahkan self reward secara ugal-ugalan. Khususnya anak muda, tak jarang sebentar-sebentar memberikan 'reward' kepada dirinya padahal pekerjaannya terhitung tak terlalu berat. 

Umumnya, alokasi keuangan self reward masuk ke dalam anggaran hiburan. Dalam sebulan, anggaran hiburan atau entertainment jumlahnya hanya sekitar 10% dari total pendapatan per bulan. Jika kamu masih belum memiliki pendapatan, angka ini berasal dari uang jajan yang kamu dapatkan dari orangtuamu.

Budget self reward besarnya 10% dari jumlah pendapatan.
Budget self reward besarnya 10% dari jumlah pendapatan. (Freepik)

Namun jika kalian sebentar-sebentar memberikan reward kepada diri kalian sendiri, bukan hal mustahil jika anggaran tersebut akan melonjak dan mengganggu anggaran lain, misalnya anggaran untuk menabung.

Ada juga cerita bahwa saking teledornya menafsirkan self reward, seseorang rela berhutang untuk mendapatkan barang yang ia inginkan. Jangan sampai hal ini terjadi kepadamu ya, Ladies!

Ilustrasi terlilit hutang.
Ilustrasi terlilit hutang. (Freepik)

Selain memberi barang, self reward biasanya berbentuk makanan. Biasanya makanan manis seperti minuman dan cake yang sedang hits atau makanan tinggi kalori dan natrium menjadi panganan favorit yang dipilih untuk self reward. Sebenarnya hal ini tak masalah jika kalian hanya melakukannya sesekali. Namun yang jadi masalah, jika kalian tak bisa menakar kapan benar-benar harus memberi reward makanan kepada tubuh kalian sendiri.

Seperti yang kalian tabu, terlalu sering dan banyak mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, kalori, dan garam memperbesar adanya risiko obesitas dan rasa candu terhadap otak. Jika dilakukan dalam waktu panjang, kebiasaan ini akan menjadi menyebabkan sejumlah penyakit seperti diabetes, hipertensi dan sejumlah penyakit lain.

Makan makanan kesukaan menjadi salah satu bentuk self reward.
Makan makanan kesukaan menjadi salah satu bentuk self reward. (Freepik)

Sebenarnya sah-sah saja dan malah menjadi hal baik untuk kesehatan mentalmu jika kamu melakukan self reward. Namun, kamu harus tau kapan dan tetapkan anggaran untuk melakukannya. Jangan sampai kebiasaan borosmu justru berselubung self reward ya!

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id