sign up SIGN UP

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 25 November: Sejarah, Tema, dan Kampanye, Wajib Tahu!

Nadya Quamila | Kamis, 25 Nov 2021 14:00 WIB
Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 25 November: Sejarah, Tema, dan Kampanye, Wajib Tahu!
Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Diperingati Setiap 25 November/Foto: Freepik.com/wayhomestudio
Jakarta -

Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Sedunia diperingati setiap 25 November setiap tahunnya. Tujuan peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan adalah untuk meningkatkan kesadaran akan fakta bahwa banyak perempuan di seluruh dunia yang menjadi korban kekerasan dalam berbagai bentuk.

Menurut data dari PBB, sekitar 736 juta perempuan pernah mengalami kekerasan fisik maupun seksual. Data tersebut juga menunjukkan bahwa perempuan mulai mengalami kekerasan sejak usia muda. Namun sedihnya, dari sekian banyak perempuan yang mengalami kekerasan, kurang dari 40 persen yang bisa mencari bantuan.

Sejarah Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Kenali bentuk-bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan/Foto: Pexels.com/Oleg MagniSejarah Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan/Foto: Foto: Pexels.com/Oleg Magni

Sejak tahun 1981, para aktivis hak-hak perempuan telah menyerukan kampanye untuk melawan kekerasan berbasis gender dan menjadikan tanggal 25 November untuk memperingati gerakan tersebut.

Tanggal 25 November juga dipilih untuk menghormati Mirabal bersaudara, tiga aktivis politik perempuan dari Republik Dominika. Mereka dibunuh secara brutal atas perintah penguasa negara saat itu di tahun 1960, yakni Rafael Trujillo (1930-1961)

Kemudian pada 20 Desember 1993, Sidang Umum PBB mengadopsi Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan melalui resolusi 48/104. Hal ini menjadi jalan pembuka untuk memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.

Sekitar tujuh tahun kemudian, Sidang Umum PBB akhirnya resmi menetapkan 25 November sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan melalui resolusi 54/134.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Say No To Rape Culture/Foto: pexels.com/RODNAE ProductionKampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan/Foto: Foto: Pexels.com/RODNAE Production

Untuk memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, diadakan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang dilakukan selama 16 hari, yakni mulai tanggal 25 November hingga 10 Desember.

Dikutip dari Komnas Perempuan, dipilihnya rentang waktu tersebut dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.

Selama 16 hari tersebut, ada beberapa hari-hari peringatan penting lainnya, seperti Hari AIDS Sedunia (1 Desember), Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan (2 Desember), Hari Internasional bagi Penyandang Cacat (3 Desember), Hari Internasional bagi Sukarelawan (5 Desember), Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan (6 Desember), dan Hari HAM Internasional (10 Desember), seperti dikutip dari CNN.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Kampanye ini pertama kali digagas oleh Women's Global Leadership Institute pada 1991 yang disponsori oleh Center for Women's Global Leadership.

Tema Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 2021

Kekerasan Dalam Rumah TanggaIlustrasi kekerasan terhadap perempuan/Foto: Pexels/Karolina Grabowska

Di tahun 2021, Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan mengambil tema bertajuk "Orange The World: End Violence Against Women Now!". Menurut PBB, oranye adalah warna untuk mewakili masa depan yang cerah dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

Hampir satu dari tiga perempuan pernah mengalami pelecehan dalam hidup mereka. Sejak pandemi COVID-19, jumlah tersebut meningkat. Laporan terbaru dari PBB menunjukkan bahwa berdasarkan data dari 13 negara yang dikumpulkan, dua dari tiga wanita telah mengalami beberapa bentuk kekerasan. Namun hanya satu dari sepuluh yang menjadi korban yang meminta bantuan polisi.

Dalam acara virtual untuk memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Ketua UN Women, Sima Bahous menggambarkan kekerasan berbasis gender (gender-based violence) sebagai krisis global.

"Di lingkungan sekitar kita, ada perempuan dan anak perempuan yang hidup dalam bahaya. Di seluruh dunia, konflik, bencana alam, kerawanan pangan, dan pelanggaran hak asasi manusia dapat memperburuk kekerasan terhadap perempuan," ungkapnya.

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia

Kasus KDRT meningkat selama pandemi COVID-19Kasus Kekerasan Seksual di Indonesia/Foto: Pexels/Karolina Grabowska

Di Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Sedunia, lantas bagaimana kabar isu kekerasan terhadap perempuan di Indonesia? Komnas Perempuan mencatat terdapat 299.911 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2020.

Kasus yang paling menonjol adalah di Ranah Personal atau disebut KDRT/RP (Kasus Dalam Rumah Tangga/ Ranah Personal) sebanyak 6.480 kasus. Diantaranya adalah Kekerasan Terhadap Istri dengan 3.221 kasus, kekerasan dalam pacaran 1.309 kasus, kekerasan terhadap anak perempuan sebagai 954 kasus. Sisanya adalah kekerasan oleh mantan pacar, mantan suami, serta kekerasan terhadap pekerja rumah tangga. Bentuk kekerasan dari kasus tersebut didominasi kekerasan secara fisik dan seksual.

Kasus kekerasan seksual terus bermunculan, namun hingga saat ini masih belum ada payung hukum yang memadai untuk melindungi para korban dan penyintas di Tanah Air. RUU TPKS (Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual) yang diharapkan bisa melindungi dan memperjuangkan keadilan bagi korban dan penyintas pun masih dalam tahap penyusunan.

Apabila sesuai agenda, pada Kamis (25/11) yang bertepatan dengan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia, akan diadakan pleno di Badan Legislasi atau Baleg untuk mengambil keputusan terhadap naskah RUU TPKS yang masih terus diperdebatkan.

***

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id