sign up SIGN UP

LIFE

Mengenal Quarter Life Crisis dan Penyebabnya

Jovita | Kamis, 23 Jul 2020 16:30 WIB
Mengenal Quarter Life Crisis dan Penyebabnya
caption

Quarter life crisis menjadi salah satu kata yang paling populer diucapkan seseorang yang berada di usia pertengahan dua puluhan. Akibat kepopulerannya, banyak anak muda yang kemudian mendiagnosa diri sendiri mengalami krisis satu ini.

Namun apakah benar yang kamu alami adalah krisis kuarter kehidupanan? Apa sebenarnya faktor pemicu quarter life crisis yang sering disebut-sebut itu?

Apa itu quarter life crisis?

Fase Quarter Life Crisis/ Foto: pixabay.com
Fase Quarter Life Crisis/ Foto: Pixabay.com

Sesuai namanya, quarter life crisis adalah periode ketika seseorang merasa cemas saat menapakkan kaki menuju kehidupan dewasa. Krisis ini umumnya muncul pada rentang usia pertengahan 20-an hingga awal 30-an ketika orang baru lulus kuliah atau mulai masuk dunia kerja.


Saat menapaki usia seperempat kehidupan, kaum muda cenderung merasakan kondisi kebingungan, rendah diri, bahkan tidak punya tujuan hidup. Perasaan-perasaan ini muncul seakan kamu sedang berada di persimpangan dan tidak tahu jalan mana yang harus dipilih. 

Tak jarang, kondisi ini membawamu terus mempertanyakan apa arti hidup dan apa eksistensi dirimu di dunia ini. Kamu jadi sering memikirkan masa depan seolah sedang merangkul gulungan kecemasan.

Quater life crisis juga berkisar pada masalah identitas seseorang, seperti prinsip dan nilai yang diyakini, afiliasi diri, serta harapan yang selama ini dijunjung tinggi. Semua hal ini kemudian berkumpul dan memberikan tekanan pada diri orang tersebut.

Dengan banyaknya tekanan tersebut, baik dari diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat, orang yang mengalami krisis ini  biasanya akan  jadi semakin bingung mencari cara untuk menciptakan identitas yang bermakna yang sesuai dengan harapan.

Penyebab quarter life crisis

Media Sosial Penyebab Quarter Life Crisisi/ Foto: Pixabay.com
Media Sosial Penyebab Quarter Life Crisisi/ Foto: Pixabay.com

Penyebab quarter life crisis tidak hanya karena usia yang sudah memasuki seperempat abad kehidupan. Namun faktor keluarga dan lingkungan juga turut menyeret seseorang masuk dalam krisis ini. Ada pun beberapa faktor pemicu lainnya, antara lain:

  1. Rasa percaya diri yang rendah
  2. Pemikiran yang terlalu jauh mengenai masa depan
  3. Adanya ekspektasi yang terlalu tinggi
  4. Kurangnya dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar
  5. Suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain
  6. Kurangnya motivasi dari diri sendiri
  7. Terlalu nyaman dalam zona aman
  8. Adanya kenyataan yang bertolak belakang dengan nilai dan harapan
  9. Ada keinginan menjadi orang lain akibat media sosial

Benturan antara impian yang tak sejalan dengan kenyataan serta gejolak ketidakpastian akan masa depan memang dapat membuat orang terjebak dalam lingkaran krisis ini. Tapi jangan sampai hal tersebut menghentikan langkahmu untuk jadi pribadi yang lebih baik.

Apapun yang terjadi, kamu tetap berharga. Apapun yang telah dilakukan, diusahakan, dan yang telah kamu lalui, tidak ada yang sia-sia. Semuanya pasti memiliki arti dan pelajarannya sendiri. Jadi jangan menyerah ya, Beautynesian.

(hld/hld)

Our Sister Site

mommyasia.id