sign up SIGN UP

LIFE

Cuma Soal Waktu, Ini Alasan Tak Ada yang Namanya Telat Menikah

Jovita | Selasa, 16 Jun 2020 18:00 WIB
Cuma Soal Waktu, Ini Alasan Tak Ada yang Namanya Telat Menikah
caption

Beautynesian, pernahkah kamu mengkhawatirkan, 'kapan aku akan menikah dan bagaimana jika aku telat menikah? Jika pernah, maka berhentilah mengkhawatirkan hal tersebut karena di dunia ini tidak ada yang namanya telat menikah. Mengapa demikian?

1. Tujuan hidup setiap orang berbeda

image
Setiap Orang Punya Tujuan Hidup Berbeda/ Foto: pixabay.com

Setiap orang memiliki target dan tujuan hidup yang berbeda-beda, begitu juga dengan kamu. Hanya karena seseorang belum menikah di usia yang dijadikan masyarakat sebagai standar pernikahan, bukan berarti orang tersebut layak disebut telat menikah. 

Ada orang yang memprioritaskan pernikahan di atas segalanya, tapi ada juga yang memprioritaskan tujuan lain terlebih dulu, seperti karir, keluarga, hingga hobi. Jadi, jangan memandang negatif dan memberi label pada seseorang dengan sebutan telat menikah, hanya karena ia masih sendiri. Siapa tahu ada target lain yang sedang dikejarnya terlebih dulu.

2. Menikah itu tentang kesiapan dan keyakinan

image
Menikah Perlu Kesiapan dan Keyakinan Diri/ Foto: pixabay.com

Hal terpenting yang perlu diingat perihal pernikahan adalah nilai-nilai dalam pernikahan itu sendiri. Menikah bukanlah ajang perlombaan untuk menunjukkan seberapa cepat kamu dapat mencapainya. Menikah adalah keputusan kompleks yang menyangkut keyakinan, komitmen, dan kesiapan masing-masing pasangan. Seberapa siap kamu dan pasangan masuk ke dalam jenjang yang lebih serius?

Memutuskan untuk menikah berarti kamu sudah siap untuk menjaga komitmen sekali seumur hidup hingga akhir hayat nanti. Jadi, tidak ada yang namanya telat menikah ya, Beautynesian.

3. Menikah itu adalah pilihan dan hak seseorang

image
Menikah Adalah Pilihan/ Foto: pixabay.com

Beautynesian, kamu perlu ingat bahwa menikah adalah pilihan dan bukan suatu keharusan. Umumnya, memang setiap orang atau pasangan digambarkan akan menikah suatu hari nanti. Namun, banyak juga kok orang-orang yang memilih untuk tidak menikah atas dasar keinginannya sendiri.

Menikah atau tidak, itu adalah pilihan hidup dan hak seseorang. Kita tidak berhak untuk berkata buruk terhadap pilihan tersebut, apalagi sampai menyebutnya telat menikah. Siapa tahu ia memang tidak mau menikah

4. Menikah akan terjadi di waktu yang tepat

wedding/freepik.comMenikah di Waktu yang Tepat/ Foto: freepik.com

Lagi-lagi, pernikahan bukanlah sebuah ajang lomba yang bisa diadu kecepatannya. Jika memang sudah waktunya, kamu pun pasti akan menikah. Tenanglah, tidak usah terlalu dipikirkan apalagi membandingkan kondisimu dengan orang lain, cukup jalani sehari demi sehari dan lakukan yang terbaik di setiap harinya. Jika waktunya sudah tiba, maka tidak akan ada yang bisa menghambat pernikahanmu.

5. Telat menikah itu subjektif

image
Tidak Ada yang Namanya Telat Menikah/ Foto: pixabay.com

Telat menikah hanyalah penilaian subjektif yang dilontarkan seseorang. Apa yang menurutmu telat, belum tentu telat juga di mata orang lain. Sampai saat ini, tidak ada patokan atau ciri-ciri khusus untuk menetapkan seseorang dengan status telat menikah.

Dunia ini dihuni oleh miliaran manusia dengan latar belakang, pandangan, serta pemikiran yang berbeda. Ada yang menikah di usia muda, ada juga yang menikah di usia tua. Oleh karena itu, tidak ada yang namanya telat menikah.

Mengecap seseorang dengan kata telat menikah adalah perbuatan yang kasar dan tidak seharusnya dilakukan. Pernikahan adalah urusan pribadi setiap insan dan merupakan rahasia dari yang Maha Kuasa. Jadi, biarkan itu menjadi proses hidup yang harus dipelajari dan dinikmati seseorang tanpa perlu dicampuri atau dinilai oleh pihak lain. Semangat ya, Beautynesian!

(hld/hld)

Our Sister Site

mommyasia.id